Berita
Senin, 12 April 2021 | 18:45 WIB
SEKOLAH KEDINASAN
Senin, 12 April 2021 | 18:45 WIB
PENGAWASAN KEUANGAN NEGARA
Senin, 12 April 2021 | 18:01 WIB
KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
Senin, 12 April 2021 | 17:15 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Review
Jum'at, 09 April 2021 | 11:41 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 06 April 2021 | 09:23 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 04 April 2021 | 08:01 WIB
KEPALA KANWIL DJP JAKARTA BARAT SUPARNO:
Selasa, 30 Maret 2021 | 09:10 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 07 April 2021 | 09:20 WIB
KURS PAJAK 7 APRIL - 13 APRIL 2021
Jum'at, 02 April 2021 | 10:00 WIB
KMK 20/2021
Rabu, 31 Maret 2021 | 09:30 WIB
KURS PAJAK 31 MARET - 6 APRIL 2021
Rabu, 24 Maret 2021 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 24 MARET - 30 MARET 2021
Komunitas
Senin, 12 April 2021 | 12:59 WIB
UNIVERSITAS SURABAYA
Minggu, 11 April 2021 | 08:01 WIB
KETUA UMUM ASPAKRINDO TEGUH KURNIAWAN HARMANDA
Sabtu, 10 April 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Jum'at, 09 April 2021 | 15:15 WIB
AGENDA PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Mencermati Komponen Perubahan Kinerja Pajak atas Konsumsi

A+
A-
1
A+
A-
1
Mencermati Komponen Perubahan Kinerja Pajak atas Konsumsi

PADA masa krisis atau pandemi, perubahan kinerja penerimaan pajak atas konsumsi cenderung lebih lebar apabila dibandingkan dengan kinerja penerimaan pada masa normal. Hal ini terutama disebabkan merosotnya tingkat konsumsi masyarakat sehingga berimbas pada penerimaan pajak atas konsumsi.

Organisation for Economic Co-operation Development (OECD) pada awal 2020 merilis working paper berjudul What Drives Consumption Tax Revenues? Disentangling Policy and Macroeconomic Drivers yang ditulis Hannah Simon dan Michelle Harding.

Pada intinya, kajian ini mencoba menelisik lebih dalam faktor-faktor yang memengaruhi kinerja penerimaan pajak atas konsumsi dengan mempertimbangkan implicit tax rate (ITR) atas konsumsi di negara-negara OECD.

Baca Juga: Menaker Minta Pengusaha Bayar THR Penuh dan Tepat Waktu

ITR digunakan untuk mengukur seberapa optimal otoritas pajak dalam menggali potensi pajak atas konsumsi di suatu negara/yurisdiksi. Nilai ITR diperoleh dengan menghitung rasio penerimaan pajak dari suatu kategori (konsumsi, tenaga kerja, serta modal) terhadap suatu proxy potensi basis pajak.

Lantas, temuan apa yang sekiranya menarik dari kajian tersebut?

Tabel di bawah ini menunjukkan rata-rata nilai varians dan kovarians di berbagai periode dari perubahan tahunan (annual change) negara-negara OECD atas beberapa komponen tertentu seperti penerimaan pajak konsumsi terhadap produk domestik bruto (PDB), ITR konsumsi, atau tingkat konsumsi terhadap PDB.

Baca Juga: Giliran Ubaya yang Teken Kerja Sama Pendidikan dengan DDTC

Di samping itu, terdapat pula nilai kovarians dari penerimaan pajak konsumsi terhadap PDB dengan tingkat konsumsi terhadap PDB.

Nilai varians mencerminkan seberapa jauh penyebaran perubahan tahunan atas komponen-komponen yang ada di negara-negara OECD. Di sisi lain, kovarians mencerminkan seberapa jauh penyebaran perubahan tahunan atas dua komponen (ITR konsumsi dan tingkat konsumsi terhadap PDB) di negara-negara OECD.


