Berita
Minggu, 12 Juli 2020 | 15:01 WIB
PROVINSI SULAWESI UTARA
Minggu, 12 Juli 2020 | 14:01 WIB
PERJANJIAN DAGANG
Minggu, 12 Juli 2020 | 10:01 WIB
PERIZINAN
Minggu, 12 Juli 2020 | 09:01 WIB
DAMPAK KENAIKAN PPN
Review
Sabtu, 11 Juli 2020 | 10:32 WIB
PERSPEKTIF
Rabu, 08 Juli 2020 | 06:06 WIB
PERSPEKTIF
Selasa, 07 Juli 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 07 Juli 2020 | 09:06 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Data & alat
Minggu, 12 Juli 2020 | 14:15 WIB
STATISTIK PERTUKARAN INFORMASI
Rabu, 08 Juli 2020 | 15:37 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 08 Juli 2020 | 08:29 WIB
KURS PAJAK 8 JULI - 14 JULI 2020
Minggu, 05 Juli 2020 | 14:31 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Reportase

Optimalkan Penerimaan Pajak 2020, Ini Rencana Langkah DJP

A+
A-
3
A+
A-
3
Optimalkan Penerimaan Pajak 2020, Ini Rencana Langkah DJP

Direktur Potensi, Kepatuhan, dan Penerimaan Pajak DJP Yon Arsal.

JAKARTA, DDTCNews – Ditjen Pajak (DJP) akan menjalankan sejumlah kebijakan untuk mengamankan target penerimaan pajak pada tahun ini. Pengawasan terhadap perkembangan makro ekonomi akan menjadi aspek yang akan dilakukan secara konsisten dan ketat.

Direktur Potensi, Kepatuhan, dan Penerimaan Pajak DJP Yon Arsal mengatakan salah satu penyebab seretnya penerimaan pajak tahun lalu adalah belum optimalnya pengawasan DJP. Pada saat yang bersamaan ada pelemahan ekonomi yang pada gilirannya menekan kinerja setoran pajak.

“Kami belum melakukan pengawasan secara konsisten terhadap pergerakan ekonomi makro global. Faktanya pergerakan ekonomi tersebut berdampak signifikan kepada penerimaan pajak,” kata Yon.

Baca Juga: Bebas Bea Masuk Alkes Dicabut, Bebas Cukai Etil Alkohol Masih

Dia lantas mencontohkan salah satu sektor penerimaan yang tertekan tahun lalu adalah pajak dalam rangka impor. Sektor pajak ini sangat berkaitan dengan kegiatan ekonomi makro dan menyumbang 17% terhadap total penerimaan pajak.

Guncangan ekonomi global kemudian membuat kegiatan perdagangan lintas negara pada 2019 tidak setinggi tahun sebelumnya. Hasilnya, kemudian membuat setoran PPN impor dan PPh 22 impor konsisten tertekan sepanjang tahun lalu.

Untuk PPh 22 Impor misalnya, realisasi penerimaannya hingga akhir 2019 tercatat senilai Rp53 6 triliun. Jenis pajak ini mengalami pertumbuhan negatif 1,9%. Padahal, pada tahun fiskal 2018, laju pertumbuhan penerimaan jenis pajak ini mencapai 26,8%.

Baca Juga: 7 Fitur Pelaporan Realisasi Insentif Baru di DJP Online Siap Dipakai

Kemudian PPN Impor hingga akhir Desember 2019 mencatat penerimaan sejumlah Rp171,3 triliun dan berkontribusi 12,9% terhadap total penerimaan pajak. Jenis pajak ini terkontraksi 8,1% tahun lalu dan jauh lebih rendah dari kinerja 2018 yang tumbuh mencapai 25,1%.

“Komponen impor itu [kontribusinya] 17% terhadap total penerimaan pajak dan tekanan pada sektor itu dampaknya cukup besar," imbuh Yon.

Selain melakukan monitoring yang ketat terhadap perkembangan ekonomi makro. Otoritas juga melakukan beberapa langkah lain untuk mengamankan penerimaan pajak 2020 yang wajib tumbuh di atas 20%.

Baca Juga: DJP Jamin Data Tetap Aman Meski Terjadi Bencana atau Gangguan Lain

Ruang untuk melakukan ekstensifikasi dan intensifikasi, lanjut Yon, masih terbuka lebar. Dalam konteks ini, perbaikan pelayanan dan pengawasan menjadi opsi utama DJP dalam memperluas basis pajak dan meningkatkan kepatuhan.

Dari sisi pelayanan, rencana unifikasi SPT masa dan pelayanan berbasis elektronik menjadi andalan dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak yang sudah terdaftar. Sementara itu, untuk menambah basis pajak baru, pendekatan kewilayahan akan diperkenalkan DJP degan unit kerja level KPP Pratama sebagai ujung tombak utama. Simak soal unifikasi SPT masa PPh di sini.

"Lapor SPT akan disimplifikasi dengan unifikasi misalnya. Dari sisi pengawasan akan lebih terstandarisasi, jadi masih banyak ruang untuk ekstensifikasi dan intensifikasi untuk WP yang belum ter-capture dengan baik," kata Yon. (kaw)

Baca Juga: Think Tank AS: Pajak Transaksi Elektronik Indonesia Diskriminatif
Topik : penerimaan pajak, DJP, unifikasi, ekspor, impor
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

JOSUA HASIHOLAN MUNTHE

Rabu, 08 Januari 2020 | 18:23 WIB
jika saya ada kekeliruan atau informasi terbaru perihal pembayaran pajak kendaraan, mohon sekali di koreksi 🙏

JOSUA HASIHOLAN MUNTHE

Rabu, 08 Januari 2020 | 18:22 WIB
Selamat sore, saya hendak memberikan saran juga untuk meningkatkan penerimaan pajak kedepannya. Pada permasalahan yang pernah di liput dari berbagai media, salah satu penyebab para wajib pajak malas untuk membayar kewajibannya (pajak) adalah aturan Birokrasi yang terlalu rumit. Salah satu contoh a ... Baca lebih lanjut
1
artikel terkait
Kamis, 09 Juli 2020 | 09:51 WIB
PEMBENTUKAN TAX CENTER UKI PAULUS MAKASSAR
Rabu, 08 Juli 2020 | 17:39 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Rabu, 08 Juli 2020 | 17:27 WIB
SE-38/PJ/2020.
Rabu, 08 Juli 2020 | 17:11 WIB
SE-38/PJ/2020.
berita pilihan
Minggu, 12 Juli 2020 | 15:01 WIB
PROVINSI SULAWESI UTARA
Minggu, 12 Juli 2020 | 14:15 WIB
STATISTIK PERTUKARAN INFORMASI
Minggu, 12 Juli 2020 | 14:01 WIB
PERJANJIAN DAGANG
Minggu, 12 Juli 2020 | 13:01 WIB
KEBIJAKAN FISKAL
Minggu, 12 Juli 2020 | 12:01 WIB
CHINA
Minggu, 12 Juli 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Minggu, 12 Juli 2020 | 10:01 WIB
PERIZINAN
Minggu, 12 Juli 2020 | 09:01 WIB
DAMPAK KENAIKAN PPN
Minggu, 12 Juli 2020 | 08:01 WIB
KEBIJAKAN CUKAI
Minggu, 12 Juli 2020 | 07:01 WIB
MALAYSIA