Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Hindari Pajak, Mantan Bek Barcelona Ini Resmi Dijatuhi Hukuman Penjara

2
2

Adriano Correia.

JAKARTA, DDTCNews – Mantan bek kiri Barcelona Adriano Correia akhirnya dijatuhi hukuman 14 bulan penjara dan denda 1 juta euro atas kasus penghindaran pajak.

Mengutip Diario Sport, pemain Brasil itu dinyatakan bersalah atas kasus penghindaran pajak sekitar 650.000 euro pada periode 2011—2012 waktu di Spanyol. Seperti kasus pesepak bola lainnya, Adriano tersangkut masalah hak citra (image right).

“Dalam hukum Spanyol, pelanggar pertama yang dijatuhi hukuman kurang dari 24 bulan tidak perlu menjalani hukuman penjara,” demikian informasi yang dikutip pada Selasa (4/6/2019).

Baca Juga: Perangi Kejahatan Pajak di Asia Pasifik, OECD Rilis Laporan Baru

Hukuman itu tergolong lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan awal. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Spanyol menyerukan hukuman penjara selama 3 tahun serta denda sebanyak 1,1 juta euro. Adriano dituduh menggunakan mekanisme ganda.

Mekanisme ganda ini dilakukan dengan menyembunyikan pendapatan dari kontrak yang ditandatangani dengan merek produk olah raga pada dan mensimulasikan transfer image rights ke suatu lembaga sosial di Madeira. Melalui strategi tersebut, Adriano menggunakan rezim pajak yang menguntungkan.

Adriano telah bermain di Spanyol sejak 2005 dan telah mengantongi kurang lebih 400 penampilan. Dia sempat memperkuat Sevilla hingga 2010, dan bermain untuk Barcelona pada 2010 hingga 2016.

Baca Juga: Uni Eropa Keluarkan Sejumlah Negara dari Daftar Hitam Pajak

Otoritas pajak Spanyol beberapa kali menemukan upaya penghindaran pajak dari pesepak bola. Pengadilan sebelumnya telah mengganjar hukuman mantan pemain Real Madrid Cristiano Ronaldo dan gelandang Bayern Munchen Xabi Alonso atas kasus yang sama.

Beberapa pesepakbola lainnya seperti Lionel Messi, Javier Mascherano, Gareth Bale, Marcelo, Alexis Sanchez, Luka Modric, James Rodrigues pun juga tersandung kasus penghindaran pajak yang terungkap oleh otoritas pajak. (kaw)

Baca Juga: Pantau Ekspor-Impor, Indonesia & Singapura Teken MoU Pertukaran Data

“Dalam hukum Spanyol, pelanggar pertama yang dijatuhi hukuman kurang dari 24 bulan tidak perlu menjalani hukuman penjara,” demikian informasi yang dikutip pada Selasa (4/6/2019).

Baca Juga: Perangi Kejahatan Pajak di Asia Pasifik, OECD Rilis Laporan Baru

Hukuman itu tergolong lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan awal. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Spanyol menyerukan hukuman penjara selama 3 tahun serta denda sebanyak 1,1 juta euro. Adriano dituduh menggunakan mekanisme ganda.

Mekanisme ganda ini dilakukan dengan menyembunyikan pendapatan dari kontrak yang ditandatangani dengan merek produk olah raga pada dan mensimulasikan transfer image rights ke suatu lembaga sosial di Madeira. Melalui strategi tersebut, Adriano menggunakan rezim pajak yang menguntungkan.

Adriano telah bermain di Spanyol sejak 2005 dan telah mengantongi kurang lebih 400 penampilan. Dia sempat memperkuat Sevilla hingga 2010, dan bermain untuk Barcelona pada 2010 hingga 2016.

Baca Juga: Uni Eropa Keluarkan Sejumlah Negara dari Daftar Hitam Pajak

Otoritas pajak Spanyol beberapa kali menemukan upaya penghindaran pajak dari pesepak bola. Pengadilan sebelumnya telah mengganjar hukuman mantan pemain Real Madrid Cristiano Ronaldo dan gelandang Bayern Munchen Xabi Alonso atas kasus yang sama.

Beberapa pesepakbola lainnya seperti Lionel Messi, Javier Mascherano, Gareth Bale, Marcelo, Alexis Sanchez, Luka Modric, James Rodrigues pun juga tersandung kasus penghindaran pajak yang terungkap oleh otoritas pajak. (kaw)

Baca Juga: Pantau Ekspor-Impor, Indonesia & Singapura Teken MoU Pertukaran Data
Topik : adriano, barcelona, penghindaran pajak, spanyol
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Jum'at, 21 Juni 2019 | 16:16 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 26 April 2019 | 15:54 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 15 September 2016 | 06:02 WIB
ZIMBABWE
Senin, 31 Desember 2018 | 14:35 WIB
ZIMBABWE
berita pilihan
Jum'at, 21 Juni 2019 | 16:16 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 26 April 2019 | 15:54 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 15 September 2016 | 06:02 WIB
ZIMBABWE
Senin, 31 Desember 2018 | 14:35 WIB
ZIMBABWE
Senin, 12 September 2016 | 17:01 WIB
ZIMBABWE
Jum'at, 10 Mei 2019 | 16:37 WIB
ZAMBIA
Rabu, 15 Agustus 2018 | 12:10 WIB
ZAMBIA
Senin, 10 September 2018 | 09:45 WIB
YUNANI
Jum'at, 15 Juni 2018 | 17:42 WIB
ARAB SAUDI
Jum'at, 27 Juli 2018 | 16:21 WIB
JEPANG