Review
Selasa, 26 Mei 2020 | 14:16 WIB
Seri Tax Control Framework (8)
Selasa, 26 Mei 2020 | 10:01 WIB
OPINI PAJAK
Senin, 25 Mei 2020 | 09:30 WIB
KONSULTASI PAJAK
Minggu, 24 Mei 2020 | 14:42 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Fokus
Data & alat
Minggu, 24 Mei 2020 | 12:00 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 22 Mei 2020 | 10:08 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:59 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 20 MEI-2 JUNI 2020
Reportase

Pajak Orang Kaya Diusulkan untuk Danai Pendidikan Anak

A+
A-
8
A+
A-
8
Pajak Orang Kaya Diusulkan untuk Danai Pendidikan Anak

Elizabeth Warren. (foto: WP)

JAKARTA, DDTCNews – Kandidat Presiden Amerika Serikat 2020 dari Demokrat Senator Elizabeth Warren mengusulkan rencana revolusioner pada Jumat lalu, saat berada di Houston R. Brown Convention Center bersama dengan kandidat presiden lainnya.

Dia menyerukan kenaikan pajak pada penduduk yang berpenghasilan lebih dari US$50 juta (sekitar Rp707,4 milliar) dan memanfaatkan dananya untuk merawat anak-anak. Pernyataan itu merupakan tanggapan atas pertanyaan terkait strategi Warren guna memastikan seluruh anak Amerika mendapat hak atas pendidikan yang didanai penuh.

“Setiap dolar yang dihasilkan, setelah melampaui US$50 juta pertama, akan dikenakan pajak 0,02%. Nantinya, dana yang terkumpul digunakan untuk merawat anak-anak di Amerika secara gratis,” ujar Warren, seperti dikutip pada Senin (8/7/2019).

Baca Juga: China Umumkan Keringanan Tarif Bea Masuk untuk 96 Komoditas

Selain itu, Warren juga menjabarkan rencananya untuk memanfaatkan pendapatan yang dihasilkan dari upaya memajaki orang kaya. Pada intinya, dana yang terkumpul akan digunakan untuk mendanai kehidupan dari setiap anak-anak sejak mereka dilahirkan hingga mencapai usia 18 tahun.

Lebih detail lagi, pemanfaatan dana ini ditujukan untuk mendanai pengasuhan bayi yang baru lahir sampai dia berusia 5 tahun serta pendidikan prasekolahnya. Selanjutnya, untuk pendidikan tingkat taman kanak-kanak sampai menengah atas sudah didanai melalui sistem sekolah umum Amerika.

Setelah lulus dari bangku sekolah menengah, anak-anak juga akan memiliki kehidupan pascasekolah menengah yang didanai sampai tingkat perguruan tinggi. Dana yang terkumpul dapat pula dimanfaatkan untuk membatalkan student loan yang dimiliki hampir 95% orang.

Baca Juga: Trump: Tak Ada Stimulus Baru Tanpa Pemotongan Pajak Gaji

Warren juga menjelaskan bahwa dana tersebut juga dapat digunakan untuk menaikkan upah bagi setiap guru prasekolah dan pengasuh anak yang professional. Selain itu, dana juga bisa diinvestasikan pada bidang infrastruktur dengan membangun sekolah yang bersih dan canggih.

Seperti dilansir bizpacreview, selain Warren, Bernie Sanders –kandidat presiden lain dari Demokrat – juga sependapat untuk menaikkan pajak. Bernie menyatakan bahwa peningkatan pajak pada kelas menengah untuk mengkapitalisasi ‘Medicare for All’. (MG-nor/kaw)

Baca Juga: Penerimaan Negara Lesu, Pakar Pajak Usulkan Beberapa Solusi
Topik : Amerika Serikat, Elizabeth Warren, pajak orang kaya
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 25 Maret 2020 | 06:00 WIB
AMERIKA SERIKAT
Senin, 23 Maret 2020 | 14:35 WIB
AUSTRALIA
Sabtu, 21 Maret 2020 | 06:00 WIB
PEMILU AMERIKA SERIKAT 2020
Jum'at, 20 Maret 2020 | 09:30 WIB
AMERIKA SERIKAT
berita pilihan
Selasa, 26 Mei 2020 | 19:30 WIB
AUDIT BPK
Selasa, 26 Mei 2020 | 18:53 WIB
AUDIT
Selasa, 26 Mei 2020 | 18:06 WIB
CUKAI EMISI KARBON
Selasa, 26 Mei 2020 | 17:17 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Selasa, 26 Mei 2020 | 17:11 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Selasa, 26 Mei 2020 | 16:41 WIB
KOTA SUKABUMI
Selasa, 26 Mei 2020 | 16:27 WIB
KABUPATEN BULUNGAN
Selasa, 26 Mei 2020 | 16:14 WIB
FILIPINA
Selasa, 26 Mei 2020 | 16:01 WIB
EKONOMI DIGITAL
Selasa, 26 Mei 2020 | 16:00 WIB
KONSULTASI