Review
Kamis, 29 September 2022 | 16:16 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 27 September 2022 | 11:55 WIB
KONSULTASI UU HPP
Minggu, 25 September 2022 | 11:30 WIB
KEPALA BAPENDA RIAU SYAHRIAL ABDI
Kamis, 22 September 2022 | 13:53 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 28 September 2022 | 09:39 WIB
KURS PAJAK 28 SEPTEMBER - 04 OKTOBER 2022
Rabu, 21 September 2022 | 08:33 WIB
KURS PAJAK 21 SEPTEMBER - 27 SEPTEMBER 2022
Rabu, 14 September 2022 | 09:21 WIB
KURS PAJAK 14 SEPTEMBER - 20 SEPTEMBER 2022
Rabu, 07 September 2022 | 09:33 WIB
KURS PAJAK 07 SEPTEMBER - 13 SEPTEMBER
Komunitas
Senin, 03 Oktober 2022 | 16:52 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Senin, 03 Oktober 2022 | 12:25 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Sabtu, 01 Oktober 2022 | 07:00 WIB
ANIMASI PAJAK
Jum'at, 30 September 2022 | 16:15 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Reportase

Pandemi Bikin Penerimaan Negara Sempat Hancur, Ini Cerita Sri Mulyani

A+
A-
0
A+
A-
0
Pandemi Bikin Penerimaan Negara Sempat Hancur, Ini Cerita Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut pandemi telah menyebabkan tekanan berat pada berbagai aspek, termasuk pada penerimaan negara.

Sri Mulyani mengatakan penerimaan negara biasanya dikumpulkan dari setiap kegiatan ekonomi yang bergerak di masyarakat. Namun, pandemi telah menyebabkan mayoritas kegiatan ekonomi tersendat sehingga penerimaan negara turut mengalami kontraksi.

"Bisa dibayangkan. Enggak ada demand, enggak ada supply. Kegiatan ekonomi enggak ada, penerimaan negara pasti hancur, sedangkan permintaan untuk protection masyarakat menjadi sangat besar," katanya, dikutip pada Minggu (7/8/2022).

Baca Juga: Apa Itu Perusahaan Modal Ventura?

Dalam peluncuran buku Keeping Indonesia Safe from Covid-19 Pandemic, Sri Mulyani menuturkan pendapatan negara yang merosot menyebabkan defisit APBN melebar. Apalagi, kebutuhan belanjanya melonjak untuk menangani pandemi dan dampaknya pada masyarakat.

Dalam situasi tersebut, lanjutnya, pemerintah menerbitkan Perpu 1/2020, yang kemudian disahkan menjadi UU 2/2020 sebagai payung hukum pelebaran defisit APBN selama 3 tahun untuk menangani pandemi.

Pada 2020, defisit APBN melebar hingga 6,09% terhadap PDB. Defisit kemudian diturunkan secara bertahap menjadi 4,65% pada 2021, dan ditargetkan kembali menyusut menjadi 4,5% pada 2022.

Baca Juga: Celah Pajak e-Commerce Berisiko Melebar, Vietnam Siapkan Strategi Ini

Menurut Sri Mulyani, pemerintah berkomitmen patuh pada amanat UU 2/2022 untuk mengembalikan defisit APBN ke level 3% pada 2023. Untuk itu, langkah-langkah konsolidasi fiskal harus dilakukan secara hati-hati sehingga penurunan defisit tidak menimbulkan syok pada perekonomian.

"Bagaimana caranya untuk bisa bikin supaya defisitnya dibuka cap-nya 3%, tapi tidak menjadi running wild. Bagaimana caranya ini tidak menjadi, kalau bahasa Jawanya tuman atau bad habits yang akan kontinu," ujarnya.

Meski demikian, Sri Mulyani menegaskan pemerintah akan menjaga APBN tetap fleksibel, antisipatif, dan responsif dalam menghadapi berbagai risiko termasuk kenaikan inflasi dan dampak geopolitik dunia.

Baca Juga: Korlantas Sebut Kendaraan yang Tunggak Pajak Bisa Ditilang

Menurutnya, APBN juga harus bersiap untuk menghadapi tantangan-tantangan lainnya pada masa depan di antaranya seperti perubahan iklim. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : penerimaan negara, pajak, menkeu sri mulyani, APBN, belanja negara, nasional

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 03 Oktober 2022 | 11:30 WIB
KOTA CIREBON

Pemutihan PBB-P2 Sampai Akhir Tahun! Bisa Lunasi Lewat Marketplace

Senin, 03 Oktober 2022 | 11:00 WIB
KP2KP BENGKAYANG

Instal Sertifikat Elektronik, PKP Baru Diimbau Datang ke Kantor Pajak

Senin, 03 Oktober 2022 | 10:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Sri Mulyani Minta Lulusan STAN Selalu Siap Hadapi Tantangan APBN

Senin, 03 Oktober 2022 | 08:47 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

Aplikasi Baru e-SPT PPN, Ditjen Pajak: Tersedia Awal Bulan Ini

berita pilihan

Senin, 03 Oktober 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Perusahaan Modal Ventura?

Senin, 03 Oktober 2022 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Korlantas Sebut Kendaraan yang Tunggak Pajak Bisa Ditilang

Senin, 03 Oktober 2022 | 17:11 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa PPh Pasal 23 atas Pinjaman Tanpa Bunga

Senin, 03 Oktober 2022 | 17:00 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

'Email dan NIK Sudah Didaftarkan NPWP' Saat Daftar Online, Ini Artinya

Senin, 03 Oktober 2022 | 16:52 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022

Memanfaatkan Sumber Informasi Terbuka untuk Awasi Kepatuhan Pajak HNWI

Senin, 03 Oktober 2022 | 16:30 WIB
PER-14/PJ/2022

Sudah Ada SPT Masa Unifikasi, Lampiran Formulir 1107 PUT 1 Dihapus

Senin, 03 Oktober 2022 | 16:09 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Wah! Ada Email Blast Lagi dari DJP, WP Diminta Perbarui Data Pribadi

Senin, 03 Oktober 2022 | 16:00 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Ingat! e-SPT Sudah Ditutup, Pembetulan SPT Tahunan Badan Pakai e-Form

Senin, 03 Oktober 2022 | 15:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Jokowi: Jangan Sampai Pabriknya Besar-Besar, Tapi Lingkungannya Miskin