Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Boris Johnson Kini Jadi Menlu Baru

0
0

LONDON, DDTCNews –  Perdana Menteri baru Inggris Theresa May membuat langkah tak terduga ketika menunjuk salah satu tokoh Brexit, mantan wali kota Inggris, Boris Johnson, sebagai menteri luar negeri dalam kabinetnya.

Penunjukan Boris oleh PM baru Inggris ini untuk menggantikan Philip Hammond. Tugas Boris nantinya adalah untuk memandu secara langsung proses Inggris keluar dari Uni Eropa.

“Ratu Elizabeth telah menyetujui dan memberikan dukungan atas penunjukkan Boris Johnson sebagai Menteri Luar Negeri Inggris,” demikian pernyataan kantor PM Inggris.

Baca Juga: Wah, 32 Juta Orang Bakal Bayar PPh Lebih Sedikit Tahun Ini

Ini adalah jabatan publik pertama Boris, setelah menjabat wali kota London pada 2008-2016, yang di antaranya dianggap sukses menggelar Olimpiade pada 2012.

Penunjukan ini menandai kembalinya pria 52 tahun berambut acak-acakan ini ke dunia politik, setelah kariernya diperkirakan sudah habis setelah dia mengundurkan diri dari pencalonan ketua Partai Konservatif. Oleh karena itu, banyak pendapat mengatakan terpilihnya Boris sebagai Menlu Inggris menjadi satu tangga untuk kebangkitan bagi pria ini.

Karir Boris diyakini sebagian besar dibangun di atas pertumpahan darah politik menyusul voting Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa. Dia dipandang sebagai frontrunner bagi mantan PM Inggris David Cameron.

Baca Juga: Tunawisma Didenda, Otoritas Pajak Dinilai Kurang Kasih Sayang

Beberapa pihak mengatakan bahwa keputusan May untuk menjadikan Boris sebagai salah satu bagian dari timnya adalah sebagai upaya untuk menjamin agar Boris tetap berada dipihaknya saat ia mengarungi negosiasi yang sulit dengan Uni Eropa.

Sebagai Menteri Luar Negeri, sebagaimana dikutip The Wall Street Journal, Boris akan mengawasi setiap kebijakan luar negeri Inggris, dan akan mengawal negosiasi Inggris dengan Uni Eropa. Namun penanganannya akan dipimpin oleh David Davis sebagai Menteri Kabinet. (Amu)

Baca Juga: Negara Ini Minta Inggris Delegasikan Kewenangan Atur Pajak Bandara

“Ratu Elizabeth telah menyetujui dan memberikan dukungan atas penunjukkan Boris Johnson sebagai Menteri Luar Negeri Inggris,” demikian pernyataan kantor PM Inggris.

Baca Juga: Wah, 32 Juta Orang Bakal Bayar PPh Lebih Sedikit Tahun Ini

Ini adalah jabatan publik pertama Boris, setelah menjabat wali kota London pada 2008-2016, yang di antaranya dianggap sukses menggelar Olimpiade pada 2012.

Penunjukan ini menandai kembalinya pria 52 tahun berambut acak-acakan ini ke dunia politik, setelah kariernya diperkirakan sudah habis setelah dia mengundurkan diri dari pencalonan ketua Partai Konservatif. Oleh karena itu, banyak pendapat mengatakan terpilihnya Boris sebagai Menlu Inggris menjadi satu tangga untuk kebangkitan bagi pria ini.

Karir Boris diyakini sebagian besar dibangun di atas pertumpahan darah politik menyusul voting Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa. Dia dipandang sebagai frontrunner bagi mantan PM Inggris David Cameron.

Baca Juga: Tunawisma Didenda, Otoritas Pajak Dinilai Kurang Kasih Sayang

Beberapa pihak mengatakan bahwa keputusan May untuk menjadikan Boris sebagai salah satu bagian dari timnya adalah sebagai upaya untuk menjamin agar Boris tetap berada dipihaknya saat ia mengarungi negosiasi yang sulit dengan Uni Eropa.

Sebagai Menteri Luar Negeri, sebagaimana dikutip The Wall Street Journal, Boris akan mengawasi setiap kebijakan luar negeri Inggris, dan akan mengawal negosiasi Inggris dengan Uni Eropa. Namun penanganannya akan dipimpin oleh David Davis sebagai Menteri Kabinet. (Amu)

Baca Juga: Negara Ini Minta Inggris Delegasikan Kewenangan Atur Pajak Bandara
Topik : brexit, inggris, menlu inggris
artikel terkait
Sabtu, 10 September 2016 | 14:01 WIB
IRLANDIA
Rabu, 27 Desember 2017 | 11:18 WIB
INGGRIS
Kamis, 08 September 2016 | 17:20 WIB
AMERIKA SERIKAT
Sabtu, 08 Oktober 2016 | 14:30 WIB
AZERBAIJAN
berita pilihan
Senin, 31 Desember 2018 | 14:35 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 28 Desember 2017 | 17:12 WIB
HONG KONG
Minggu, 30 September 2018 | 20:33 WIB
OECD INCLUSIVE FRAMEWORK ON BEPS
Sabtu, 13 Agustus 2016 | 17:02 WIB
THAILAND
Kamis, 29 September 2016 | 12:01 WIB
INDIA
Rabu, 11 Oktober 2017 | 11:19 WIB
KROASIA
Senin, 29 Oktober 2018 | 11:40 WIB
AUSTRALIA BARAT
Selasa, 08 Agustus 2017 | 14:15 WIB
JEPANG
Kamis, 13 Oktober 2016 | 14:13 WIB
SWISS
Jum'at, 19 Januari 2018 | 15:09 WIB
SWISS