Fokus
Data & Alat
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Selasa, 10 Mei 2022 | 14:30 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase
Perpajakan ID

Belum Sesuai Ekspektasi, Pemda Diminta Segera Realisasikan Belanja

A+
A-
0
A+
A-
0
Belum Sesuai Ekspektasi, Pemda Diminta Segera Realisasikan Belanja

Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Mochamad Ardian. 

JAKARTA, DDTCNews – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus mendorong pemerintah daerah (pemda) untuk segera merealisasikan belanjanya untuk mempercepat pemulihan ekonomi pada kuartal II/2021.

Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Mochamad Ardian mengatakan realisasi pendapatan pada APBD hingga 25 Mei 2021 tercatat Rp302,51 triliun atau 25,87% dari target. Sementara itu, realisasi belanja baru Rp251,92 triliun atau 21,98% dari target.

"Meski ada kenaikan realisasi belanja agregat provinsi, kabupaten/kota, tetapi kami menilai angka ini masih belum optimal," katanya melalui konferensi video, Senin (31/5/2021).

Baca Juga: DPR Akan Adakan Fit And Proper Test CHA pada Masa Sidang Ini

Ardian berharap pemda dapat mengejar realisasi belanja untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi kuartal II/2021, yang ditargetkan sebesar 7%. Menurutnya, kuartal II/2021 menjadi momentum untuk membalikkan posisi pertumbuhan ekonomi yang mengalami kontraksi sejak kuartal II/2020.

Secara umum, terdapat sejumlah faktor realisasi belanja daerah masih rendah. Pertama, masih adanya sisa dana penghematan atau pelaksanaan program kegiatan atas belanja tahun anggaran sebelumnya yang belum dimanfaatkan.

Kedua, terdapat kelebihan target pajak daerah dan retribusi daerah 2020. Ketiga, belum disalurkannya bagi hasil pajak provinsi kepada kabupaten/kota, termasuk kelebihan target pajak daerah 2020.

Baca Juga: Ingat! Penghasilan Bunga dari Pinjol Harus Dilaporkan di SPT Tahunan

Keempat, belum dibayarkannya kewajiban kepada pihak ketiga pada 2020 tetapi sudah tutup tahun anggaran sehingga menjadi Silpa. Kelima, pemda masih menunggu audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai sisa dana dari tahun lalu.

Terlepas dari berbagai persoalan tersebut, Adrian menilai pemda sebenarnya tidak perlu ragu dalam membelanjakan uangnya, terutama di sektor-sektor produktif dan untuk penanganan dampak pandemi Covid-19.

"Bagi pemda yang ingin belanja dalam rangka penanganan pandemi Covid-19, kami berharap jangan ragu, silakan," ujarnya. (rig)

Baca Juga: Harga Rokok Terdampak Kenaikan Tarif PPN, Begini Temuan TPIP

Topik : belanja daerah, APBD 2021, kemendagri, pemda, pemulihan ekonomi, nasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

berita pilihan

Kamis, 19 Mei 2022 | 17:30 WIB
KP2KP BONTOSUNGGU

Petugas One on One Lagi, Ingatkan Soal Omzet Rp500 Juta Tak Kena Pajak

Kamis, 19 Mei 2022 | 17:00 WIB
KPP PRATAMA MAJENE

Kunjungi Toko Kosmetik, AR Jelaskan Omzet Rp500 Juta Tak Kena Pajak

Kamis, 19 Mei 2022 | 16:30 WIB
SELEKSI HAKIM AGUNG

DPR Akan Adakan Fit And Proper Test CHA pada Masa Sidang Ini

Kamis, 19 Mei 2022 | 15:30 WIB
TINGKAT INFLASI

Harga Rokok Terdampak Kenaikan Tarif PPN, Begini Temuan TPIP

Kamis, 19 Mei 2022 | 14:30 WIB
KOREA SELATAN

Konsumsi Masyarakat Membaik, Penerimaan Pajak Korea Selatan Melejit

Kamis, 19 Mei 2022 | 14:18 WIB
KEBIJAKAN FISKAL

Sri Mulyani ke DPR, Banggar Setujui Perubahan Postur APBN 2022