Berita
Kamis, 03 Desember 2020 | 18:15 WIB
KINERJA DJBC
Kamis, 03 Desember 2020 | 17:53 WIB
PELAYANAN PAJAK
Kamis, 03 Desember 2020 | 17:49 WIB
KEBIJAKAN EKONOMI
Kamis, 03 Desember 2020 | 17:45 WIB
KABUPATEN MALANG
Review
Rabu, 02 Desember 2020 | 15:04 WIB
KONSULTASI PAJAK
Minggu, 29 November 2020 | 09:01 WIB
SEKJEN ASOSIASI PERTEKSTILAN INDONESIA RIZAL TANZIL RAKHMAN:
Rabu, 25 November 2020 | 15:33 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 18 November 2020 | 16:01 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & alat
Rabu, 02 Desember 2020 | 17:31 WIB
STATISTIK PAJAK KONSUMSI
Rabu, 02 Desember 2020 | 09:18 WIB
KURS PAJAK 2 DESEMBER - 8 DESEMBER 2020
Jum'at, 27 November 2020 | 17:22 WIB
STATISTIK WITHHOLDING TAX
Rabu, 25 November 2020 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2020
Komunitas
Rabu, 02 Desember 2020 | 15:20 WIB
PODTAX
Rabu, 02 Desember 2020 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Selasa, 01 Desember 2020 | 17:14 WIB
KONFERENSI NASIONAL PERPAJAKAN
Selasa, 01 Desember 2020 | 17:00 WIB
IAIN SULTAN AMAI GORONTALO
Reportase
Glosarium

Pajak Karbon Diproyeksi Sulut Ledakan Pekerjaan Konstruksi, Kok Bisa?

A+
A-
1
A+
A-
1
Pajak Karbon Diproyeksi Sulut Ledakan Pekerjaan Konstruksi, Kok Bisa?

Ilustrasi pekerja konstruksi.

JAKARTA, DDTCNews – Pajak atas karbon diproyeksi akan berdampak pada munculnya ledakan pekerjaan di sektor konstruksi.

The Smart Prosperity Institute dalam laporan terbaru memperkirakan ada gelombang investasi baru di sektor konstruksi pada 2025. Dengan proyeksi aliran investasi senilai US$2,5 miliar, ada potensi sebanyak 19.000 pekerjaan tambahan. Industri konstruksi saat ini mewakili 14% PDB Kanada.

“Harga karbon yang tinggi mendorong rumah tangga dan perusahaan untuk menurunkan emisi mereka agar terhindar dari pajak. Seseorang harus membangun semua pabrik baru ini,” kata Mike Moffatt, Direktur Senior Kebijakan dan Inovasi yang juga penulis laporan tersebut, seperti dikutip pada Rabu (15/5/2019).

Baca Juga: Pajak Karbon Bakal Berlaku, Industri Pengolahan Besi dan Baja Resah

Dia memberi contoh dengan harga karbon yang lebih tinggi, batubara menjadi sangat mahal. Dengan demikian, aka nada penggantian pembangkit energi dari batubara menjadi energi terbarukan seperti matahari, angin, air, dan gas alam yang memiliki jejak karbon lebih rendah dibandingkan batubara.

Moffat juga melihat akan adanya peningkatan aktivitas pembongkaran atau renovasi, terutama bangunan tua, rumah, pabrik, dan gedung perkantoran. Bangunan baru nantinya, sambung dia, memang lebih rumit karena dirancang agar hemat energi.

“Kami juga melihat ada sedikit penambahan beberapa komponen baik dari rumah maupun perusahaan. Secara khusus, kami melihat banyak pemasangan sistem pemanas dan pendingin,” imbuhnya.

Baca Juga: Transportasi Udara Bakal Dipungut Pajak Karbon, Asosiasi Resah

Munculnya ledakan pekerjaan sektor konstruksi ini diperkirakan akan lebih banyak terjadi di Saskatchewan. Selanjutnya, beberapa wilayah juga mendapatkan porsinya, seperti Quebec, Ontario, New Brunswick, Alberta, dan British Columbia.

Seperti dilansir Yahoo Finance Canada, Moffatt memproyeksi ada 20.500 pekerjaan baru yang tercipta di sektor ekonomi lainnya sebagai hasil dari pajak karbon. Selain itu ada peluang global senilai US$26 triliun dalam pertumbuhan ekonomi yang bersih (clean growth). (kaw)

Baca Juga: Ada Pajak Karbon, Tagihan Listrik Bakal Naik 7% Tahun Depan
Topik : konstruksi, pajak karbon, Kanada
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 30 Juli 2020 | 08:02 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Jum'at, 17 Juli 2020 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Kamis, 16 Juli 2020 | 14:50 WIB
PERPAJAKAN INDONESIA
berita pilihan
Kamis, 03 Desember 2020 | 18:15 WIB
KINERJA DJBC
Kamis, 03 Desember 2020 | 17:53 WIB
PELAYANAN PAJAK
Kamis, 03 Desember 2020 | 17:49 WIB
KEBIJAKAN EKONOMI
Kamis, 03 Desember 2020 | 17:45 WIB
KABUPATEN MALANG
Kamis, 03 Desember 2020 | 17:19 WIB
PPN PRODUK DIGITAL
Kamis, 03 Desember 2020 | 17:15 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Kamis, 03 Desember 2020 | 16:44 WIB
KONFERENSI NASIONAL PERPAJAKAN
Kamis, 03 Desember 2020 | 16:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Kamis, 03 Desember 2020 | 16:16 WIB
PMK 189/2020