Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Karena Dipanggil Senior Partner

0
0

PADA suatu Senin yang panas, seorang auditor yang pusing tiba-tiba memutuskan untuk iseng jalan-jalan ke pasar burung di depan gedung kantornya. Di salah satu sudut pasar ia berhenti. Perhatiannya tertuju ke tiga ekor burung betet yang hinggap tenang di tenggeran sebuah lapak.

“Bagaimana, Pak? Tertarik dengan betet ini? Burung paten ini, Pak, bisa mengaudit seperti Bapak-bapak di gedung depan itu,” kata penjaga lapak yang beranjak keluar mendekati si auditor. “Yang sebelah kiri itu bagus, Pak. Harganya cukup Rp5 juta.”

“Wah, nggak salah, Mas? Mahal bener. Kenapa bisa semahal itu?” tanya si auditor seraya mendekati tenggeran betet tersebut.

Baca Juga: Tersedak Koin

“Ya memang, Pak, agak mahal. Soalnya dia tahu bagaimana menyelesaikan sebuah audit yang kompleks,” jawab si penjaga lapak dengan kalem.

“Hmm.. Begitu, ya,” sahut si auditor. “Nah kalau yang tengah itu berapa, Mas?”

“Kalau yang itu Rp10 juta, Pak. Itu karena dia bisa melakukan apapun yang dilakukan betet sebelah kiri tadi, ditambah bisa menyiapkan prediksi laporan keuangan.”

Baca Juga: Pangling

Si akuntan manggut-manggut. Lalu ia menanyakan harga betet ketiga, yang bertengger di sisi paling kanan. Penjaga lapak pun menyebut angka Rp40 juta.

“Wah! Mahal sekali, Mas. Apa yang bisa dilakukan betet ini? Pasti luar biasa!” tukas si akuntan penasaran.

“Jujur, Pak. Saya sendiri enggak pernah melihat dia melakukan hal-hal yang istimewa. Tapi dua betet yang tadi memanggilnya Senior Partner.” (Bsi)

Baca Juga: Memeriksa Penjudi

“Wah, nggak salah, Mas? Mahal bener. Kenapa bisa semahal itu?” tanya si auditor seraya mendekati tenggeran betet tersebut.

Baca Juga: Tersedak Koin

“Ya memang, Pak, agak mahal. Soalnya dia tahu bagaimana menyelesaikan sebuah audit yang kompleks,” jawab si penjaga lapak dengan kalem.

“Hmm.. Begitu, ya,” sahut si auditor. “Nah kalau yang tengah itu berapa, Mas?”

“Kalau yang itu Rp10 juta, Pak. Itu karena dia bisa melakukan apapun yang dilakukan betet sebelah kiri tadi, ditambah bisa menyiapkan prediksi laporan keuangan.”

Baca Juga: Pangling

Si akuntan manggut-manggut. Lalu ia menanyakan harga betet ketiga, yang bertengger di sisi paling kanan. Penjaga lapak pun menyebut angka Rp40 juta.

“Wah! Mahal sekali, Mas. Apa yang bisa dilakukan betet ini? Pasti luar biasa!” tukas si akuntan penasaran.

“Jujur, Pak. Saya sendiri enggak pernah melihat dia melakukan hal-hal yang istimewa. Tapi dua betet yang tadi memanggilnya Senior Partner.” (Bsi)

Baca Juga: Memeriksa Penjudi
Topik : anekdot akuntan, humor pajak, humor akuntan, anekdot pajak
artikel terkait
Senin, 03 April 2017 | 14:08 WIB
KARTUN PAJAK
Sabtu, 11 Juni 2016 | 18:35 WIB
KARTUN PAJAK
Sabtu, 18 Juni 2016 | 13:03 WIB
KARTUN PAJAK
Rabu, 21 Februari 2018 | 17:17 WIB
HUMOR PAJAK
berita pilihan
Jum'at, 21 April 2017 | 20:29 WIB
ANEKDOT PAJAK
Kamis, 01 Desember 2016 | 14:55 WIB
ANEKDOT PAJAK
Selasa, 26 Februari 2019 | 16:00 WIB
ANEKDOT PAJAK
Jum'at, 19 Oktober 2018 | 18:05 WIB
ANEKDOT PAJAK
Kamis, 29 September 2016 | 17:12 WIB
ANEKDOT AKUNTAN
Rabu, 26 Oktober 2016 | 18:33 WIB
ANEKDOT EKONOM
Jum'at, 12 April 2019 | 16:48 WIB
ANEKDOT PAJAK
Jum'at, 14 Juli 2017 | 18:38 WIB
ANEKDOT PAJAK
Jum'at, 12 Juli 2019 | 15:33 WIB
ANEKDOT PAJAK
Senin, 03 April 2017 | 14:08 WIB
KARTUN PAJAK
Terpopuler
1
ANEKDOT AKUNTAN
2
ANEKDOT PAJAK