Review
Kamis, 21 Oktober 2021 | 07:00 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:30 WIB
KONSULTASI PAJAK
Senin, 18 Oktober 2021 | 11:42 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 17 Oktober 2021 | 09:00 WIB
Kepala KPP Madya Dua Jakarta Selatan II Kurniawan:
Fokus
Data & Alat
Rabu, 20 Oktober 2021 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 20 OKTOBER - 26 OKTOBER 2021
Rabu, 13 Oktober 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 13 OKTOBER - 19 OKTOBER 2021
Rabu, 06 Oktober 2021 | 08:53 WIB
KURS PAJAK 6-12 OKTOBER 2021
Rabu, 22 September 2021 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 22 - 28 SEPTEMBER 2021
Reportase
Perpajakan.id

Bea Cukai Luncurkan 'Siapbecik', Layanan Digital di Kawasan Berikat

A+
A-
1
A+
A-
1
Bea Cukai Luncurkan 'Siapbecik', Layanan Digital di Kawasan Berikat

Tampilan muka depan laman Siapbecik. (tangkapan layar)

JAKARTA, DDTCNews - Bea Cukai Kediri meluncurkan aplikasi bernama Sistem Informasi Administrasi Pelaporan Bea Cukai Kediri (Siapbecik). Terobosan ini dilakukan untuk mempermudah pengarsipan dan pelaporan di kawasan berikat.

Kepala Kantor Bea Cukai Kediri, Sunaryo, menjelaskan bahwa pemanfaatan aplikasi Siapbecik merupakan upaya pemerintah mengoptimalkan teknologi digital dalam proses kepabeanan di kawasan berikat.

"Saya berharap nantinya tugas-tugas pegawai di lapangan jadi lebih ringkas, mudah, serta memiliki record yang jelas dan lengkap," katanya dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (10/9/2021).

Baca Juga: Cara Mengajukan Permohonan Nomor Pokok Barang Kena Cukai (NPPBKC)

Sunaryo mengatakan petugas di kawasan berikat dapat menggunakan aplikasi Siapbecik untuk melakukan administrasi keluar-masuk barang. Selain itu, pada aplikasi tersebut juga terdapat fungsi pelaporan dan menu pengusaha kawasan berikat.

Sunaryo menjelaskan aplikasi Siapbecik saat ini masih dalam tahap pengembangan. Oleh karena itu, beberapa penyempurnaan akan terus dilakukan agar semakin sesuai dengan kebutuhan petugas kepabeanan dan pengguna jasa.

"Masih akan ada perbaikan demi perbaikan agar nantinya aplikasi benar-benar bisa mengakomodasi kebutuhan kita sebagai pengguna aplikasi," ujarnya.

Baca Juga: Tren Berlanjut, Neraca Dagang September 2021 Surplus US$4,37 Miliar

Sunaryo menambahkan penggunaan aplikasi akan membuat cara kerja Bea Cukai Kediri semakin efisien. Menurutnya, pengembangan aplikasi tersebut juga selaras dengan salah satu program transformasi kelembagaan di Kementerian Keuangan.

Belum lama ini, Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) memerinci kewajiban yang harus dilaksanakan pengusaha di dalam kawasan berikat. Peraturan Dirjen Bea dan Cukai Nomor PER-9/BC/2021 mewajibkan pengusaha kawasan di berikat mendayagunakan teknologi informasi untuk pemasukan dan pengeluaran barang (IT inventory).

Sistem teknologi informasi tersebut harus bisa diakses oleh DJBC sekaligus Ditjen Pajak (DJP) untuk kepentingan pemeriksaan dan pengawasan. Sementara pada ketentuan sebelumnya, teknologi informasi pengelolaan pemasukan dan pengeluaran barang hanya dapat diakses untuk kepentingan pemeriksaan saja. (sap)

Baca Juga: PMK Baru! Kemenkeu Revisi Aturan Denda Pelanggaran Devisa Hasil Ekspor

Topik : aplikasi bea cukai, siapbecik, kediri, impor, ekspor, kepabeanan, kawasan berikat

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Sabtu, 04 September 2021 | 13:00 WIB
KEBIJAKAN PERPAJAKAN

Apa Saja Kewajiban Pengusaha Kawasan Berikat? Ini Penjelasan DJBC

Kamis, 02 September 2021 | 19:36 WIB
PMK 115/2021

Fasilitas Bebas PPN BKP Tertentu Diatur Ulang, Ini Penjelasan DJP

Kamis, 02 September 2021 | 12:30 WIB
APLIKASI BEA CUKAI

Bea Cukai Mempermudah Pengeluaran Barang Pengguna Fasilitas KITE

Senin, 30 Agustus 2021 | 13:01 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa Pembuktian Pemenuhan Syarat Pembebasan Bea Masuk

berita pilihan

Minggu, 24 Oktober 2021 | 14:00 WIB
KEBIJAKAN FISKAL

Indonesia Hadapi 3 Krisis, Sri Mulyani: Ujungnya ke Keuangan Negara

Minggu, 24 Oktober 2021 | 12:00 WIB
MALAYSIA

Asosiasi Hotel Minta Pembebasan Pajak Diperpanjang Hingga Akhir 2022

Minggu, 24 Oktober 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Perluasan Ultimum Remedium Hingga Tahap Persidangan

Minggu, 24 Oktober 2021 | 10:30 WIB
UU HPP

Menkeu Bisa Tunjuk Pihak Lain Jadi Pemotong/Pemungut Pajak

Minggu, 24 Oktober 2021 | 10:00 WIB
SELANDIA BARU

Otoritas Pajak Segera Kirim Surat kepada 400 Orang Terkaya

Minggu, 24 Oktober 2021 | 09:30 WIB
LAPORAN TAHUNAN DJP

Ini Alasan DJP Lakukan Forensik Digital Data Elektronik

Minggu, 24 Oktober 2021 | 09:15 WIB
PAJAK DALAM BERITA

Insentif UMKM di UU HPP & Program Pengungkapan Sukarela, Cek Videonya!

Minggu, 24 Oktober 2021 | 09:00 WIB
KETUA UMUM METI SURYA DARMA:

‘Pajak Karbon Diperlukan untuk Mendukung Level of Playing Field’

Minggu, 24 Oktober 2021 | 08:30 WIB
UU HPP

Ungkap Harta 1985-2015 dalam PPS Hanya untuk Peserta Tax Amnesty