UU HPP

Tarif PPN Kripto Naik Jadi 0,12 Persen pada Tahun Depan, Asalkan...

Muhamad Wildan | Senin, 15 April 2024 | 13:00 WIB
Tarif PPN Kripto Naik Jadi 0,12 Persen pada Tahun Depan, Asalkan...

Ilustrasi.

JAKARTA, DDTCNews - Tarif PPN atas transaksi jual beli aset kripto bakal meningkat menjadi 0,12% pada tahun depan sepanjang tarif PPN umum sebesar 12% sebagaimana diamanatkan oleh UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) direalisasikan.

Hal yang sama juga berlaku untuk tarif PPN atas transaksi jual beli aset kripto yang dilakukan melalui exchanger yang tidak terdaftar di Bappebti yang meningkat menjadi 0,24% dari sebelumnya sebesar 0,22%.

"Besaran tertentu…ditetapkan sebesar ... 2% dari tarif PPN dikali dengan nilai transaksi aset kripto, dalam hal Penyelenggara Perdagangan Melalui Sistem Elektronik bukan merupakan Pedagang Fisik Aset Kripto," bunyi Pasal 5 ayat (2) huruf b PMK 68/2022, dikutip pada Senin (15/4/2024).

Baca Juga:
BKF Sebut Pencairan Dana JETP Berpotensi Terkendala, Ini Sebabnya

Sementara itu, nilai transaksi yang menjadi dasar pengenaan PPN dengan besaran tertentu atas aset kripto ialah sebesar nilai yang yang dibayarkan oleh pembeli aset kripto tidak termasuk PPnBM.

PPN atas transaksi jual beli aset kripto dipungut pihak exchanger. PPN dipungut saat pembayaran dari pembeli aset kripto diterima oleh pihak exchanger.

Setelah dipungut, PPN atas penyerahan aset kripto tersebut harus disetorkan ke kas negara paling lama tanggal 15 bulan berikutnya setelah masa pajak berakhir.

Baca Juga:
Termasuk Pajak, 6 Kebijakan UU HKPD Ini Mulai Implementasi pada 2025

Tak hanya memungut dan menyetor, exchanger wajib melaporkan PPN yang telah dipungut dan disetor menggunakan SPT Masa PPN 1107 PUT bagi pihak lain. SPT Masa PPN 1107 PUT wajib dilaporkan paling lambat 20 hari setelah akhir masa pajak.

Meski tarif PPN naik, perlu dicatat, tarif PPh Pasal 22 final atas penjualan aset kripto tetaplah sebesar 0,1% sesuai dengan PMK 68/2022. Bila penjualan dilakukan lewat exchanger yang tidak terdaftar di Bappebti, tarif PPh Pasal 22 final naik jadi 0,2%. (rig)

Editor :

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

KOMENTAR
0
/1000

Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT
Rabu, 29 Mei 2024 | 19:30 WIB KEBIJAKAN PEMERINTAH

BKF Sebut Pencairan Dana JETP Berpotensi Terkendala, Ini Sebabnya

Rabu, 29 Mei 2024 | 18:01 WIB KAMUS PPH

Apa Itu Formulir 1721-B1?

BERITA PILIHAN
Rabu, 29 Mei 2024 | 19:30 WIB KEBIJAKAN PEMERINTAH

BKF Sebut Pencairan Dana JETP Berpotensi Terkendala, Ini Sebabnya

Rabu, 29 Mei 2024 | 18:01 WIB KAMUS PPH

Apa Itu Formulir 1721-B1?

Rabu, 29 Mei 2024 | 17:45 WIB PERDAGANGAN KARBON

BKF Catat Nilai Transaksi Bursa Karbon Masih Minim, Apa Tantangannya?

Rabu, 29 Mei 2024 | 17:00 WIB KEBIJAKAN PERDAGANGAN

Relaksasi Lartas, Pengusaha Tekstil Khawatir Gempuran Produk Impor

Rabu, 29 Mei 2024 | 16:32 WIB ADMINISTRASI PAJAK

Coretax DJP, Potensi Pajak dari Tiap WP Bisa Diprediksi Lebih Akurat

Rabu, 29 Mei 2024 | 16:15 WIB PERTUMBUHAN EKONOMI

Kadin Siapkan Whitepaper untuk Dukung Pelaksanaan Visi Misi Prabowo

Rabu, 29 Mei 2024 | 15:00 WIB IBU KOTA NUSANTARA (IKN)

DJP Sebut UMKM Lebih Untung Buka Usaha di IKN, Ternyata Ini Alasannya