Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Berantas Penyakit Langka, Tarif PPN Obat Dipangkas dari 17% Jadi 3%

0
0

BEIJING, DDTCNews – Pemerintah Tiongkok berencana menurunkan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) atas biaya obat-obatan menjadi 3% dari tarif sebelumnya yang setinggi 17%. Penurunan tarif ini berlaku pada 21 jenis obat penyakit yang tergolong langka.

Dewan Negara Tiongkok mengungkapkan penurunan tarif PPN pada obat-obatan akan menolong lebih dari 20 juta pasien yang mengidap penyakit langka. Penurunan tarif juga berlaku pada 4 bahan formulasi aktif (Actice Pharmaceutical Ingredients/API).

“Pemerintah akan menerapkan langkah untuk mengurangi harga obat kanker dan beberapa perawatan medis lain yang menderita penyakit langka. Salah satu yang bisa diterapkan yaitu menurunkan tarif PPN pada beberapa obat-obatan,” ungkap pernyataan resmi Dewan Negara Tiongkok seperti dilansir Tax Notes International Vol.93 No.7, Senin (18/2).

Baca Juga: Selamatkan Perekonomian, OECD Minta AS & China Hentikan Perang Tarif

Kebijakan pajak menjadi strategi pemerintah dalam mendorong tingkat kesehatan masyarakat. Pemerintah berharap penurunan tarif PPN itu bisa meringankan beban keuangan warga yang ingin mendapatkan layanan kesehatan terjangkau.

Sebelumnya, pemerintah sempat meningkatkan tarif impor untuk seluruh obat umum, termasuk obat kanker, yang berlaku sejak 2018. Namun, kini pemerintah sepakat menurunkan kembali tarif tersebut dengan mempertimbangkan puluhan juta pengidap penyakit langka.

Tak hanya penurunan tarif PPN, Pemerintah Tiongkok juga telah menurunkan tarif pajak penghasilan (PPh) badan dari 25% menjadi 15% bagi produsen obat generik tertentu. Penurunan PPh badan juga menjadi serangkaian strategi yang juga dimaksudkan untuk menurunkan biaya perawatan kesehatan, khususnya dari konsumsi obat impor.

Baca Juga: Darmin Proyeksi Neraca Perdagangan Masih Defisit

Melalui penurunan tarif PPh badan, pemerintah ingin perusahaan terkait membuat obat alternatif dengan harga yang rendah, tetapi dengan tingkat kualitas dan kemanjuran obat yang lebih baik sehingga masyarakat tidak bergantung pada obat impor.

Seiring dengan berbagai upaya tersebut, pemerintah juga mengusulkan untuk mengadakan diskusi panel yang diikuti oleh sejumlah ahli medis untuk mengidentifikasi obat-obatan impor yang sangat dibutuhkan di Tiongkok. (Bsi)

Baca Juga: Ternyata Ini Tujuan China Pangkas Pajak Besar-besaran

“Pemerintah akan menerapkan langkah untuk mengurangi harga obat kanker dan beberapa perawatan medis lain yang menderita penyakit langka. Salah satu yang bisa diterapkan yaitu menurunkan tarif PPN pada beberapa obat-obatan,” ungkap pernyataan resmi Dewan Negara Tiongkok seperti dilansir Tax Notes International Vol.93 No.7, Senin (18/2).

Baca Juga: Selamatkan Perekonomian, OECD Minta AS & China Hentikan Perang Tarif

Kebijakan pajak menjadi strategi pemerintah dalam mendorong tingkat kesehatan masyarakat. Pemerintah berharap penurunan tarif PPN itu bisa meringankan beban keuangan warga yang ingin mendapatkan layanan kesehatan terjangkau.

Sebelumnya, pemerintah sempat meningkatkan tarif impor untuk seluruh obat umum, termasuk obat kanker, yang berlaku sejak 2018. Namun, kini pemerintah sepakat menurunkan kembali tarif tersebut dengan mempertimbangkan puluhan juta pengidap penyakit langka.

Tak hanya penurunan tarif PPN, Pemerintah Tiongkok juga telah menurunkan tarif pajak penghasilan (PPh) badan dari 25% menjadi 15% bagi produsen obat generik tertentu. Penurunan PPh badan juga menjadi serangkaian strategi yang juga dimaksudkan untuk menurunkan biaya perawatan kesehatan, khususnya dari konsumsi obat impor.

Baca Juga: Darmin Proyeksi Neraca Perdagangan Masih Defisit

Melalui penurunan tarif PPh badan, pemerintah ingin perusahaan terkait membuat obat alternatif dengan harga yang rendah, tetapi dengan tingkat kualitas dan kemanjuran obat yang lebih baik sehingga masyarakat tidak bergantung pada obat impor.

Seiring dengan berbagai upaya tersebut, pemerintah juga mengusulkan untuk mengadakan diskusi panel yang diikuti oleh sejumlah ahli medis untuk mengidentifikasi obat-obatan impor yang sangat dibutuhkan di Tiongkok. (Bsi)

Baca Juga: Ternyata Ini Tujuan China Pangkas Pajak Besar-besaran
Topik : china, tarif PPN, obat
artikel terkait
Senin, 13 Mei 2019 | 13:33 WIB
FILIPINA
Kamis, 14 Juli 2016 | 11:33 WIB
INGGRIS
Jum'at, 12 April 2019 | 17:02 WIB
JERMAN
Kamis, 14 Juli 2016 | 14:26 WIB
INGGRIS
berita pilihan
Rabu, 29 Maret 2017 | 15:50 WIB
MALAYSIA
Jum'at, 24 Maret 2017 | 10:56 WIB
AMERIKA SERIKAT
Selasa, 14 Februari 2017 | 11:55 WIB
THAILAND
Kamis, 06 Juli 2017 | 08:11 WIB
ETHIOPIA
Kamis, 18 Mei 2017 | 17:02 WIB
SPANYOL
Jum'at, 05 Agustus 2016 | 07:32 WIB
AUSTRALIA
Rabu, 22 Maret 2017 | 15:36 WIB
INDIA
Kamis, 03 November 2016 | 07:07 WIB
KENYA
Rabu, 28 September 2016 | 17:07 WIB
PAKISTAN
Rabu, 24 Agustus 2016 | 14:11 WIB
FILIPINA