Review
Senin, 30 Januari 2023 | 12:00 WIB
TAJUK PERPAJAKAN
Senin, 30 Januari 2023 | 10:15 WIB
Dir. Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa DJBC Nirwala Dwi Heryanto:
Jum'at, 27 Januari 2023 | 08:00 WIB
MENDESAIN PAJAK NATURA DAN KENIKMATAN (2)
Kamis, 26 Januari 2023 | 15:53 WIB
MENDESAIN PAJAK NATURA DAN KENIKMATAN (1)
Fokus
Literasi
Senin, 30 Januari 2023 | 14:24 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 30 Januari 2023 | 12:00 WIB
TIPS PAJAK
Senin, 30 Januari 2023 | 10:45 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 27 Januari 2023 | 17:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Data & Alat
Rabu, 25 Januari 2023 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 25 JANUARI - 31 JANUARI 2023
Rabu, 18 Januari 2023 | 09:03 WIB
KURS PAJAK 18 JANUARI - 24 JANUARI 2023
Rabu, 11 Januari 2023 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 11 JANUARI - 17 JANUARI 2022
Rabu, 04 Januari 2023 | 09:11 WIB
KURS PAJAK 04 JANUARI - 10 JANUARI 2023
Reportase

Perkasa! Rupiah Menguat terhadap Mayoritas Mata Uang Negara Mitra

A+
A-
1
A+
A-
1
Perkasa! Rupiah Menguat terhadap Mayoritas Mata Uang Negara Mitra

Ilustrasi.

JAKARTA, DDTCNews - Rupiah berbalik menguat terhadap mayoritas mata uang negara mitra dagang untuk patokan angka pelunasan pajak (kurs beli) satu pekan ke depan. Pelemahan rupiah hanya terjadi terhadap dolar Australia, ringgit Malaysia, yen Jepang, bath Thailand, dan yuan renminbi China.

Nilai kurs pajak untuk setiap US$1 ditetapkan senilai Rp15.605. Kurs pajak terhadap mata uang Negeri Paman Sam tersebut turun dari posisi minggu lalu yang berada pada level Rp15.665 per dolar Amerika Serikat (AS).

Sementara itu, dolar Australia melanjutkan tren penguatan. Nilai kurs pajak ditetapkan senilai Rp10.610,06 per dolar Australia. Nilai kurs pajak terhadap mata uang Negeri Kanguru naik dari posisi pekan lalu yang berada pada level Rp10.584,93 per dolar Australia.

Baca Juga: Wawancara 2 Calon Hakim Agung TUN Khusus Pajak Digelar Rabu Pekan Ini

Ringgit Malaysia juga turut melanjutkan tren penguatan dengan posisi kurs pajak ditetapkan senilai Rp3.550,68 per ringgit Malaysia. Nilai kurs pajak terhadap mata uang Negeri Jiran tersebut naik dari posisi minggu lalu yang berada pada level Rp3.545,46 per ringgit Malaysia.

Selanjutnya, nilai kurs pajak terhadap mata uang Negeri Merlion ditetapkan senilai Rp11.623,39 per dolar Singapura. Pergerakan kurs pajak tersebut mengalami penurunan dari posisi minggu lalu yang berada pada level Rp11.640,53 per dolar Singapura.

Adapun nilai kurs pajak untuk setiap €1 ditetapkan senilai Rp16.535,98. Nilai kurs pajak terhadap mata uang zona Eropa tersebut turun signifikan dari posisi pekan lalu yang berada pada level Rp16.683,94 per euro.

Baca Juga: Barang di Batam Lebih Murah karena Bebas Pajak? Ternyata Ini Faktanya

Kurs pajak ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 3/KM.10/2022. Kurs ini digunakan untuk pelunasan pajak pertambahan nilai (PPN), pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), dan bea masuk.

Berikut kurs pajak periode 11 Januari 2023 - 17 Januari 2023 selengkapnya:

No Mata Uang Nilai Perubahan
1 Dolar Amerika Serikat (USD) 15.605,00 -60,00
2 Dolar Australia (AUD) 10.610,06 25,13
3 Dolar Kanada (CAD) 11.518,54 -30,67
4 Kroner Denmark (DKK) 2.223,33 -20,13
5 Dolar Hongkong (HKD) 1.997,60 -10,63
6 Ringgit Malaysia (MYR) 3.550,68 5,22
7 Dolar Selandia Baru (NZD) 9.813,30 -80,52
8 Kroner Norwegia (NOK) 1.551,83 -38,14
9 Poundsterling Inggris (GBP) 18.747,13 -126,04
10 Dolar Singapura (SGD) 11.623,39 -17,14
11 Kroner Swedia (SEK) 1.478,92 -17,24
12 Franc Swiss (CHF) 16.757,30 -130,60
13 Yen Jepang (JPY) 11.822,59 44,82
14 Kyat Myanmar (MMK) 7,44 -0,03
15 Rupee India (INR) 188,59 -0,63
16 Dinar Kuwait (KWD) 50.923,45 -179,25
17 Rupee Pakistan (PKR) 68,81 -0,25
18 Peso Philipina (PHP) 279,74 -0,26
19 Riyal Saudi Arabia (SAR) 4.151,30 -15,74
20 Rupee Sri Lanka (LKR) 42,67 -0,13
21 Bath Thailand (THB) 457,46 5,78
22 Dolar Brunei Darussalam (BND) 11.610,75 -12,45
23 Euro Euro (EUR) 16.535,98 -147,96
24 Yuan Renminbi Tiongkok (CNY) 2.263,55 15,23
25 Won Korea (KRW) 12,28 -0,06

Note: untuk JPY adalah Nilai Rupiah per 100 (sap)

Baca Juga: Tak Cuma Pajak, Perizinan Sampai Ekspor-Impor Juga Wajib Pakai NIK

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : kurs pajak, pajak, valuta asing, PPN, PPnBM, rupiah, ringgit Malaysia, dolar AS, euro, dolar Australia

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Minggu, 29 Januari 2023 | 16:00 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

SPT Lebih Bayar Bisa Dianggap Tak Ada Kelebihan Jika Ini Terjadi

Minggu, 29 Januari 2023 | 15:00 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Begini Kontribusi Jakarta terhadap Penerimaan Pajak Nasional 2022

Minggu, 29 Januari 2023 | 12:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Ini Kondisi-Kondisi yang Membuat SPT Bisa Dinyatakan Tidak Lengkap

berita pilihan

Senin, 30 Januari 2023 | 21:02 WIB
SELEKSI HAKIM AGUNG

Wawancara 2 Calon Hakim Agung TUN Khusus Pajak Digelar Rabu Pekan Ini

Senin, 30 Januari 2023 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Barang di Batam Lebih Murah karena Bebas Pajak? Ternyata Ini Faktanya

Senin, 30 Januari 2023 | 17:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Agar Tak Hambat Investasi, Peraturan Soal Perizinan Ini Bakal Direvisi

Senin, 30 Januari 2023 | 16:30 WIB
PMK 112/2022

Tak Cuma Pajak, Perizinan Sampai Ekspor-Impor Juga Wajib Pakai NIK

Senin, 30 Januari 2023 | 16:00 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Ingat, Pembetulan SPT Tidak Bisa Cuma Copy Paste Data PDF dari e-Form

Senin, 30 Januari 2023 | 15:45 WIB
ADA APA DENGAN PAJAK?

Apa itu Advance Pricing Agreement dan Aturan Terbarunya di PP 55/2022?

Senin, 30 Januari 2023 | 15:30 WIB
KEBIJAKAN BEA DAN CUKAI

Kanwil DJBC Jakarta Ambil Alih Kantor Bea Cukai Bekasi dan Cikarang

Senin, 30 Januari 2023 | 15:19 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Soal PPh Ditanggung Pemberi Kerja, DJP: PER-16/PJ/2016 Masih Berlaku

Senin, 30 Januari 2023 | 15:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Hati-Hati Modus Baru Penipuan, Ancam Potong Pajak Autodebet Rekening

Senin, 30 Januari 2023 | 14:24 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa PPh Pasal 21 atas Biaya Gaji Pemegang Saham