Fokus
Data & Alat
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Selasa, 10 Mei 2022 | 14:30 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase
Perpajakan ID

Urutin Dokumen, Bukan Urutin yang Lain!

A+
A-
1
A+
A-
1
Urutin Dokumen, Bukan Urutin yang Lain!

Cerita berikut ini adalah kiriman dari pembaca DDTCNews sekaligus Kepala KPP Pratama Cirebon Satu, Nirmala Rustini, sebagai bagian dari program yang digagas DDTCNews dengan Institut Humor Indonesia Kini (IHIK3). Program yang dimaksud adalah "Cerita & Humor Pajak". Simak ‘Ayo, Bagikan Cerita Kocak Anda Seputar Dunia Pajak!

Program Ini adalah inisiatif untuk berbagi memori menyenangkan dan jenaka antara wajib pajak dan petugas pajak. Redaksi hanya menyesuaikan tata bahasa dan memperjelas alur, tanpa mengubah inti cerita.

***

Baca Juga: Rilis 55.643 Surat Keterangan PPS, DJP Dapat Setoran Rp9,53 Triliun

PERISTIWA yang akan saya ceritakan berikut ini merupakan salah satu pengalaman berkesan saya dengan wajib pajak. Cerita ini sekaligus nostalgia tersendiri bagi saya karena peristiwanya terjadi sekitar 1996 silam.

Kala itu, sebagai pemeriksa nonfungsional di suatu KPP, saya sedang melakukan pemeriksaan terhadap PT H.

Seperti biasa, sebagai pemeriksa, saya meminta tolong agar wajib pajak melengkapi dan merapikan dokumen. Namun, saat diserahkan, dokumennya ternyata berantakan.

Baca Juga: Dorong Ekspor, Sri Mulyani: Eksportir Tidak Sendirian

Kebanyakan wajib pajak yang saya temui sebenarnya tidak suka bikin gemas. Akan tetapi, khusus wajib pajak yang satu ini, beda karakternya.

Ia sering sekali bikin kesal dan menyulitkan dalam pemeriksaan. Sebab, berkas yang dikumpulkannya tidak urut sesuai dengan daftar yang dilampirkan di lampiran laporan SPT-nya.

Akhirnya, dengan nada sedikit kesal, saya bilang ke wajib pajak tersebut, "Diurutin dong dokumennya!"

Baca Juga: Setoran PPh Badan dan Migas Berkorelasi Positif dengan Harga Komoditas

Spontan, wajib pajak tersebut menjawab dengan nada bercanda, "Ya sudah, nanti saya bawa ke tukang urut."

Waktu itu, bagi saya, lelucon tadi terasa garing. Bahkan, respons tersebut makin membuat saya kesal terhadap wajib pajak tersebut. Namun, setelah bertahun-tahun berlalu, lucu juga ya kejadian itu kalau saya ingat kembali.

Pelajaran yang Bisa Diambil
BERHUMOR, apalagi di lingkungan kerja dan kesempatan formal, itu tidak bisa sembarangan. Si pelontar humor tidak hanya membutuhkan kepercayaan diri, tetapi juga perlu memiliki kemampuan untuk berempati terhadap lawan bicaranya.

Baca Juga: Unggul di Pemilu 2022, Capres Ini Dituntut Lanjutkan Reformasi Pajak

Menurut profesor Cornell University Michael Fontaine, dalam modul kursus daringnya bertajuk Using Humor in the Workplace dari eCornell, seseorang yang menggunakan empati dalam berhumor akan merasakan lebih banyak manfaat daripada mereka yang tidak. Salah satunya adalah kemampuan membaca situasi dan momentum, apakah waktunya tepat untuk berhumor atau tidak.

Dalam cerita tadi, tampak jelas abstainnya empati dari wajib pajak membuat Ibu Nirmala merasa tidak nyaman. Pasalnya, tidak hanya enggan berempati untuk membantu memperlancar pemeriksaan dengan mengurutkan dokumen, yang bersangkutan juga melempar humor dalam situasi yang tidak tepat. Ia menggunakan humor untuk menutupi sifatnya yang tidak suportif.

Kendati demikian, kami sangat mengapresiasi respons Ibu Nirmala, yang saat itu tidak merespons berlebihan dan tetap profesional dalam melakukan pemeriksaan terhadap wajib pajak serta kesediaannya untuk mengingat hal sesederhana ini untuk ditertawakan pada kemudian hari.

Baca Juga: Rekening, Tanah Hingga Perhiasan Bos Sembako Ini Disita Petugas Pajak

Terbukti, ketika diingat dan diceritakan kembali kepada kita semua, nuansanya sudah berubah. Dari yang dulu merasa kesal, sekarang justru bisa bikin tertawa. Memang inilah teori dasar dalam komedi, yakni tragedi yang sudah diberi waktu untuk meredakan rasa sakitnya (comedy = tragedy + time).

Anda para petugas pajak yang mempunyai pengalaman menarik dan kocak saat berinteraksi dengan kolega maupun wajib pajak, silakan hadir untuk berbagi atau mendengar cerita di acara virtual “Cerita & Humor Pajak” pada 12 Februari 2022. Pendaftaran bisa dilakukan melalui tautan bit.ly/pajakkocak.

Baca Juga: Presiden Baru Korea Selatan Bakal Rasionalisasi Tarif Pajak Korporasi
Topik : cerita dan humor pajak, pajak, DDTCNews, IHIK3

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Akhmad Arifin

Senin, 17 Januari 2022 | 16:51 WIB
bagus sekali pembahasannya
1

ARTIKEL TERKAIT

Sabtu, 21 Mei 2022 | 10:00 WIB
ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN

Makin Simpel! NIK sebagai NPWP Jadi Tonggak Awal 'Single Sign On'

Sabtu, 21 Mei 2022 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN

Warning Bea Cukai Soal Belanja Online dan Harta PPS Tak Diperiksa Lagi

Sabtu, 21 Mei 2022 | 07:00 WIB
KOTA PEKANBARU

Sudah Ada Pemutihan, Piutang PBB-P2 Belum Tertagih Tembus Rp548,9 M

berita pilihan

Minggu, 22 Mei 2022 | 20:00 WIB
DATA PPS HARI INI

Rilis 55.643 Surat Keterangan PPS, DJP Dapat Setoran Rp9,53 Triliun

Minggu, 22 Mei 2022 | 18:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Pemerintah Fokus Lakukan Konsolidasi Fiskal, Ternyata Ini Alasannya

Minggu, 22 Mei 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Dorong Ekspor, Sri Mulyani: Eksportir Tidak Sendirian

Minggu, 22 Mei 2022 | 17:30 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Setoran PPh Badan dan Migas Berkorelasi Positif dengan Harga Komoditas

Minggu, 22 Mei 2022 | 11:30 WIB
KANWIL DJP DI YOGYAKARTA

Rekening, Tanah Hingga Perhiasan Bos Sembako Ini Disita Petugas Pajak

Minggu, 22 Mei 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Jenis Jaminan untuk Penundaan Pembayaran Cukai

Minggu, 22 Mei 2022 | 10:30 WIB
KOREA SELATAN

Presiden Baru Korea Selatan Bakal Rasionalisasi Tarif Pajak Korporasi

Minggu, 22 Mei 2022 | 10:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Perusahaan AS yang Bayar Pajak ke Rusia Bakal Dapat Disinsentif

Minggu, 22 Mei 2022 | 09:30 WIB
KPP MADYA SURAKARTA

Tak Kunjung Lunasi Utang Pajak, 7 Mobil Akhirnya Disita Sekaligus