Review
Sabtu, 26 September 2020 | 08:20 WIB
PERSPEKTIF
Kamis, 24 September 2020 | 09:50 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 23 September 2020 | 14:02 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 22 September 2020 | 20:22 WIB
REPORTASE DARI TILBURG BELANDA
Fokus
Literasi
Senin, 28 September 2020 | 18:20 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 28 September 2020 | 16:33 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 28 September 2020 | 16:17 WIB
TIPS PAJAK
Senin, 28 September 2020 | 15:36 WIB
PAJAK DAERAH (18)
Data & alat
Jum'at, 25 September 2020 | 19:31 WIB
STATISTIK PENANGANAN COVID-19
Rabu, 23 September 2020 | 18:13 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Rabu, 23 September 2020 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 23 SEPTEMBER-29 SEPTEMBER 2020
Jum'at, 18 September 2020 | 15:48 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Komunitas
Senin, 28 September 2020 | 11:45 WIB
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
Sabtu, 26 September 2020 | 13:58 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Sabtu, 26 September 2020 | 10:01 WIB
DEDDY CORBUZIER:
Sabtu, 26 September 2020 | 07:51 WIB
KOMIK PAJAK
Kolaborasi
Selasa, 22 September 2020 | 13:50 WIB
KONSULTASI
Selasa, 22 September 2020 | 11:00 WIB
KONSULTASI
Selasa, 15 September 2020 | 13:45 WIB
KONSULTASI
Selasa, 15 September 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI
Reportase

Perkuat Kualitas, Tax Center Bisa Pakai Benchmark Negara Lain

A+
A-
2
A+
A-
2
Perkuat Kualitas, Tax Center Bisa Pakai Benchmark Negara Lain

Kabid Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Kanwil DJP Sumatra Utara (Sumut) I Bismar Fahlerie saat memaparkan materi dalam webinar bertajuk “Peran Tax Center Sebagai Mitra DJP: Upaya Meningkatkan Peran Pajak dalam Pembangunan Masa Depan”, Selasa (4/8/2020).

MEDAN, DDTCNews – Otoritas pajak berharap tax center Indonesia bisa melakukan studi komparasi dengan organisasi serupa tax center di negara lain. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat peran tax center sebagai mitra strategis Ditjen Pajak (DJP).

Kabid Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Kanwil DJP Sumatra Utara (Sumut) I Bismar Fahlerie mengatakan tax center di beberapa negara, seperti Singapura, Filipina, dan Uni Eropa bisa dijadikan benchmark.

“Kegiatan-kegiatan di negara lain diharapkan juga bisa menjadi benchmark untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan tax center di Indonesia," katanya dalam sebuah webinar bertajuk “Peran Tax Center Sebagai Mitra DJP: Upaya Meningkatkan Peran Pajak dalam Pembangunan Masa Depan”, Selasa (4/8/2020).

Baca Juga: Duh, Penerimaan Pajak Sektor Pariwisata Turun Hingga 27%

Bismar mengatakan peran tax center sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kepedulian masyarakat terhadap hak dan kewajiban perpajakannya yang pada akhirnya dapat mewujudkan kemandirian bangsa.

Dia menyebut hingga saat ini telah terdapat tujuh tax center yang menjadi mitra Kanwil DJP Sumut I. Kegiatannya juga beragam, seperti memberikan pelatihan, membuat penelitian dan kajian perpajakan, hingga menyosialisasikan perpajakan kepada masyarakat.

Meski demikian, Bismar menilai ruang untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan tax center di Indonesia masih sangat luas. Peningkatan kualitas dan kemampuan tax center itu juga bisa mencontoh best practice dari luar negeri.

Baca Juga: Soal Implementasi e-Faktur 3.0, PKP Baru Perlu Lakukan Langkah Ini

Misalnya, Singapura yang memiliki tax center bernama Tax Academy Singapore, sebuah institusi nonprofit yang dibentuk otoritas pajak bekerja sama dengan firma akuntansi internasional. Kegiatan yang rutin diselenggarakan yakni memberikan pelatihan pajak, menyelenggarakan seminar dan konferensi pajak bersama universitas, serta menerbitkan jurnal penelitian.

