Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Pajak Karbon Diproyeksi Sulut Ledakan Pekerjaan Konstruksi, Kok Bisa?

1
1

Ilustrasi pekerja konstruksi.

JAKARTA, DDTCNews – Pajak atas karbon diproyeksi akan berdampak pada munculnya ledakan pekerjaan di sektor konstruksi.

The Smart Prosperity Institute dalam laporan terbaru memperkirakan ada gelombang investasi baru di sektor konstruksi pada 2025. Dengan proyeksi aliran investasi senilai US$2,5 miliar, ada potensi sebanyak 19.000 pekerjaan tambahan. Industri konstruksi saat ini mewakili 14% PDB Kanada.

“Harga karbon yang tinggi mendorong rumah tangga dan perusahaan untuk menurunkan emisi mereka agar terhindar dari pajak. Seseorang harus membangun semua pabrik baru ini,” kata Mike Moffatt, Direktur Senior Kebijakan dan Inovasi yang juga penulis laporan tersebut, seperti dikutip pada Rabu (15/5/2019).

Baca Juga: Belum Sebulan Dicabut, Pajak Karbon Bakal Dikenakan Lagi

Dia memberi contoh dengan harga karbon yang lebih tinggi, batubara menjadi sangat mahal. Dengan demikian, aka nada penggantian pembangkit energi dari batubara menjadi energi terbarukan seperti matahari, angin, air, dan gas alam yang memiliki jejak karbon lebih rendah dibandingkan batubara.

Moffat juga melihat akan adanya peningkatan aktivitas pembongkaran atau renovasi, terutama bangunan tua, rumah, pabrik, dan gedung perkantoran. Bangunan baru nantinya, sambung dia, memang lebih rumit karena dirancang agar hemat energi.

“Kami juga melihat ada sedikit penambahan beberapa komponen baik dari rumah maupun perusahaan. Secara khusus, kami melihat banyak pemasangan sistem pemanas dan pendingin,” imbuhnya.

Baca Juga: Mulai 1 Juni 2019, Pemerintah Pungut Pajak Karbon

Munculnya ledakan pekerjaan sektor konstruksi ini diperkirakan akan lebih banyak terjadi di Saskatchewan. Selanjutnya, beberapa wilayah juga mendapatkan porsinya, seperti Quebec, Ontario, New Brunswick, Alberta, dan British Columbia.

Seperti dilansir Yahoo Finance Canada, Moffatt memproyeksi ada 20.500 pekerjaan baru yang tercipta di sektor ekonomi lainnya sebagai hasil dari pajak karbon. Selain itu ada peluang global senilai US$26 triliun dalam pertumbuhan ekonomi yang bersih (clean growth). (kaw)

Baca Juga: Pajak Karbon di Provinsi Penghasil Minyak Mentah Ini Dicabut, Ada Apa?

“Harga karbon yang tinggi mendorong rumah tangga dan perusahaan untuk menurunkan emisi mereka agar terhindar dari pajak. Seseorang harus membangun semua pabrik baru ini,” kata Mike Moffatt, Direktur Senior Kebijakan dan Inovasi yang juga penulis laporan tersebut, seperti dikutip pada Rabu (15/5/2019).

Baca Juga: Belum Sebulan Dicabut, Pajak Karbon Bakal Dikenakan Lagi

Dia memberi contoh dengan harga karbon yang lebih tinggi, batubara menjadi sangat mahal. Dengan demikian, aka nada penggantian pembangkit energi dari batubara menjadi energi terbarukan seperti matahari, angin, air, dan gas alam yang memiliki jejak karbon lebih rendah dibandingkan batubara.

Moffat juga melihat akan adanya peningkatan aktivitas pembongkaran atau renovasi, terutama bangunan tua, rumah, pabrik, dan gedung perkantoran. Bangunan baru nantinya, sambung dia, memang lebih rumit karena dirancang agar hemat energi.

“Kami juga melihat ada sedikit penambahan beberapa komponen baik dari rumah maupun perusahaan. Secara khusus, kami melihat banyak pemasangan sistem pemanas dan pendingin,” imbuhnya.

Baca Juga: Mulai 1 Juni 2019, Pemerintah Pungut Pajak Karbon

Munculnya ledakan pekerjaan sektor konstruksi ini diperkirakan akan lebih banyak terjadi di Saskatchewan. Selanjutnya, beberapa wilayah juga mendapatkan porsinya, seperti Quebec, Ontario, New Brunswick, Alberta, dan British Columbia.

Seperti dilansir Yahoo Finance Canada, Moffatt memproyeksi ada 20.500 pekerjaan baru yang tercipta di sektor ekonomi lainnya sebagai hasil dari pajak karbon. Selain itu ada peluang global senilai US$26 triliun dalam pertumbuhan ekonomi yang bersih (clean growth). (kaw)

Baca Juga: Pajak Karbon di Provinsi Penghasil Minyak Mentah Ini Dicabut, Ada Apa?
Topik : konstruksi, pajak karbon, Kanada
artikel terkait
Jum'at, 11 November 2016 | 17:27 WIB
BRASIL
Kamis, 08 Juni 2017 | 14:18 WIB
ARAB SAUDI
Rabu, 05 Oktober 2016 | 12:33 WIB
AFRIKA SELATAN
Jum'at, 21 Oktober 2016 | 10:03 WIB
SUDAN SELATAN
berita pilihan
Rabu, 29 Maret 2017 | 15:50 WIB
MALAYSIA
Jum'at, 24 Maret 2017 | 10:56 WIB
AMERIKA SERIKAT
Selasa, 14 Februari 2017 | 11:55 WIB
THAILAND
Kamis, 06 Juli 2017 | 08:11 WIB
ETHIOPIA
Kamis, 18 Mei 2017 | 17:02 WIB
SPANYOL
Jum'at, 05 Agustus 2016 | 07:32 WIB
AUSTRALIA
Rabu, 22 Maret 2017 | 15:36 WIB
INDIA
Kamis, 03 November 2016 | 07:07 WIB
KENYA
Rabu, 28 September 2016 | 17:07 WIB
PAKISTAN
Rabu, 24 Agustus 2016 | 14:11 WIB
FILIPINA