Berita
Rabu, 28 Oktober 2020 | 13:00 WIB
PROVINSI GORONTALO
Rabu, 28 Oktober 2020 | 12:00 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Rabu, 28 Oktober 2020 | 11:30 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Rabu, 28 Oktober 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Review
Rabu, 28 Oktober 2020 | 10:01 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 21 Oktober 2020 | 14:14 WIB
KONSULTASI PAJAK
Jum'at, 16 Oktober 2020 | 17:13 WIB
ANALISIS PAJAK
Rabu, 14 Oktober 2020 | 14:17 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 28 Oktober 2020 | 09:21 WIB
KURS PAJAK 28 OKTOBER - 3 NOVEMBER 2020
Selasa, 27 Oktober 2020 | 17:06 WIB
STATISTIK PAJAK DIGITAL
Rabu, 21 Oktober 2020 | 17:02 WIB
STATISTIK SISTEM PAJAK
Rabu, 21 Oktober 2020 | 09:24 WIB
KURS PAJAK 21 OKTOBER - 27 OKTOBER 2020
Komunitas
Rabu, 28 Oktober 2020 | 14:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Rabu, 28 Oktober 2020 | 13:15 WIB
DDTC PODTAX
Rabu, 28 Oktober 2020 | 09:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Selasa, 27 Oktober 2020 | 14:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Reportase

Survei Pengusaha Soal Bantuan Pemerintah Australia pada Masa Pandemi

A+
A-
1
A+
A-
1
Survei Pengusaha Soal Bantuan Pemerintah Australia pada Masa Pandemi

UNTUK mengetahui secara langsung dampak pandemi terhadap pelaku usaha, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Australia (Australian Chamber of Commerce and Industry/ACCI) mengadakan survei terhadap 1.497 pelaku usaha. Survei tersebut diadakan pada 30 Maret hingga 17 April 2020.

Hasilnya, sebanyak sepertiga responden mengalami penurunan pendapatan hingga 80%. Kemudian, sekitar setengahnya mengalami penurunan hingga 50%. Walaupun setengah dari responden dapat beradaptasi, sayangnya sekitar 18% dari responden terpaksa menutup usahanya dan sekitar sepertiga hanya dapat beroperasi dengan keterbatasan.

Untuk memitigasi dampak pandemi, pemerintah Australia menggelontorkan paket stimulus dengan bantuan berupa subsidi gaji, relaksasi utang, percepatan depresiasi, relaksasi administrasi untuk kewajiban pajak, hingga langkah untuk mendorong pariwisata domestik.

Baca Juga: Menakar Insentif Pajak untuk Industri Otomotif

Tabel berikut memperlihatkan pandangan para pelaku usaha terhadap berbagai bantuan yang ditawarkan oleh pemerintah setempat. Dalam survei tersebut, para pelaku usaha mendapat pertanyaan mengenai sejauh mana bantuan tersebut dirasa memberikan manfaat bagi mereka.


Dari beragam insentif yang diberikan pemerintah Australia, skema JobKeeper Payment dan bantuan langsung terhadap usaha kecil dan menengah (UKM) dirasa paling bermanfaat bagi para pelaku usaha, masing-masing sebesar 46% dan 38%.

Baca Juga: Upah Minimum Tidak Naik, Ini Kata Sri Mulyani Soal Cara Jaga Daya Beli

Skema JobKeeper Payment adalah kebijakan pemerintah Australia untuk membantu pelaku usaha dan organisasi nirlaba yang tidak mampu menggaji karyawannya dengan cara memberikan bantuan dengan besaran tertentu per 14 hari untuk karyawan yang memenuhi syarat.

Adapun relaksasi administrasi pajak, subsidi gaji karyawan magang dan pelatihan, serta relaksasi utang juga dirasa bermanfaat. Namun, efeknya tidak sebesar bantuan-bantuan yang disebutkan sebelumnya, dengan perolehan masing-masing sebesar 21,2%, 19,1%, dan 18,1%.

Di lain pihak, bantuan yang sama sekali dirasa tidak bermanfaat yaitu keringanan biaya untuk sektor pariwisata, bantuan edukasi dalam mengidentifikasi pasar ekspor alternatif, promosi pariwisata domestik, dan saran usaha yang masing-masing sebesar 70,2%, 70,2%, 62,8%, dan 63,1%.

Baca Juga: Sri Mulyani Rombak Jadwal Rapat Kemenkeu Mulai Bulan Depan, Ada Apa?

Survei ini memperlihatkan bantuan-bantuan pemerintah yang bersifat saran dan edukasi dirasa tidak memberikan manfaat yang signifikan dibandingkan dengan bantuan yang lebih secara langsung dapat meringankan beban pelaku usaha dan melancarkan arus kas.

Menariknya, dari 11 bantuan-bantuan yang dimuat di dalam survei, hanya dua yang proporsi responden beropini sangat positifnya melebihi proporsi responden beropini sangat negatif, yakni skema JobKeeper Payment dan bantuan langsung UMKM.

Dengan demikian, survei ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai bantuan-bantuan yang dirasa akan lebih bermanfaat terhadap para pelaku usaha pada masa pandemi. *

Baca Juga: Kerja Sama Litbang? Biar Dapat Insentif, Harus Buat Proposal Bersama

Topik : narasi data, penanganan Covid-19, virus Corona, insentif, bantuan pemerintah, Australia
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Jum'at, 23 Oktober 2020 | 15:38 WIB
PENANAMAN MODAL
Jum'at, 23 Oktober 2020 | 14:10 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Jum'at, 23 Oktober 2020 | 12:47 WIB
REALISASI INVESTASI KUARTAL III/2020
Jum'at, 23 Oktober 2020 | 10:40 WIB
INSENTIF PAJAK
berita pilihan
Rabu, 28 Oktober 2020 | 15:01 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 28 Oktober 2020 | 14:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Rabu, 28 Oktober 2020 | 13:15 WIB
DDTC PODTAX
Rabu, 28 Oktober 2020 | 13:00 WIB
PROVINSI GORONTALO
Rabu, 28 Oktober 2020 | 12:00 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Rabu, 28 Oktober 2020 | 11:30 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Rabu, 28 Oktober 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Rabu, 28 Oktober 2020 | 10:30 WIB
BAHAMA
Rabu, 28 Oktober 2020 | 10:01 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 28 Oktober 2020 | 09:21 WIB
KURS PAJAK 28 OKTOBER - 3 NOVEMBER 2020