Fokus
Literasi
Rabu, 17 Agustus 2022 | 12:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Selasa, 16 Agustus 2022 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 15 Agustus 2022 | 19:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Senin, 15 Agustus 2022 | 12:45 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 17 Agustus 2022 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 17 AGUSTUS - 23 AGUSTUS 2022
Rabu, 10 Agustus 2022 | 09:07 WIB
KURS PAJAK 10 AGUSTUS - 16 AGUSTUS 2022
Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 3 AGUSTUS - 9 AGUSTUS 2022
Senin, 01 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KMK 39/2022
Reportase

KPK: Pelayanan Publik Rawan Praktik Korupsi

A+
A-
0
A+
A-
0
KPK: Pelayanan Publik Rawan Praktik Korupsi

Warga mengambil nomor antrean melalui mesin saat peluncuran Mal Pelayanan Publik di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa (22/12/2020). Survei Penilaian Integritas KPK menjadikan kegiatan pelayanan publik sebagai salah satu sektor yang rawan praktik korupsi. (ANTARA FOTO/Siswowidodo/foc)

JAKARTA, DDTCNews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengangkat tema pelayanan publik dan pemberantasan korupsi dalam Jurnal Integritas edisi Desember 2020.

Plt. Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati mengatakan tema pelayanan publik dan korupsi kembali diangkat menjadi topik pembahasan karena sejumlah pertimbangan. Pertama, aspek pelayanan publik merupakan sektor pemerintahan yang berhubungan langsung dengan masyarakat.

Hal itu menjadikan aspek pelayanan publik sebagai salah satu indikator kepercayaan publik. Faktor kedua, topik pelayanan publik masih relevan karena hasil Survei Penilaian Integritas KPK edisi 2019 menjadikan kegiatan pelayanan publik sebagai salah satu sektor yang rawan praktik korupsi.

Baca Juga: Tegas! KPK Sebut Restoran yang Jualan Online Perlu Dikenai Pajak

"Harapannya, dengan mengangkat tema pelayanan publik, kita bisa memantik diskursus pemberantasan korupsi dari berbagai perspektif terkait dengan pelayanan publik," katanya dalam keterangan resmi seperti dikutip Jumat (8/1/2021).

Yuyuk menjabarkan laporan SPI KPK menghasilkan 60% pegawai di instansi peserta kegiatan survei mengatakan informasi terkait dengan pelayanan belum tersedia dengan lengkap.

Kemudian lebih dari 90% responden pengguna layanan menilai informasi yang disediakan terkait prosedur, persyaratan dan biaya pelayanan di instansi masih tidak jelas.

Baca Juga: Pegawainya Kena OTT KPK, Begini Respons Ketua BPK

Respons otoritas sebagai penyedia layanan dan masyarakat sebagai pengguna layanan menunjukan masih terbukanya ruang penyalahgunaan kewenangan dan membuat proses birokrasi menjadi berbelit-belit.

Hal tersebut membuat praktik percaloan tumbuh subur karena tidak jelasnya mekanisme pelayanan publik dijalankan. "Adapun motif masyarakat tidak bisa menghindari penggunaan calo dalam pelayanan publik adalah keinginan untuk mempermudah urusan layanan," ujar Yuyuk.

Dia mengatakan pada jurnal edisi terkait pelayanan publik terpilih 8 naskah yang berasal dari klinik penulisan jurnal yang dilaksanakan pada 15-29 Oktober 2020.

Baca Juga: Dorong Kepatuhan Pajak, Bukti Bayar PBB Akan Dijadikan Syarat Urus KTP

Selain itu, terdapat 3 naskah yang berasal dari publik ikut mengisi Jurnal Integritas volume 06 No.02 Desember 2020 yang bisa diakses pada tautan https://jurnal.kpk.go.id/index.php/integritas. (Bsi)

Topik : KPK, pemberantasan korupsi, pelayanan publik

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 30 September 2021 | 07:30 WIB
PERPRES 83/2021

Ada Pengawasan Pencantuman NIK dan NPWP dalam Pelayanan Publik

Rabu, 29 September 2021 | 21:15 WIB
PERPRES 83/2021

Perpres Baru, Data Kependudukan dan Perpajakan Bakal Terus Dicocokkan

Rabu, 29 September 2021 | 20:41 WIB
PERPRES 83/2021

Minta Validasi NIK dan NPWP dalam Pelayanan Publik, Lewat 2 Ditjen Ini

Rabu, 29 September 2021 | 20:15 WIB
PERPRES 83/2021

NIK dan NPWP Dipersyaratkan dalam Pelayanan Publik, Ini Ketentuannya

berita pilihan

Rabu, 17 Agustus 2022 | 15:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Sri Mulyani Sebut Ada Insentif Perpajakan Rp41,5 Triliun pada 2023

Rabu, 17 Agustus 2022 | 14:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Tahun Depan, Pemerintah Minta Dividen Rp44 Triliun dari BUMN

Rabu, 17 Agustus 2022 | 14:00 WIB
RAPBN 2023 DAN NOTA KEUANGAN

Tidak Ada Lagi Alokasi PEN di APBN 2023, Begini Kata Sri Mulyani

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:30 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Begini Optimisme Sri Mulyani Soal Pertumbuhan Penerimaan PPh Nonmigas

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:00 WIB
HUT KE-15 DDTC

Membangun SDM Pajak Unggul, DDTC Tawarkan Akses Pendidikan yang Setara

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pajak Minimum Global Ternyata Bisa Pengaruhi Penerimaan Pajak 2023

Rabu, 17 Agustus 2022 | 12:30 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Pemerintah Targetkan Setoran PPh Rp935 Triliun Pada Tahun Depan

Rabu, 17 Agustus 2022 | 12:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu Costums Declaration?

Rabu, 17 Agustus 2022 | 11:30 WIB
KANWIL DJP BALI

Tak Perlu ke KPP Bawa Berkas Tebal, Urus Ini Bisa Lewat DJP Online

Rabu, 17 Agustus 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS KEPABEANAN DAN CUKAI

Mengenal Barang Lartas dalam Kegiatan Ekspor Impor