Fokus
Data & Alat
Selasa, 24 Mei 2022 | 20:00 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Reportase
Perpajakan ID

World Bank Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2022 Jadi 4,1%

A+
A-
0
A+
A-
0
World Bank Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2022 Jadi 4,1%

Kantor Pusat World Bank di Washington DC, Amerika Serikat. (foto: worldbank.org)

JAKARTA, DDTCNews - World Bank menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global dari 4,3% menjadi hanya 4,1% pada 2022.

Laporan Global Economic Prospects yang dirilis World Bank menyebut koreksi tersebut dilakukan seiring dengan meningkatnya kasus Covid-19 varian Omicron di berbagai belahan dunia. Koreksi juga terjadi pada proyeksi pertumbuhan ekonomi 2021 yang kini menjadi 5,5% dan 3,2% pada 2023.

"Berbagai risiko akan menurunkan prospek [pertumbuhan ekonomi], termasuk gangguan ekonomi yang didorong oleh Omicron, gangguan rantai pasokan, inflasi, tekanan keuangan, bencana terkait iklim, dan melemahnya pendorong pertumbuhan jangka panjang," bunyi laporan tersebut, dikutip Rabu (12/1/2022).

Baca Juga: Lakukan Reformasi Fiskal Saat Pandemi, Wamenkeu: Kita Bangsa Pemenang

World Bank menyebut perkembangan kasus Omicron telah memengaruhi prospek pemulihan ekonomi pada tahun ini. Tekanan Omicron yang dialami negara berkembang bahkan lebih besar dari negara maju lantaran capaian vaksinasi yang lambat dan kebijakan pemerintah yang cenderung lemah.

Sejumlah persoalan yang menjadi tantangan global untuk memulihkan pandemi di antaranya akses vaksin tetap tidak merata, karena tingkat vaksinasi di negara berpenghasilan rendah masuk kategori sangat kecil. Kemudian, persoalan lainnya di antaranya laju inflasi global juga diperkirakan tetap berada di atas tingkat pra-pandemi dan gangguan rantai pasok.

World Bank menilai kemajuan dalam vaksinasi menjadi kunci untuk memulihkan mobilitas dan mengatasi gangguan rantai pasokan. Pada 2021, kendala utama yang dihadapi yakni akses vaksin yang terbatas pada negara berpenghasilan rendah paling menderita. Namun pada awal 2022, pasokan vaksin telah meningkat secara signifikan, tetapi kehadiran Omicron dan hambatan distribusi vaksin tetap menjadi kendala utama.

Baca Juga: Inflasi Masih Tinggi, Negara Ini Pangkas Lagi Tarif Pajak Impor

"Ini menyebabkan ketidakpastian kesehatan tetap ada di masa depan," bunyi laporan tersebut.

Khusus di Indonesia, World Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2021 akan sebesar 3,7%, kemudian 5,2% pada 2022 dan 5,1% pada 2023. (sap)

Baca Juga: Inflasi Rendah, Menkeu Thailand Klaim Karena Kebijakan Pajak
Topik : pertumbuhan ekonomi, perekonomian global, kinerja fiskal, PDB, inflasi, makroekonomi, World Bank

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

berita pilihan

Sabtu, 28 Mei 2022 | 12:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Sri Mulyani: Pemanfaatan Fasilitas Impor Vaksin & Alkes Terus Menurun

Sabtu, 28 Mei 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Kode Objek Pajak dan Tarif PPh Final Jasa Konstruksi

Sabtu, 28 Mei 2022 | 10:00 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Wah! 10 Kanwil DJP Catatkan Penerimaan Pajak di Atas Capaian Nasional

Sabtu, 28 Mei 2022 | 09:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Demi Hal Ini, Pemerintah Perlu Lanjutkan Insentif Pajak Tahun Depan

Sabtu, 28 Mei 2022 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN

DJP Incar WP Pakai Data Rekening dan Poin Ketentuan Baru Faktur Pajak

Sabtu, 28 Mei 2022 | 07:30 WIB
PORTUGAL

IMF Komentari Sistem Pajak di Portugal, Ada Apa?

Sabtu, 28 Mei 2022 | 07:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Cerita Gisel Dapat Surat Cinta dari Ditjen Pajak dan Rencana Ikut PPS

Sabtu, 28 Mei 2022 | 06:30 WIB
PENERIMAAN BEA CUKAI

Ekspor Sempat Dilarang, Penerimaan Bea Keluar CPO Tetap Bisa Tumbuh 3%

Jum'at, 27 Mei 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Tanda Pengenal Wajib Pajak Pakai NIK, NPWP Bakal Dihapus Bertahap

Jum'at, 27 Mei 2022 | 17:54 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa PPN Perbedaan Waktu Pengakuan Transaksi Pembelian