Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Peternak Ayam Jantan

0
0

PADA suatu sore yang tenang di Kota London, seorang perempuan berdandan menor tiba di sebuah kantor konsultan pajak. Rupanya ia ingin memasukkan Surat Pemberitahuan (SPT) pajak tahunannya. Tak lama berselang, seorang konsultan senior yang necis menemui perempuan tersebut.

“Sebelum kita mulai, ada beberapa pertanyaan yang perlu saya ajukan, Bu,” kata konsultan itu.

“Oke, silakan,” jawab sang perempuan.

Baca Juga: Tersedak Koin

Si konsultan necis itu kemudian meminta perempuan tersebut memberikan nama, alamat, nomor KTP, NPWP, dan seterusnya, hingga kemudian ia bertanya sembari menulis-nulis di buku catatannya.

Konsultan: “Jadi apa pekerjaan Ibu?”

Perempuan: “Saya seorang pelacur, Pak.”

Baca Juga: Pangling

Konsultan: “Oh jangan.. Jangan. Itu nggak bisa. Terlalu kasar, Bu. Nggak boleh. Apa ada istilah lain?”

Perempuan: “Oh oke. Saya seorang Wanita Tuna Susila, Pak.”

Konsultan: “Waduh sama saja, Bu. Enggak boleh itu. Sama saja masih kasar. Gantilah, Bu.”

Baca Juga: Memeriksa Penjudi

Perempuan: “Lhah.. Terus apa dong, Pak?”

Keduanya lalu terdiam, sama-sama berpikir. Tiba-tiba sang perempuan tersenyum.

Perempuan: “Hehe.. saya tahu, Pak. Pekerjaan saya peternak ayam.”

Baca Juga: Kisah Dulbahar, Dulmaton, dan Dulkenyot

Konsultan: “Naahhh... Itu baru benar. Ya sudah saya tulis peternak ayam, ya.”

Perempuan: “Ya, begitu, Pak, cocok.”

Konsultan: “Tapi ngomong-ngomong, kok peternak ayam ya, Bu? Apa hubungannya?”

Baca Juga: Obat Tidak Manjur

Perempuan: “Well.. Tahun lalu saya membesarkan 5.000 ayam jantan (cocks), Pak.” (Bsi)

“Oke, silakan,” jawab sang perempuan.

Baca Juga: Tersedak Koin

Si konsultan necis itu kemudian meminta perempuan tersebut memberikan nama, alamat, nomor KTP, NPWP, dan seterusnya, hingga kemudian ia bertanya sembari menulis-nulis di buku catatannya.

Konsultan: “Jadi apa pekerjaan Ibu?”

Perempuan: “Saya seorang pelacur, Pak.”

Baca Juga: Pangling

Konsultan: “Oh jangan.. Jangan. Itu nggak bisa. Terlalu kasar, Bu. Nggak boleh. Apa ada istilah lain?”

Perempuan: “Oh oke. Saya seorang Wanita Tuna Susila, Pak.”

Konsultan: “Waduh sama saja, Bu. Enggak boleh itu. Sama saja masih kasar. Gantilah, Bu.”

Baca Juga: Memeriksa Penjudi

Perempuan: “Lhah.. Terus apa dong, Pak?”

Keduanya lalu terdiam, sama-sama berpikir. Tiba-tiba sang perempuan tersenyum.

Perempuan: “Hehe.. saya tahu, Pak. Pekerjaan saya peternak ayam.”

Baca Juga: Kisah Dulbahar, Dulmaton, dan Dulkenyot

Konsultan: “Naahhh... Itu baru benar. Ya sudah saya tulis peternak ayam, ya.”

Perempuan: “Ya, begitu, Pak, cocok.”

Konsultan: “Tapi ngomong-ngomong, kok peternak ayam ya, Bu? Apa hubungannya?”

Baca Juga: Obat Tidak Manjur

Perempuan: “Well.. Tahun lalu saya membesarkan 5.000 ayam jantan (cocks), Pak.” (Bsi)

Topik : humor pajak, anekdot pajak
artikel terkait
Senin, 03 April 2017 | 14:08 WIB
KARTUN PAJAK
Sabtu, 11 Juni 2016 | 18:35 WIB
KARTUN PAJAK
Sabtu, 18 Juni 2016 | 13:03 WIB
KARTUN PAJAK
Rabu, 21 Februari 2018 | 17:17 WIB
HUMOR PAJAK
berita pilihan
Jum'at, 19 Oktober 2018 | 18:05 WIB
ANEKDOT PAJAK
Senin, 03 April 2017 | 14:08 WIB
KARTUN PAJAK
Rabu, 19 Oktober 2016 | 15:01 WIB
ANEKDOT PAJAK
Senin, 09 Januari 2017 | 10:34 WIB
ANEKDOT PAJAK
Kamis, 01 Desember 2016 | 14:55 WIB
ANEKDOT PAJAK
Selasa, 22 Januari 2019 | 16:15 WIB
ANEKDOT PAJAK
Jum'at, 19 Juli 2019 | 11:53 WIB
ANEKDOT AKUNTAN
Selasa, 26 Februari 2019 | 16:00 WIB
ANEKDOT PAJAK
Jum'at, 14 Juli 2017 | 18:38 WIB
ANEKDOT PAJAK
Senin, 19 Juni 2017 | 15:34 WIB
ANEKDOT PAJAK
Terpopuler
1
ANEKDOT AKUNTAN
2
ANEKDOT PAJAK