Berita
Jum'at, 30 Juli 2021 | 20:52 WIB
DDTC TAX AUDIT & TAX DISPUTE WEBINAR SERIES
Jum'at, 30 Juli 2021 | 19:15 WIB
SELEKSI HAKIM AGUNG
Jum'at, 30 Juli 2021 | 19:10 WIB
EKONOMI DIGITAL
Jum'at, 30 Juli 2021 | 18:50 WIB
PMK 96/2021
Fokus
Data & Alat
Rabu, 28 Juli 2021 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 28 JULI 2021 - 3 AGUSTUS 2021
Rabu, 21 Juli 2021 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 21 JULI 2021-27 JULI 2021
Kamis, 15 Juli 2021 | 18:15 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 14 Juli 2021 | 13:30 WIB
KURS PAJAK 14 JULI 2021-20 JULI 2021
Reportase
Perpajakan.id

Jual Makanan Lewat Delivery Online Wajib Pungut PPN 14%

A+
A-
1
A+
A-
1
Jual Makanan Lewat Delivery Online Wajib Pungut PPN 14%

Ilustrasi

KAIRO, DDTCNews – Pemerintah Mesir mulai mengenakan tarif PPN sebesar 14% atas restoran dan toko yang menjual makanannya melalui jasa pengiriman online.

Reda Abdel Qader, Kepala Otoritas Pajak Mesir mengatakan PPN sebesar 14% ini dikenakan untuk memberikan perlakuan yang sama antara pelaku usaha dan menciptakan kompetisi yang sehat dalam perekonomian.

"Keputusan untuk mengenakan PPN atas restoran dan toko yang menjual makanannya melalui jasa pengiriman online tidak lain adalah perwujudan dari keadilan pajak dan dukungan untuk menciptakan persaingan yang sehat," katanya dalam keterangan resmi, Rabu (16/6/2021).

Baca Juga: Sudah Dibebaskan, Yacht Bisa Jadi Terutang PPnBM Kalau Ini Terjadi

Pandemi Covid-19 saat ini membuat jasa pengiriman makanan secara online di Mesir mengalami peningkatan penjualan. Sebaliknya, bisnis lain di luar sektor tersebut justru masih tertekan oleh pandemi Covid-19.

Sejak 2017, tak sedikit barang dan jasa yang dikategorikan sebagai barang kena pajak. Hanya saja, makanan yang dijual melalui jasa pengiriman online ternyata masih dikecualikan dari objek pajak. Untuk itu, pemerintah saat ini berupaya menutup celah hukum tersebut.

Sementara itu, Menteri Keuangan Mohamed Maait menjelaskan tak semua pelaku usaha yang menjual makanan melalui platform online wajib mengenakan PPN. Menurutnya, PPN hanya wajib dipungut oleh pelaku usaha yang memiliki omzet di atas Rp454,8 juta dalam setahun.

Baca Juga: Simak Keterangan Resmi Ditjen Pajak Soal Terbitnya PMK 96/2021

Dengan adanya ambang batas pengusaha kena pajak (PKP) ini, pemerintah meminta kepada wajib pajak yang telah memenuhi threshold PKP untuk melakukan registrasi, dikukuhkan sebagai PKP, dan mulai memungut PPN.

Seperti dilansir egyptianstreets.com, Pemerintah Mesir berharap target pertumbuhan penerimaan pajak sebesar 18% yang ditetapkan pada anggaran 2021-2022 bisa tercapai seiring dengan berbagai strategi kebijakan yang akan dilaksanakan. (rig)

Baca Juga: PMK Baru, Ini Syarat Penyerahan Yacht Usaha Pariwisata Bebas PPnBM
Topik : mesir, PPN, jasa pengiriman online, kebijakan pajak, pajak internasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Dr. Bambang Prasetia

Rabu, 16 Juni 2021 | 15:12 WIB
kasihan dah klo beneran diterapin PPN u jasa pendidikan umum sekolah Non Pemerintah... gmn tuh dgn UUD 1945 .., Juga thdp pajak makanan ..kan jelas PP I u Daerah 10% lalu bgmn skemanya dong klo sampai 14% dikenakan u makan OL... sebaiknya harus hati2..ini mau jerumuskan ekonomi tambah mlorot, se ... Baca lebih lanjut
1

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 28 Juli 2021 | 10:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

PBB Tunjuk 25 Anggota Baru UN Tax Committee, Ada Perwakilan Indonesia

Selasa, 27 Juli 2021 | 19:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Mendag Lutfi Sebut Carbon Border Tax Bakal Ganggu Perdagangan Dunia

Selasa, 27 Juli 2021 | 15:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Atasi Perubahan Iklim, Sri Mulyani Paparkan Sederet Kebijakan Pajak

berita pilihan

Jum'at, 30 Juli 2021 | 23:25 WIB
HUT KE-14 DDTC

Bahas Penegakan Hukum Pajak dalam RUU KUP? Ikuti Webinar Ini, Gratis!

Jum'at, 30 Juli 2021 | 20:52 WIB
DDTC TAX AUDIT & TAX DISPUTE WEBINAR SERIES

Ini Kunci Penting dalam Pemeriksaan Transfer Pricing

Jum'at, 30 Juli 2021 | 19:15 WIB
SELEKSI HAKIM AGUNG

KY Sebut Para Calon Hakim Agung TUN Khusus Pajak Tidak Lolos Seleksi

Jum'at, 30 Juli 2021 | 19:10 WIB
EKONOMI DIGITAL

World Bank Sebut Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia Belum Merata

Jum'at, 30 Juli 2021 | 18:50 WIB
PMK 96/2021

Sudah Dibebaskan, Yacht Bisa Jadi Terutang PPnBM Kalau Ini Terjadi

Jum'at, 30 Juli 2021 | 18:31 WIB
EKONOMI DIGITAL

DPR Pantau Dinamika Pencapaian Konsensus Global Pajak Digital

Jum'at, 30 Juli 2021 | 18:07 WIB
DDTC TAX AUDIT & TAX DISPUTE WEBINAR SERIES

Solusi Bila Data Pembanding Transfer Pricing Saat Pandemi Kurang

Jum'at, 30 Juli 2021 | 18:02 WIB
PMK 96/2021

Simak Keterangan Resmi Ditjen Pajak Soal Terbitnya PMK 96/2021

Jum'at, 30 Juli 2021 | 18:00 WIB
KANWIL DJP JAWA TIMUR I

Aplikasi Buat Mekanisme Kerja DJP dalam Awasi WP Makin Sempurna

Jum'at, 30 Juli 2021 | 17:29 WIB
PROYEK STRATEGIS NASIONAL

LMAN Salurkan Pendanaan Lahan Proyek Strategis Nasional Rp13,4 Triliun