Fokus
Literasi
Jum'at, 24 Juni 2022 | 18:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 24 Juni 2022 | 16:14 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 24 Juni 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 22 Juni 2022 | 18:00 WIB
KAMUS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 22 Juni 2022 | 13:15 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 22 Juni 2022 | 08:53 WIB
KURS PAJAK 22 JUNI - 28 JUNI 2022
Rabu, 15 Juni 2022 | 12:45 WIB
STATISTIK CUKAI MULTINASIONAL
Rabu, 15 Juni 2022 | 09:30 WIB
KURS PAJAK 15 JUNI - 21 JUNI 2022
Reportase
Perpajakan ID

Sri Mulyani Sebut Inflasi April 2022 Tertinggi dalam 2 Tahun Terakhir

A+
A-
0
A+
A-
0
Sri Mulyani Sebut Inflasi April 2022 Tertinggi dalam 2 Tahun Terakhir

Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan paparannya di konferensi pers APBN Kita. (tangkapan layar)

JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan inflasi per April 2022 yang hampir mencapai 3,5% tergolong tinggi bila dibandingkan dengan tren dalam 24 bulan terakhir.

Merespons kondisi tersebut, Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan tetap memberikan subsidi khususnya atas komoditas energi guna menjaga stabilitas tingkat inflasi.

"Tidak semua kenaikan harga-harga dirasakan oleh rakyat atau di-passthrough. Tentu akibatnya adalah kita harus memberikan subsidi atau berbagai langkah-langkah untuk menjaga stabilitas," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Senin (23/5/2022).

Baca Juga: Tagihan Listrik Mahal, Negara Ini Berencana Pangkas Tarif PPN Jadi 5%

Walau inflasi tercatat mulai mengalami peningkatan, Sri menambahkan, inflasi di Indonesia tercatat masih lebih rendah bila dibandingkan dengan inflasi di negara-negara maju.

Amerika Serikat (AS) misalnya, mencatatkan tingkat inflasi hingga 8,3%. Adapun inflasi di Eropa tercatat sudah mencapai 7,4%. Jepang yang selama ini memiliki inflasi sangat rendah kali ini tercatat mengalami inflasi hingga 2,5%.

Kenaikan inflasi ini berpotensi menciptakan tantangan kenaikan suku bunga dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Pertumbuhan Penerimaan Pajak Double Digit Belum Tentu Lanjut Terus

"Ada triple challenges, 3 tantangan yang sama beratnya. Inflasi tinggi menyebabkan suku bunga tinggi dan pertumbuhan ekonomi melemah. Tiga hal ini akan sangat memengaruhi environment ekonomi seluruh dunia termasuk Indonesia," ujar Sri Mulyani.

Untuk diketahui, inflasi Indonesia per April 2022 tercatat mencapai 3,47%. BPS mencatat komoditas yang memberikan imbas besar terhadap inflasi adalah minyak goreng, bensin, daging ayam ras, tarif angkutan udara, dan ikan segar. (sap)

Baca Juga: Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi atau KTP, Ini Kata Luhut
Topik : inflasi, perekonomian nasional, PDB, pertumbuhan ekonomi, harga komoditas, Sri Mulyani

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 14 Juni 2022 | 15:00 WIB
INPRES 4/2022

Jokowi Teken Inpres Soal Kemiskinan, Sri Mulyani Dapat 2 Tugas Khusus

Selasa, 14 Juni 2022 | 11:00 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL

Termasuk Insentif Perpajakan, Realisasi Dana PEN Baru Rp95,13 Triliun

Senin, 13 Juni 2022 | 16:15 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Catat! Pemerintah Naikkan Tarif Listrik 3.500 VA Mulai 1 Juli 2022

berita pilihan

Minggu, 26 Juni 2022 | 16:00 WIB
KPP PRATAMA BINTAN

Utang Pajak Rp16 M Tak Dibayar, Puluhan Kendaraan Milik WP Disita KPP

Minggu, 26 Juni 2022 | 15:00 WIB
PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

Ribuan Kendaraan Dinas Belum Bayar Pajak, Pemprov Ingatkan Soal Ini

Minggu, 26 Juni 2022 | 14:00 WIB
KANWIL DJP KALTIMTARA

Temui 60 Perwakilan Industri, Kanwil Ini Sosialisasikan Insentif Pajak

Minggu, 26 Juni 2022 | 13:00 WIB
INGGRIS

Lembaga Think Tank Ini Usulkan Garam Dikenai Cukai

Minggu, 26 Juni 2022 | 12:00 WIB
KPP PRATAMA SITUBONDO

KPP Akhirnya Sita Tanah Milik Wajib Pajak Seluas 2.104 Meter Persegi

Minggu, 26 Juni 2022 | 11:30 WIB
DATA PPS HARI INI

Tinggal 4 Hari! DJP Sudah Terbitkan 176.417 Surat Keterangan PPS

Minggu, 26 Juni 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Kriteria Hibah yang Dikecualikan dari Objek Pajak Penghasilan

Minggu, 26 Juni 2022 | 10:00 WIB
HUNGARIA

Parlemen Hungaria Tolak Ketentuan Perpajakan dalam Pilar 2 OECD