Review
Rabu, 08 Juli 2020 | 06:06 WIB
PERSPEKTIF
Selasa, 07 Juli 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 07 Juli 2020 | 09:06 WIB
OPINI PAJAK
Selasa, 30 Juni 2020 | 09:33 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Data & alat
Rabu, 08 Juli 2020 | 15:37 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 08 Juli 2020 | 08:29 WIB
KURS PAJAK 8 JULI - 14 JULI 2020
Minggu, 05 Juli 2020 | 14:31 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Kamis, 02 Juli 2020 | 14:26 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Reportase

Formulir SPT Tahunan Dirombak, Ini Alasannya

A+
A-
3
A+
A-
3
Formulir SPT Tahunan Dirombak, Ini Alasannya

Ilustrasi. (getty)

NEW DELHI, DDTCNew—Pemerintah India tengah merevisi formulir SPT Tahunan agar wajib pajak dapat memanfaatkan relaksasi pajak di tengah pandemi virus Corona, di antaranya seperti perpanjangan batas akhir pelaporan pajak.

Revisi formulir tersebut diumumkan The Central Board of Direct Taxes (CBDT) melalui media sosial. Menurut CBDT, revisi formulir SPT untuk tahun anggaran 2019-2020 tersebut diperkirakan rampung pada akhir April ini.

“Untuk memungkinkan wajib pajak memanfaatkan fasilitas perpanjangan waktu pelaporan dari pemerintah, revisi formulir SPT diperlukan," sebut otoritas pajak India dikutip Selasa (21/4/2020).

Baca Juga: Pegawai WFH Perlu Dapat Insentif Pajak, Ini Usulan Senat

Untuk diketahui, pemerintah India memberikan perpanjangan tenggat waktu pelaporan pajak hingga 30 Juni 2020 dari sebelumnya 31 Maret 2020. Tak hanya itu, revisi formulir ini juga dilakukan agar wajib pajak bisa memanfaatkan fasilitas keringanan pajak lainnya.

Selain perpanjangan tenggat waktu pelaporan pajak, fasilitas keringanan pajak yang diberikan pemerintah kepada wajib pajak antara lain seperti mengurangi bunga untuk pembayaran pajak tertentu mulai 30 Juni 2020.

Menghapus denda keterlambatan pelaporan pajak, menunda pelaporan PPN, termasuk pembayaran pajaknya hingga 30 Juni 2020, serta menutup kasus sengketa pajak dengan besaran pembayaran yang disepakati.

Baca Juga: Bank Sentral Minta Pemerintah Setop Buat Insentif Pajak Baru

Dilansir dari India Today, pemberian keringanan pajak juga mempertimbangkan keputusan pemerintah yang memperpanjang waktu karantina atau lockdown hingga 3 Mei 2020 dari sebelumnya 14 April 2020. (rig)

Topik : spt tahunan, keringanan pajak, kemudahan, relaksasi pajak, india, internasional
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
berita pilihan
Jum'at, 10 Juli 2020 | 18:53 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 10 Juli 2020 | 18:46 WIB
DDTC NEWSLETTER
Jum'at, 10 Juli 2020 | 18:35 WIB
HASIL OPERASI DJBC
Jum'at, 10 Juli 2020 | 18:30 WIB
PROFIL PAJAK KABUPATEN KARAWANG
Jum'at, 10 Juli 2020 | 18:28 WIB
PMK 85/2020
Jum'at, 10 Juli 2020 | 18:19 WIB
FILIPINA
Jum'at, 10 Juli 2020 | 17:16 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 10 Juli 2020 | 17:08 WIB
PERCEPATAN BELANJA
Jum'at, 10 Juli 2020 | 16:52 WIB
PENGELOLAAN ASET NEGARA
Jum'at, 10 Juli 2020 | 16:30 WIB
TEKNOLOGI INFORMASI DJP