Review
Sabtu, 26 September 2020 | 08:20 WIB
PERSPEKTIF
Kamis, 24 September 2020 | 09:50 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 23 September 2020 | 14:02 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 22 September 2020 | 20:22 WIB
REPORTASE DARI TILBURG BELANDA
Fokus
Literasi
Jum'at, 25 September 2020 | 19:00 WIB
MARGARET THATCHER:
Jum'at, 25 September 2020 | 17:44 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 25 September 2020 | 16:44 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 25 September 2020 | 15:49 WIB
TIPS PAJAK
Data & alat
Jum'at, 25 September 2020 | 19:31 WIB
STATISTIK PENANGANAN COVID-19
Rabu, 23 September 2020 | 18:13 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Rabu, 23 September 2020 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 23 SEPTEMBER-29 SEPTEMBER 2020
Jum'at, 18 September 2020 | 15:48 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Komunitas
Sabtu, 26 September 2020 | 13:58 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Sabtu, 26 September 2020 | 10:01 WIB
DEDDY CORBUZIER:
Sabtu, 26 September 2020 | 07:51 WIB
KOMIK PAJAK
Jum'at, 25 September 2020 | 16:00 WIB
LOMBA MENULIS ARTIKEL PAJAK 2020
Kolaborasi
Selasa, 22 September 2020 | 13:50 WIB
KONSULTASI
Selasa, 22 September 2020 | 11:00 WIB
KONSULTASI
Selasa, 15 September 2020 | 13:45 WIB
KONSULTASI
Selasa, 15 September 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI
Reportase

Menghubungkan Teori dengan Kebijakan Pajak

A+
A-
1
A+
A-
1
Menghubungkan Teori dengan Kebijakan Pajak

ADA banyak faktor yang turut memengaruhi desain sistem perpajakan suatu negara. Faktor-faktor yang dimaksud meliputi pertimbangan yang didasari oleh kepentingan politik, opini publik, kerumitan birokrasi, serta ide-ide dan pandangan yang umumnya berasal dari analisis teoretis.

Buku berjudul “From Optimal Tax Theory to Tax Policy” yang ditulis oleh ekonom bernama Robin Broadway ini mengangkat isu pajak dan mengaitkannya dengan teori-teori ekonomi seperti kegagalan pasar (market failure), barang publik (public goods), dan konsep rasionalitas terbatas (bounded rationality).

Penulis mengkaji peran analisis pajak yang optimal memengaruhi desain kebijakan perpajakan. Pada umumnya, para ekonom kebijakan publik merumuskan model-model optimalisasi sistem transfer pajak yang didasarkan pada prinsip-prinsip normatif untuk mencerminkan efisiensi maupun pertimbangan kesetaraan.

Baca Juga: Kebijakan Pajak pada Masa Pemulihan Ekonomi Jadi Krusial, Mengapa?

Sering kali, desain analisis normatif yang dibangun tidak dapat diimplementasikan secara optimal karena situasi di lapangan yang kompleks dan jauh dari kata ideal. Namun, penulis tetap menekankan pentingnya suatu pandangan atau pola pikir yang dibentuk dari ide-ide dan gagasan yang tertuang dalam model tersebut.

Penulis juga berpendapat ada suatu sinergi yang terbentuk antara analisis pajak normatif dengan realisasi kebijakan perpajakan yang dituangkan dalam peraturan. Penulis juga memberikan contoh-contoh bagaimana berbagai gagasan yang muncul dari analisis normatif telah menyebabkan diadopsinya berbagai kebijakan pajak.

Misalnya, tren perluasan pajak pertambahan nilai (PPN), penggunaan kredit pajak yang dapat dikembalikan, dan berbagai reformasi pajak korporasi. Pandangan-pandangan lain juga memberikan alasan untuk memperbaiki fitur sistem perpajakan yang ada, yakni adanya perlakuan pajak atas tabungan pensiun maupun investasi sumber daya manusia.

Baca Juga: Pandemi Covid-19 Harus Jadi Momentum Dapatkan Kepercayaan Wajib Pajak

Selain membahas manfaat analisis normatif, penulis juga memetakan evolusi dari analisis pajak yang optimal dan membahas pelajaran yang didapat untuk kebijakan pajak. Terakhir, penulis menggambarkan tantangan teoretis yang ditimbulkan oleh temuan baru bidang pajak, baik yang terkait dengan ekonomi perilaku (behavioral economics) maupun pilihan sosial. Ada pula pertimbangan bagaimana analisis pajak yang optimal dapat beradaptasi dengan paradigma baru ini.

Secara garis besar, buku ini menunjukkan peran yang dimainkan oleh teori pajak yang optimal dalam menetapkan prinsip-prinsip yang menjadi basis kebijakan perpajakan. Pesan yang ingin disampaikan oleh penulis lebih kepada kebijakan pajak yang didasari oleh pertimbangan yang rasional dan tetap mengutamakan metode penelitian yang memiliki basis teoretis yang beralasan dan mendasar.

Walau demikian, banyak temuan-temuan dari analisis normatif yang tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap desain kebijakan. Di sisi lain, gagasan yang memberikan dampak juga menimbulkan pertanyaan, yakni seberapa lama rekomendasi berbasis analisis normatif akan bertahan dalam mengakomodasi beberapa faktor-faktor penting yang telah disimplifikasi.

Baca Juga: Ini Saran Pengusaha & Akademisi Soal Kebijakan Pajak pada Masa Pandemi

Terlebih, temuan dalam studi yang berkaitan dengan perilaku menyarankan adanya pengukuran manfaat perubahan kebijakan pajak terhadap masing-masing individu dengan suatu model utilitas yang belum tentu dapat digunakan secara universal.

Buku ini layak untuk dibaca oleh berbagai kalangan, khususnya para pemerhati pajak yang ingin melihat lebih dalam sistem dan kebijakan pajak dari sudut pandang ekonomi. Tertarik membaca buku ini? Silakan kunjungi DDTC Library!

Baca Juga: Peran Pajak sebagai Penyelamat Dampak Covid-19
Topik : buku, buku pajak, teori, praktik, kebijakan pajak, DDTC Library
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Jum'at, 18 September 2020 | 09:36 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Kamis, 17 September 2020 | 13:45 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Kamis, 17 September 2020 | 11:37 WIB
KERJA SAMA PERPAJAKAN
Rabu, 16 September 2020 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
berita pilihan
Sabtu, 26 September 2020 | 15:01 WIB
PROVINSI KALIMANTAN UTARA
Sabtu, 26 September 2020 | 14:55 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Sabtu, 26 September 2020 | 14:15 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Sabtu, 26 September 2020 | 14:01 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Sabtu, 26 September 2020 | 13:58 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Sabtu, 26 September 2020 | 13:01 WIB
KEBIJAKAN PEMBIAYAAN
Sabtu, 26 September 2020 | 12:01 WIB
KAWASAN INDUSTRI
Sabtu, 26 September 2020 | 11:47 WIB
INSENTIF PAJAK
Sabtu, 26 September 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Sabtu, 26 September 2020 | 10:01 WIB
DEDDY CORBUZIER: