Review
Rabu, 19 Januari 2022 | 15:20 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 14:15 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 11:15 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 10:15 WIB
DIRJEN PERIMBANGAN KEUANGAN ASTERA PRIMANTO BHAKTI:
Fokus
Literasi
Rabu, 19 Januari 2022 | 16:00 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 10:45 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 17 Januari 2022 | 18:00 WIB
KAMUS BEA METERAI
Jum'at, 14 Januari 2022 | 21:24 WIB
PROFIL PAJAK KOTA PADANG
Data & Alat
Rabu, 19 Januari 2022 | 09:17 WIB
KURS PAJAK 19 JANUARI - 25 JANUARI 2022
Rabu, 12 Januari 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 JANUARI - 18 JANUARI 2022
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 5 JANUARI - 11 JANUARI 2022
Senin, 03 Januari 2022 | 10:45 WIB
KMK 70/2021
Reportase
Perpajakan.id

Elon Musk Ancang-Ancang Jual 10% Saham Tesla Buat Bayar Pajak

A+
A-
0
A+
A-
0
Elon Musk Ancang-Ancang Jual 10% Saham Tesla Buat Bayar Pajak

Elon Musk. (foto: cnet1.cbsistatic.com)

WASHINGTON D.C., DDTCNews – Pendiri pabrikan mobil listrik Tesla, Elon Musk, kembali membuat sensasi. Dia membuat sebuah polling atau jajak pendapat di akun Twitter-nya, terkait apakah ia perlu menjual 10% sahamnya di Tesla atau tidak. Hasil polling menunjukkan, mayoritas pengikut Musk menyarankannya untuk menjual porsi saham di Tesla.

Penjualan saham dilakukan Musk sebagai respons atas rencana pengenaan pajak atas apresiasi nilai aset atau unrealized gains dari aset milik miliarder seperti saham dan surat utang. Kebijakan ini masuk dalam proposal yang diajukan Partai Demokrat tentang Billionaires Income Tax. Tambahan penerimaan dari pemajakan orang kaya ini akan dipakai untuk belanja perlindungan sosial.

Billionaires Income Tax rencananya akan diberlakukan atas wajib pajak AS dengan kekayaan di atas US$1 miliar atau memiliki penghasilan tahunan sebesar US$100 juta selama 3 tahun berturut-turut.

Baca Juga: Berlaku Tahun Ini, Tarif Pajak Pendidikan Tinggi Dinaikkan Jadi 2,5%

Hasil jajal pendapat sederhana yang dilakukan Elon Musk di Twitter menunjukkan sebanyak 58% follower memilih 'Ya' agar Musk menjual 10% saham Tesla, sementara sisanya menjawab 'No'.

Melalui akun twitter, Elon Musk menambahkan bahwa dirinya sangat menghargai hasil pemungutan suara tersebut. Ini juga bisa menjadi salah satu bahan dalam diskusi mengenai pajak miliuner.

"Katanya unrealized gain ini jadi salah satu skema penghindaran pajak. Jadi saya berpikir untuk menjual 10% saham Tesla saya. Apakah Anda setuju?" tanya Elon pada cuitan akun twitternya, dikutip dari cnet.com, Senin (8/11/2021).

Baca Juga: Percepat Pemulihan, Subsidi Gaji Disiapkan untuk Pekerja Pariwisata

Dalam cuitan lanjutan, Elon juga berjanji akan menuruti apapun hasil polling. Sebagai informasi, Elon Musk tidak mendapat gaji atau penghasilan dari Tesla. Kekayaan Musk murni berasal dari keuntungan atas saham.

Kebijakan 'pajak miliuner' memang memantik pro dan kontra, khususnya di kalangan kelompok terkaya Amerika Serikat. Investigasi yang diungkap ProPublica juga menunjukkan sejumlah siasat yang dipakai orang-orang kaya seperti Elon Musk untuk melakukan penghindaran pajak.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa kelompok terkaya AS sengaja menghindari pajak penghasilan (PPh) dengan cara memperluas kapasitas aset saham. ProRepublica menggaris bawahi bahwa upaya ini memang tidak bertentangan dengan hukum pajak, tapi sangat merugikan negara.

Baca Juga: Bikin Faktur Pajak Fiktif dan Palsukan Data SPT, 4 Orang Ditangkap

Apalagi pajak hanya dapat dikenakan atas penghasilan yang diterima secara resmi. Karenanya, pemerintah mempertimbangkan pengenaan pajak atas unrealized gain. (sap)

Topik : pajak internasiona, unrealized gain, Tesla, Elon Musk, Amerika Serikat

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

berita pilihan

Rabu, 19 Januari 2022 | 16:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

DJP Luncurkan Buku Panduan Lengkap Cara Ikut PPS, Unduh di Sini

Rabu, 19 Januari 2022 | 16:14 WIB
KANWIL DJP JAKARTA BARAT

PPS Diproyeksi Mampu Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak Lapor SPT

Rabu, 19 Januari 2022 | 16:00 WIB
TIPS PAJAK

Cara Memperpanjang Waktu Penyampaian Tanggapan atas SPHP Pajak

Rabu, 19 Januari 2022 | 15:39 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Catat! Kalau Sudah Rajin Bayar Pajak, Tak Perlu Ikut PPS

Rabu, 19 Januari 2022 | 15:20 WIB
KONSULTASI PAJAK

Pembetulan SPT Masa PPh Unifikasi, Seperti Apa Risiko Sanksinya?

Rabu, 19 Januari 2022 | 15:13 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL

Sri Mulyani Anggarkan Ibu Kota Baru di PEN 2022, DPR Beri Catatan

Rabu, 19 Januari 2022 | 15:00 WIB
KANWIL DJP JAKARTA BARAT

Kanwil DJP Ini Bakal Manfaatkan PPS untuk Capai Target Setoran Pajak