Baca Juga: Perluasan Insentif PPnBM DTP Mobil, Download Aturannya di Sini

Secara garis besar, dapat disimpulkan perubahan utama dalam komponen penerimaan pajak konsumsi terhadap PDB didorong oleh perubahan komponen ITR pada konsumsi. Hal ini terlihat dari meningkatnya nilai rata-rata varians hampir seluruh periode.

Nilai rata-rata varians komponen ITR konsumsi meningkat dari 0,0020 menjadi 0,0025 (periode 1995 – 2017), 0,0014 menjadi 0,0018 (1995 – 2003), 0,0010 menjadi 0,0012 (2003 – 2007), serta 0,0014 menjadi 0,0016 (2009 – 2017).

Sementara itu, adanya kovariansi negatif antara komponen ITR konsumsi dan komponen tingkat konsumsi terhadap PDB menegaskan perkembangan basis pajak – yang tercermin dari tingkat konsumsi – sebagian telah mengimbangi efek perubahan ITR konsumsi pada berbagai periode.

Baca Juga: Bersama DDTC, Ubaya Gelar Webinar Soal Digitalisasi dan Pajak

Menariknya, pada masa krisis (2007-2009), fluktuasi penerimaan komponen pajak konsumsi terhadap PDB rata-rata dua kali lebih besar dari periode-periode sebelum ataupun sesudah. Pada lain pihak, rata-rata varians komponen ITR konsumsi juga mengalami fluktuasi yang cukup besar di masa krisis.

Namun, pengaruh komponen ITR konsumsi terhadap penerimaan pajak konsumsi tampaknya kurang signifikan. Hal ini ditandai dengan nilai rata-rata varians komponen ITR komsumsi yang lebih kecil, yakni sebesar 0,0028 atau setara dengan 93% penerimaan pajak konsumsi terhadap PDB yang mencapai 0,0031.

Dari sisi kovarians, nilai rata-rata kovariansi negatif atas dua komponen selama periode krisis lebih rendah, yakni sebesar -0,0003 atau setara dengan -11% komponen penerimaan pajak konsumsi terhadap PDB.

Baca Juga: Berminat Gabung Jadi Tim DDTC Academy? Cek Infonya di Sini!

Hal ini menunjukkan efek pengimbangan tingkat konsumsi terhadap PDB atas perubahan ITR konsumsi jauh lebih kecil selama periode krisis dibandingkan dengan periode lainnya.

Pada kesimpulannya, dengan melihat perubahan tahunan rata-rata negara OECD pada masa krisis, kajian ini memperlihatkan ITR konsumsi lebih dapat menjelaskan perubahan penerimaan pajak konsumsi apabila dibandingkan dengan perubahan basis pajak. *

Baca Juga: Apindo: Hampir 60% Pengusaha Sulit Bayar Utang karena Pandemi Covid-19
Topik : narasi data, pajak konsumsi, implicit tax rate, ITR, pandemi, krisis, kajian pajak, DDTC
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Jum'at, 26 Maret 2021 | 13:03 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Jum'at, 26 Maret 2021 | 10:11 WIB
PENGHINDARAN PAJAK
Kamis, 25 Maret 2021 | 16:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 24 Maret 2021 | 10:15 WIB
PERLINDUNGAN SOSIAL
berita pilihan
Senin, 12 April 2021 | 18:45 WIB
SEKOLAH KEDINASAN
Senin, 12 April 2021 | 18:45 WIB
PENGAWASAN KEUANGAN NEGARA
Senin, 12 April 2021 | 18:01 WIB
KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
Senin, 12 April 2021 | 17:44 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 12 April 2021 | 17:15 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Senin, 12 April 2021 | 16:33 WIB
SURVEI PENJUALAN ECERAN
Senin, 12 April 2021 | 16:30 WIB
PELAPORAN SPT TAHUNAN
Senin, 12 April 2021 | 16:19 WIB
CUKAI (9)
Senin, 12 April 2021 | 16:01 WIB
TIPS PAJAK
Senin, 12 April 2021 | 15:49 WIB
FILIPINA