Review
Selasa, 02 Maret 2021 | 09:40 WIB
OPINI PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 10:30 WIB
TAJUK PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 09:00 WIB
ANALISIS PAJAK
Rabu, 24 Februari 2021 | 16:39 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & Alat
Senin, 01 Maret 2021 | 10:15 WIB
KMK 13/2021
Rabu, 24 Februari 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 24 FEBRUARI - 2 MARET 2021
Minggu, 21 Februari 2021 | 09:00 WIB
STATISTIK MUTUAL AGREEMENT PROCEDURE
Rabu, 17 Februari 2021 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 17 FEBRUARI - 23 FEBRUARI 2021
Reportase
Perpajakan.id

Rupiah dan Rasio Gini Jadi Sorotan DPR

A+
A-
1
A+
A-
1
Rupiah dan Rasio Gini Jadi Sorotan DPR

Ilustrasi DPR. 

JAKARTA, DDTCNews – Penetapan target penurunan rasio gini dan asumsi nilai tukar rupiah antara pemerintah dengan Badan Anggaran DPR berlangung cukup alot.

Kedua indikator ini menjadi sorotan baik pemerintah maupun parlemen karena dianggap krusial untuk tahun terakhir pemerintahan Kabinet Kerja di bawah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Marwan Dasopang, anggota Badan Anggaran DPR dari Fraksi PKB mengatakan masih ada ruang untuk menekan target kesenjangan. Usulan target rasio gini sebesar 0,380-0,390 yang disampaikan pemerintah dinilai tidak menunjukkan adanya upaya ekstra.

Baca Juga: Akhir Februari 2021, Rupiah Kembali Melemah

“Pemerintah harus kerja esktra untuk mengurangi kesenjangan. Pilihannya ya genjot yang masyarakat bawah agar naik kelas,” kata Marwan, Selasa (18/9/2018).

Terkait dengan asumsi nilai tukar rupiah, beberapa anggota Badan Anggaran meminta agar pemerintah mengadopsi proyeksi Bank Indonesia (BI). Pasalnya, selaku Otoritas Moneter, BI bergerak di rentang Rp14.300 hingga Rp14.700 per dolar Amerika Serikat (AS).

Anggota Badan Anggaran dari Partai Golkar Hamka B. Kady menilai pemerintah harus realistis dalam penentuan nilai tukar rupiah. Pasalnya, saat ini pergerakan rupiah ada di kisaran Rp14.800-Rp14.900.

Baca Juga: Wah, Penguatan Rupiah Terhadap Dolar AS Berlanjut

Penentuan asumsi kurs, sambungnya, harus dilakukan secara hati-hati. Hal ini dikarenakan asumsi nilai tukar mempunyai implikasi luas terhadap aspek lain dalam APBN. Pergerakan nilai tukar, paparnya, berpengaruh pada penerimaan dan harga jual minyak mentah Indonesia (ICP).

Melalui pembahasan panjang, tercapai kesepakatan terkait dua indikator tersebut. Jalan tengah diambil untuk mengakomodir saran politik dari Banggar DPR RI. Rasio gini yang awalnya diusulkan 0,380-0,390 berubah menjadi 0,380 -0,385. Nilai tukar pun melemah dari Rp14.400 menjadi Rp14.500 per dolar AS.

Berikut rincian asumsi dasar RAPBN 2019 yang sudah disepakati.

Baca Juga: Wah, Rupiah Menguat Terhadap Semua Mata Uang Negara Mitra
  • Pertumbuhan ekonomi 5,3%
  • Inflasi 3,5%
  • Nilai tukar rupiah Rp14.500 per dolar AS
  • Suku bunga SPN 5,3%
  • Harga minyak dunia US$70 per barel
  • Lifting minyak 775 ribu barel per hari
  • Lifting gas 1,25 juta barel setara minyak.

Sedangkan, target pembangunan ekonomi dalam RAPBN 2019 ditentukan sebagai berikut:

  • Pengangguran 4,8-5,2
  • Kemiskinan 8,5-9,5
  • Rasio gini 0,380-0,385
  • Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 71,98

Topik : RAPBN 2019, rupiah, kesenjangan
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 28 Oktober 2020 | 09:21 WIB
KURS PAJAK 28 OKTOBER - 3 NOVEMBER 2020
Rabu, 21 Oktober 2020 | 09:24 WIB
KURS PAJAK 21 OKTOBER - 27 OKTOBER 2020
Minggu, 18 Oktober 2020 | 17:01 WIB
STATISTIK MONETER
Rabu, 14 Oktober 2020 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 14 OKTOBER - 20 OKTOBER 2020
berita pilihan
Selasa, 02 Maret 2021 | 12:01 WIB
PMK 18/2021
Selasa, 02 Maret 2021 | 11:45 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Selasa, 02 Maret 2021 | 11:30 WIB
IRLANDIA
Selasa, 02 Maret 2021 | 11:10 WIB
BUTET KARTAREDJASA:
Selasa, 02 Maret 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Selasa, 02 Maret 2021 | 10:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Selasa, 02 Maret 2021 | 10:20 WIB
PMK 18/2021
Selasa, 02 Maret 2021 | 10:10 WIB
KONSULTASI
Selasa, 02 Maret 2021 | 09:45 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Selasa, 02 Maret 2021 | 09:40 WIB
OPINI PAJAK