Review
Sabtu, 30 Mei 2020 | 14:47 WIB
PERSPEKTIF
Jum'at, 29 Mei 2020 | 05:58 WIB
Seri Tax Control Framework (11)
Kamis, 28 Mei 2020 | 05:22 WIB
Seri Tax Control Framework (10)
Rabu, 27 Mei 2020 | 06:06 WIB
Seri Tax Control Framework (9)
Fokus
Literasi
Jum'at, 29 Mei 2020 | 17:56 WIB
KAMUS PERPAJAKAN
Jum'at, 29 Mei 2020 | 17:43 WIB
TIPS E-FAKTUR
Jum'at, 29 Mei 2020 | 16:29 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 29 Mei 2020 | 13:30 WIB
PROFIL PAJAK KABUPATEN BANYUWANGI
Data & alat
Rabu, 27 Mei 2020 | 15:03 WIB
STATISTIK IKLIM PAJAK
Minggu, 24 Mei 2020 | 12:00 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 22 Mei 2020 | 10:08 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:59 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Reportase

Xabi Alonso Bersikeras Bersihkan Nama dari Kasus Penghindaran Pajak

A+
A-
1
A+
A-
1
Xabi Alonso Bersikeras Bersihkan Nama dari Kasus Penghindaran Pajak

Xabi Alonso (foto: skysports)

MADRID, DDTCNews – Pensiunan pemain sepak bola kelas internasional Xabi Alonso tetap bersikeras untuk membersihkan namanya atas tuduhan penghindaran pajak yang dilontarkan oleh Jaksa Spanyol.

Mantan Pemain Bayern Munchen ini mengatakan proses pengadilan di Madrid pada Selasa (22/1/2019) kembali ditunda sehingga dia harus menunggu hasil kompetensi pengadilan terkait dimulainya pembahasan kasus ini atau tidak.

“Saya harus menunggu sampai ada pemberitahuan lebih lanjut oleh pengadilan. Mengingat pengadilan sebelumnya telah membebaskan saya, maka saya tetap yakin pada keadilan. Saya sudah melakukan semuanya dengan baik,” tuturnya di Madrid, Selasa (22/1/2019).

Baca Juga: Uang Digital Mulai Dipajaki, Potensi Setoran Pajak Diprediksi Tipis

Xabi datang ke pengadilan pada hari yang sama dengan mantan rekan setimnya di Real Madrid Cristiano Ronaldo yang juga dituduh menghindari pajak dan diganjar hukuman penjara 23 bulan dan denda 18,8 juta euro (Rp302,76 miliar).

Kendati Ronaldo sudah dijatuhi putusan pengadilan, Xabi tetap optimis tindakan yang dilakukannya sudah sesuai aturan dan telah bekerja sama sejak awal tanpa menyembunyikan fakta sedikitpun terkait kewajiban pajaknya.

“Saya hanya akan khawatir jika menyembunyikan sesuatu atau bertindak salah. Hingga saat ini petugas berwenang masih mempelajari dan mengevaluasi kasus ini dan saya harus menunggu,” tutur pesepak bola yang pensiun pada akhir musim 2016-2017 tersebut.

Baca Juga: Dianggap Tidak Bermoral, Klub Sepak Bola Diancam Pajak Ekstra

Pesepak bola yang pernah bergabung dengan klub Liverpool, Real Madrid, dan Bayern Munchen ini telah dituduh melakukan tiga pelanggaran pajak pada 2010 dan 2012. Dia bergabung dengan Real Madrid dari Liverpool pada 2009, lalu menghabiskan 5 tahun sebelum bergabung ke Bayern Munchen.

Seluruh tuduhan pelanggaran pajak pria berusia 37 tahun ini diklaim mencapai 1,7 juta pound sterling (Rp31,37 miliar) dan berpotensi diganjar hukuman penjara selama 5 tahun oleh otoritas pajak Spanyol. Namun, Jaksa Penuntut Umum justru menilai Xabi bisa diganjar 8 tahun hukuman penjara. (kaw)

Baca Juga: Negara Ini akan Terapkan Pajak Digital Paling Lambat Desember
Topik : Xabi Alonso , Spanyol, sepak bola, Madrid
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Jum'at, 26 Oktober 2018 | 10:28 WIB
SPANYOL
Selasa, 23 Oktober 2018 | 10:48 WIB
INGGRIS
Selasa, 09 Oktober 2018 | 10:46 WIB
SPANYOL
Rabu, 26 September 2018 | 11:35 WIB
SPANYOL
berita pilihan
Sabtu, 30 Mei 2020 | 14:47 WIB
PERSPEKTIF
Sabtu, 30 Mei 2020 | 10:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Sabtu, 30 Mei 2020 | 09:00 WIB
PMK 56/2020
Sabtu, 30 Mei 2020 | 08:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Sabtu, 30 Mei 2020 | 07:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN
Jum'at, 29 Mei 2020 | 22:19 WIB
PPN PRODUK DIGITAL
Jum'at, 29 Mei 2020 | 21:58 WIB
EKONOMI DIGITAL
Jum'at, 29 Mei 2020 | 17:56 WIB
KAMUS PERPAJAKAN
Jum'at, 29 Mei 2020 | 17:43 WIB
TIPS E-FAKTUR