Review
Kamis, 08 Desember 2022 | 18:02 WIB
KONSULTASI PAJAK
Kamis, 01 Desember 2022 | 16:52 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 30 November 2022 | 11:27 WIB
OPINI PAJAK
Selasa, 29 November 2022 | 15:48 WIB
KONSULTASI UU HPP
Fokus
Literasi
Rabu, 07 Desember 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 05 Desember 2022 | 18:00 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 05 Desember 2022 | 12:00 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 02 Desember 2022 | 21:10 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & Alat
Rabu, 07 Desember 2022 | 10:00 WIB
KURS PAJAK 07 DESEMBER - 13 DESEMBER 2022
Jum'at, 02 Desember 2022 | 12:00 WIB
KMK 63/2022
Rabu, 30 November 2022 | 10:11 WIB
KURS PAJAK 30 NOVEMBER - 06 DESEMBER 2022
Rabu, 23 November 2022 | 10:00 WIB
KURS PAJAK 23 NOVEMBER - 29 NOVEMBER 2022
Komunitas
Kamis, 08 Desember 2022 | 19:45 WIB
AGENDA PAJAK
Kamis, 08 Desember 2022 | 16:10 WIB
BENDAHARA II PERTAPSI AMELIA SANDRA:
Kamis, 08 Desember 2022 | 07:00 WIB
UMN AL-WASHLIYAH MEDAN
Rabu, 07 Desember 2022 | 15:42 WIB
BENDAHARA I PERTAPSI AULIA HIDAYATI:
Reportase
Perpajakan ID
Jum'at, 09 Desember 2022 | 10:30 WIB
EDUKASI PAJAK
Kamis, 08 Desember 2022 | 10:30 WIB
EDUKASI PAJAK
Rabu, 07 Desember 2022 | 10:00 WIB
PERPAJAKAN ID
Senin, 05 Desember 2022 | 10:00 WIB
EDUKASI PAJAK

Ada Pembayaran THR, Setoran Pajak Karyawan Tumbuh 26 Persen

A+
A-
2
A+
A-
2
Ada Pembayaran THR, Setoran Pajak Karyawan Tumbuh 26 Persen

Ilustrasi.

JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah mencatat realisasi penerimaan pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 mencatatkan pertumbuhan 26,3% hingga April 2022.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kinerja itu menunjukkan pemulihan yang kuat pada setoran PPh Pasal 21 karena pada periode yang sama 2021 masih minus 4,1%. Menurutnya, pembayaran tunjangan hari raya (THR) juga menjadi faktor pemulihan tersebut.

"Ini karena ada pergeseran untuk pembayaran THR di bulan April, dan tentu ini menggambarkan kenaikan jumlah pekerja yang sekarang mendapat pekerjaan," katanya pada konferensi pers APBN Kita, dikutip pada Minggu (29/5/2022).

Baca Juga: Salah Input SPT Unifikasi, Bendaharawan Masih Bisa Ubah Bukti Potong

Sri Mulyani menuturkan pertumbuhan penerimaan PPh Pasal 21 akan terlihat lebih signifikan apabila dilihat secara bulanan. Pada April 2022, pertumbuhan setoran PPh Pasal 21 mencapai 48,2%. Lalu, pada kuartal I/2022 tumbuh sebesar 18,8%.

PPh Pasal 21 memiliki kontribusi sebesar 10,3% terhadap total penerimaan pajak hingga April 2022. Dengan kondisi tersebut, PPh Pasal 21 menjadi kontributor terbesar keempat setelah PPh badan, pajak pertambahan nilai (PPN) dalam negeri, dan PPN impor.

Dia menjelaskan penerimaan PPh Pasal 21 pada April 2022 mengalami pertumbuhan tinggi karena bertepatan dengan momentum pembayaran THR. Hal ini berbeda dengan kondisi pada tahun lalu, ketika pembayaran THR terjadi pada Mei 2022.

Baca Juga: Beri Edukasi, DJP Sebut WP Bisa Undang Penyuluh Pajak Jadi Pembicara

Di sisi lain, ada pula faktor penciptaan lapangan kerja yang meningkat sehingga tingkat pengangguran terbuka (TPT) kini menurun. Pada Februari 2022, TPT tercatat sebesar 5,83%, turun dari periode yang sama 2021 sebesar 6,26%.

"Kita tentu sangat berharap pemulihan ekonomi seperti yang terlihat pada angka pengangguran yang menurun, jumlah kesempatan kerja yang terjadi, menimbulan kontribusi juga terhadap PPh Pasal 21," ujar Sri Mulyani. (rig)

Baca Juga: Diduga Menilap Pajak, Direktur Perusahaan ini Terancam Masuk Bui

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : penerimaan pajak, PPh Pasal 21, pandemi covid-19, ditjen pajak, djp, THR, pajak, nasional

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 08 Desember 2022 | 14:45 WIB
PAJAK BERISYARAT 2022

Edukasi ke Teman Tuli, DJP Jamin Beri Pelayanan Tanpa Diskriminasi

Kamis, 08 Desember 2022 | 14:30 WIB
UU PPN

Begini Ketentuan PPN Penyerahan Jasa Kena Pajak yang Dibatalkan

Kamis, 08 Desember 2022 | 14:00 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

WP Kena Eror ETAX API 10010, DJP Jelaskan Penyebab dan Solusinya

Kamis, 08 Desember 2022 | 13:30 WIB
PP 44/2022

Tanggung Jawab Renteng PPN Bisa Dibayar Menggunakan SSP

berita pilihan

Jum'at, 09 Desember 2022 | 12:30 WIB
KP2KP BENTENG

Salah Input SPT Unifikasi, Bendaharawan Masih Bisa Ubah Bukti Potong

Jum'at, 09 Desember 2022 | 12:00 WIB
UU 29/2022

Pemerintah Undangkan UU Pembentukan Provinsi Papua Barat Daya

Jum'at, 09 Desember 2022 | 11:30 WIB
EDUKASI PAJAK

Beri Edukasi, DJP Sebut WP Bisa Undang Penyuluh Pajak Jadi Pembicara

Jum'at, 09 Desember 2022 | 11:00 WIB
KANWIL DJP JAWA TENGAH I

Diduga Menilap Pajak, Direktur Perusahaan ini Terancam Masuk Bui

Jum'at, 09 Desember 2022 | 10:30 WIB
EDUKASI PAJAK

Hari Terakhir! Langganan Perpajakan ID, Gratis Buku Transfer Pricing

Jum'at, 09 Desember 2022 | 10:00 WIB
IRLANDIA

Irlandia Berikan Insentif Kredit Pajak untuk Perusahaan Video Game

Jum'at, 09 Desember 2022 | 09:45 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Pemerintah Ingin UMKM Makin Maju Biar Bayar Pajaknya Lebih Besar

Jum'at, 09 Desember 2022 | 09:30 WIB
FILIPINA

RUU Pajak Pendapatan Pasif Disetujui, Filipina Bakal Makin Kompetitif

Jum'at, 09 Desember 2022 | 09:12 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

PP 44/2022, Apa Saja Substansi Baru Soal Ketentuan PPN? Ini Kata DJP

Kamis, 08 Desember 2022 | 19:45 WIB
AGENDA PAJAK

UNS dan DDTC Bakal Teken Kerja Sama Pendidikan Pajak