Di Filipina, ada tax center bernama National Tax Research Center yang berada di bawah naungan Department of Finance (DoF) yang secara berkala mengadakan penelitian perpajakan. Hasil penelitian itu juga memuat rekomendasi kepada DoF untuk meningkatkan sistem perpajakan di Filipina.

Sementara di Uni Eropa, tax center dibentuk dengan menginduk pada universitas-universitas yang memiliki jurusan perpajakan dalam kategori top ranking universities. Menurutnya, hampir semua tax center di Eropa merupakan institusi independen yang pendanaannya sebagian besar dari sektor privat.

Baca Juga: Perhatian! Aplikasi e-Faktur 2.2 Rencananya Ditutup Minggu Depan

"Kita bisa melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan tax center di Indonesia," katanya.

Kabid Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Kanwil DJP Sumut II Mukhammad Faisal Artjan juga menilai tax center di Indonesia perlu menggencarkan penelitian dan kajian perpajakan yang hasilnya bisa digunakan pemerintah dalam menyusun kebijakan strategis.

"Tidak hanya kajian kewilayahan, tapi juga secara sektoral. Ini karena isu sektoral di setiap wilayah tidak semua sama," katanya.

Baca Juga: Soal Shortfall Pajak, Kepala BKF: Teman-Teman di DJP Lagi Kerja Keras

Tax center, sambungnya, memiliki posisi yang sangat strategis sebagai hub yang mempertemukan DJP dan wajib pajak. Pada beberapa kasus, dia menilai masyarakat lebih nyaman mendengarkan penjelaskan dari tax center mengenai hak dan kewajiban pajak ketimbang yang disampaikan secara langsung oleh petugas pajak.

"Tax center ini menjadi salah satu harapan kami untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat karena kampus bisa lebih menjangkau calon wajib pajak dan wajib pajak," ujarnya.

Ketua Asosiasi Tax Center Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (Atpetsi) DPD Sumut Januri mengatakan pengetahuan mengenai perpajakan perlu diberikan kepada semua mahasiswa untuk memberikan pemahaman mengenai hak dan kewajiban pajaknya.

Baca Juga: Besok Malam, Tidak Bisa Bayar Pajak Lewat MPN

Dia mengatakan mata kuliah wajib perpajakan telah mulai diberlakukan di kampusnya yakni Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Oleh karena itu, dia berharap DJP bisa ikut mendorong agar mata kuliah wajib perpajakan berlaku di semua universitas di Indonesia.

Januri melanjutkan pemahaman yang kuat mengenai hak dan kewajiban perpajakan juga akan meningkatkan kepatuhan kampus dalam membayar pajak. Dia menegaskan tax center siap terlibat aktif dalam mendukung pelaksanaan mata kuliah wajib perpajakan di kampus.

"Saya yakin perpajakan ini akan menjadi besar dan akan menjadi kegemaran mahasiswa," ujarnya.

Baca Juga: Hanya 4,3% Permintaan Data dari Ditjen Pajak yang Dipenuhi Perbankan

Sebagai informasi, webinar ini terselenggara atas hasil kerja sama Kanwil DJP Sumut I dan II serta Asosiasi Tax Center Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (Atpetsi) DPD Sumut. Simak pula artikel 'Bersama DJP, Atpetsi Bakal Jalankan Riset Pajak Berbasis Kewilayahan'. (kaw)

Topik : tax center, Atpetsi, DJP, kajian perpajakan, Kanwil DJP Sumut, Atpetsi DPD Sumut, webinar
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 23 September 2020 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Selasa, 22 September 2020 | 16:58 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 22 September 2020 | 15:08 WIB
RENSTRA DJP 2020-2024
Selasa, 22 September 2020 | 13:50 WIB
KONSULTASI
berita pilihan
Senin, 28 September 2020 | 18:20 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 28 September 2020 | 17:28 WIB
PENGADILAN PAJAK
Senin, 28 September 2020 | 17:17 WIB
PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
Senin, 28 September 2020 | 17:15 WIB
KABUPATEN MALANG
Senin, 28 September 2020 | 17:00 WIB
RUU CIPTA KERJA
Senin, 28 September 2020 | 16:48 WIB
TAIWAN
Senin, 28 September 2020 | 16:33 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 28 September 2020 | 16:22 WIB
FASILITAS PERPAJAKAN
Senin, 28 September 2020 | 16:17 WIB
TIPS PAJAK