Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Brexit Masih Harus Tunggu Sampai 2017

0
0

LONDON, DDTCNews – Perdana Menteri Inggris baru, Theresa May mengatakan bahwa pemerintah tidak akan menindaklajuti negosiasi Brexit pada tahun ini.

May mengumumkan saat konferensi pers dengan Kanselir Jerman, Angela Merkel. Saat itu dirinya mengatakan, untuk menyukseskan keluarnya Britania dari Uni Eropa akan memakan waktu yang lama dengan pekerjaan yang serius dan merinci.

“Kita semua perlu waktu untuk mempersiapkan negosiasi ini. Inggris tidak akan menggunakan Pasal 50 Perjanjian Lisbon sampai tujuannya jelas. Itulah sebabnya saya mengatakan tidak akan ada negosiasi sebelum akhir tahun ini. Saya mengerti skala waktu ini tidak akan nyaman bagi berbagai pihak, tapi saya pikir penting untuk memberikan kejelasan tentang hal ini” kata May.

Baca Juga: Bersaing dengan Toko Online, Peritel Minta Insentif

Pasal 50 perjanjian Lisbon menyediakan aturan mengenai proses 2 tahun yang akan dihabiskan untuk menegosiasikan penarikan diri dari keanggotaan Uni Eropa.

May mengatakan pihaknya ingin mendapatkan kesepakatan yang tepat dalam perdagangan barang dan jasa untuk Inggris.

Sementara itu, Merkel mengatakan kepada wartawan bahwa ini adalah kesempatan bagi Jerman untuk menentukan sikap dan melihat potensi di masa depan terkait hubungan bisnis dengan Inggris, dan juga melihat kemungkinan-kemungkinan bagaimana hubungan selanjutnya dengan Uni Eropa.

Baca Juga: Muncul Desakan Penerapan Pajak atas Kalori

Merkel juga mengatakan, sebagaimana dilansir Tax-News bahwa sampai dengan digunakannya Pasal 50 Perjanjian Lisbon, dan bahkan sampai dengan negosiasi dilangsungkan nanti, Inggris masih tetap dianggap sebagai anggota Uni Eropa dengan hak dan kewajiban penuh. (Bsi)

“Kita semua perlu waktu untuk mempersiapkan negosiasi ini. Inggris tidak akan menggunakan Pasal 50 Perjanjian Lisbon sampai tujuannya jelas. Itulah sebabnya saya mengatakan tidak akan ada negosiasi sebelum akhir tahun ini. Saya mengerti skala waktu ini tidak akan nyaman bagi berbagai pihak, tapi saya pikir penting untuk memberikan kejelasan tentang hal ini” kata May.

Baca Juga: Bersaing dengan Toko Online, Peritel Minta Insentif

Pasal 50 perjanjian Lisbon menyediakan aturan mengenai proses 2 tahun yang akan dihabiskan untuk menegosiasikan penarikan diri dari keanggotaan Uni Eropa.

May mengatakan pihaknya ingin mendapatkan kesepakatan yang tepat dalam perdagangan barang dan jasa untuk Inggris.

Sementara itu, Merkel mengatakan kepada wartawan bahwa ini adalah kesempatan bagi Jerman untuk menentukan sikap dan melihat potensi di masa depan terkait hubungan bisnis dengan Inggris, dan juga melihat kemungkinan-kemungkinan bagaimana hubungan selanjutnya dengan Uni Eropa.

Baca Juga: Muncul Desakan Penerapan Pajak atas Kalori

Merkel juga mengatakan, sebagaimana dilansir Tax-News bahwa sampai dengan digunakannya Pasal 50 Perjanjian Lisbon, dan bahkan sampai dengan negosiasi dilangsungkan nanti, Inggris masih tetap dianggap sebagai anggota Uni Eropa dengan hak dan kewajiban penuh. (Bsi)

Topik : brexit, inggris, uni eropa
Komentar
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Minggu, 25 Agustus 2019 | 15:44 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 23 Agustus 2019 | 19:35 WIB
AMERIKA SERIKAT
Kamis, 22 Agustus 2019 | 11:31 WIB
PRANCIS
Kamis, 22 Agustus 2019 | 11:13 WIB
MALAYSIA
berita pilihan
Selasa, 23 April 2019 | 11:16 WIB
ZIMBABWE
Senin, 12 September 2016 | 17:01 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 31 Agustus 2017 | 08:54 WIB
ZIMBABWE
Jum'at, 26 April 2019 | 15:54 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 15 September 2016 | 06:02 WIB
ZIMBABWE
Senin, 17 Oktober 2016 | 10:15 WIB
ZIMBABWE
Selasa, 17 Januari 2017 | 09:40 WIB
ZIMBABWE
Selasa, 02 Oktober 2018 | 10:48 WIB
ZIMBABWE
Senin, 31 Desember 2018 | 14:35 WIB
ZIMBABWE
Rabu, 31 Oktober 2018 | 11:58 WIB
ZIMBABWE