Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Rencana Pajak Calon Presiden AS Ini Direspons Positif

A+
A-
3
A+
A-
3

Elizabeth Warren. 

LOS ANGELES, CALIFORNIA, DDTCNews – Calon Presiden Amerika Serikat 2020 Elizabeth Warren mendapat sorakan dukungan saat sedang berkampanye di Los Angeles. Warren memperoleh sambutan yang kuat berkat rencananya untuk memajaki kekayaan miliarder di Negeri Paman Sam.

Warren menyerukan kenaikan pajak pada penduduk yang berpenghasilan lebih dari US$50 juta (sekitar Rp710,5 milliar). Kemudian, atas pendapatan dari pajak tersebut dialokasikan untuk mendanai perawatan anak bahkan hingga tingkat perguruan tinggi.

“Saya jamin kekayaan yang anda peroleh setidaknya sebagian karena konstribusi dari karyawan yang kita bantu danai pendidikannya. Kemudian, setidaknya sebagian barang dan jasa yang Anda distribusikan, menggunakan jalan dan jembatan yang didanai pembayar pajak,” kata Warren, Rabu (21/8/2019).

Baca Juga: Trump Bakal Bawa Wacana Tax Cuts 2.0 Saat Kampanye, Apa Itu?

Adapun kebijakan pajak yang digagas oleh Warren berupa kenaikan tarif sebesar 0,02% atas setiap dolar pendapatan yang diperoleh wajib pajak setelah melampaui US$50 juta (sekitar Rp710,5 milliar).

Warren berencana mengalokasikan dana dari pajak tersebut untuk mendanai kehidupan dari setiap anak sejak mereka dilahirkan hingga mencapai usia 18 tahun.

Secara lebih rinci, dana itu ditujukan untuk pengasuhan bayi yang baru lahir sampai berusia 5 tahun, serta pendidikan pra-sekolahnya. Dana tersebut ditujukan pula untuk menaikkan gaji setiap pengasuh anak dan guru pra-sekolah.

Baca Juga: Soal Pencurian Identitas Pajak, IRS Jabarkan 4 Indikasinya

Selain itu, dana juga akan dialokasikan untuk memberi biaya kuliah gratis pada beberapa perguruan tinggi gratis dan membatalkan pinjaman siswa (student loan).

Tidak hanya terkait pajak, dalam kampanyenya, Warren menyalahkan korupsi di Washington sebagai biang kegagalan politik untuk mengatasi perubahan iklim. Oleh karenanya, dia berjanji akan melakukan aksi radikal untuk memerangi korupsi pemerintah jika dia menang.

Lebih lanjut, seperti dlansir dailymail.co.uk, Warren berjanji membuat setiap kandidat untuk mempublikasikan SPT pajak mereka secara online. Hal ini sekaligus sebagai teguran kepada Presiden Trump yang belum melakukannya. (MG-nor/kaw)

Baca Juga: Kurangi Ketimpangan, Bos IMF Bilang Pajak Orang Kaya Bisa Dinaikkan

“Saya jamin kekayaan yang anda peroleh setidaknya sebagian karena konstribusi dari karyawan yang kita bantu danai pendidikannya. Kemudian, setidaknya sebagian barang dan jasa yang Anda distribusikan, menggunakan jalan dan jembatan yang didanai pembayar pajak,” kata Warren, Rabu (21/8/2019).

Baca Juga: Trump Bakal Bawa Wacana Tax Cuts 2.0 Saat Kampanye, Apa Itu?

Adapun kebijakan pajak yang digagas oleh Warren berupa kenaikan tarif sebesar 0,02% atas setiap dolar pendapatan yang diperoleh wajib pajak setelah melampaui US$50 juta (sekitar Rp710,5 milliar).

Warren berencana mengalokasikan dana dari pajak tersebut untuk mendanai kehidupan dari setiap anak sejak mereka dilahirkan hingga mencapai usia 18 tahun.

Secara lebih rinci, dana itu ditujukan untuk pengasuhan bayi yang baru lahir sampai berusia 5 tahun, serta pendidikan pra-sekolahnya. Dana tersebut ditujukan pula untuk menaikkan gaji setiap pengasuh anak dan guru pra-sekolah.

Baca Juga: Soal Pencurian Identitas Pajak, IRS Jabarkan 4 Indikasinya

Selain itu, dana juga akan dialokasikan untuk memberi biaya kuliah gratis pada beberapa perguruan tinggi gratis dan membatalkan pinjaman siswa (student loan).

Tidak hanya terkait pajak, dalam kampanyenya, Warren menyalahkan korupsi di Washington sebagai biang kegagalan politik untuk mengatasi perubahan iklim. Oleh karenanya, dia berjanji akan melakukan aksi radikal untuk memerangi korupsi pemerintah jika dia menang.

Lebih lanjut, seperti dlansir dailymail.co.uk, Warren berjanji membuat setiap kandidat untuk mempublikasikan SPT pajak mereka secara online. Hal ini sekaligus sebagai teguran kepada Presiden Trump yang belum melakukannya. (MG-nor/kaw)

Baca Juga: Kurangi Ketimpangan, Bos IMF Bilang Pajak Orang Kaya Bisa Dinaikkan
Topik : Amerika Serikat, Elizabeth Warren, pajak orang kaya
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Jum'at, 21 Juni 2019 | 16:16 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 26 April 2019 | 15:54 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 15 September 2016 | 06:02 WIB
ZIMBABWE
Senin, 31 Desember 2018 | 14:35 WIB
ZIMBABWE
berita pilihan
Sabtu, 14 September 2019 | 15:45 WIB
ZONE EURO EROPA
Selasa, 23 April 2019 | 11:16 WIB
ZIMBABWE
Senin, 12 September 2016 | 17:01 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 31 Agustus 2017 | 08:54 WIB
ZIMBABWE
Jum'at, 26 April 2019 | 15:54 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 15 September 2016 | 06:02 WIB
ZIMBABWE
Senin, 17 Oktober 2016 | 10:15 WIB
ZIMBABWE
Selasa, 17 Januari 2017 | 09:40 WIB
ZIMBABWE
Selasa, 02 Oktober 2018 | 10:48 WIB
ZIMBABWE
Senin, 31 Desember 2018 | 14:35 WIB
ZIMBABWE