PADANG, DDTCNews - DDTC kembali memperkuat kolaborasi dengan Universitas Negeri Padang (UNP) melalui kegiatan DDTC Goes to Universitas Negeri Padang: Talkshow dan Seleksi Akbar Magang DDTC 2026.
Digelar di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNP pada Rabu (4/11/2026), kegiatan tersebut diikuti 217 peserta. Melalui agenda ini, mahasiswa berkesempatan mengenal lebih dekat lingkungan kerja dan pengembangan karier di DDTC, sekaligus mengikuti seleksi magang secara langsung.
Acara dibuka oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni FEB UNP Marwan. Dalam sambutannya, Marwan mengibaratkan kedatangan DDTC ke FEB UNP dengan pepatah sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.
“Pagi ini kita mendapat ilmu dari DDTC. Tak hanya itu, kita lihat juga mahasiswa FEB UNP telah berhasil menjadi alumni program magang DDTC yang mana itu adalah sebuah prestasi,” ujarnya.
Dekan FEB UNP Perengki Susanto juga menyampaikan apresiasinya atas kerja sama yang telah terjalin antara DDTC dan UNP. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi salah satu bentuk link and match antara dunia pendidikan dan dunia kerja.
“DDTC adalah kantor yang skalanya internasional. Kami sangat bangga DDTC bisa langsung hadir ke Padang dan melaksanakan seleksi akbar. Ini kesempatan yang sangat kami nantikan. Kami juga memahami proses seleksi masuk DDTC begitu ketat. Semoga ada peserta yang terpilih,” tuturnya.
Perengki juga menekankan kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu bekal penting untuk lolos seleksi DDTC. Hal ini mengingat DDTC merupakan perusahaan konsultan pajak dengan kiprah internasional.
Oleh karena itu, dia mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya mempelajari perpajakan, tetapi juga mempersiapkan diri menghadapi tes TOEFL sebagai bagian dari proses seleksi DDTC.
Selepas pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan talkshow bersama Head of Human Capital DDTC Adinda Nur Larasati, Human Capital Generalist DDTC Inayya Putri Pidata, serta mahasiswa aktif S-1 Akuntansi UNP sekaligus alumni DDTC Executive Internship Program (EIP) Sakinah Putri Trismayanti.
Selain itu, diskusi dimoderatori oleh Pembina Himpunan Mahasiswa Vokasi Akuntansi UNP Ahmad Rahbani Sulaiman.
Dalam paparannya, Adinda menjelaskan kultur kerja yang dibangun DDTC, termasuk kompetensi yang perlu dipersiapkan mahasiswa ketika memasuki dunia profesional. Menurutnya, keterampilan teknis saja tidak cukup karena kualitas personal dan kemampuan berinteraksi juga memiliki peran penting.
“Seperti slogan DDTC yaitu Sets the Standards and Beyond, rekan-rekan mahasiswa harus mau belajar lebih dan persiapan lebih untuk bisa lolos magang di DDTC. Penting bagi mahasiswa untuk mengasah soft skill sejak sekarang agar nanti siap langsung bekerja saat tiba di kantor DDTC di Jakarta,” ujarnya.
Sementara itu, Inayya memberikan gambaran mengenai proses pembelajaran yang akan diperoleh peserta melalui DDTC EIP. Program tersebut memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman langsung dalam lingkungan kerja profesional.
“Teman-teman akan diajak belajar dari berbagai macam bentuk pembelajaran. Kita fokusnya 70% di experiential learning, artinya teman-teman akan langsung turun handle project, enggak sekadar belajar teori-teori pajak,” jelasnya.
Tak hanya memperoleh gambaran mengenai program dari tim Human Capital DDTC, peserta juga mendengarkan pengalaman langsung dari Sakinah selama menjalani program magang di DDTC.
Sebagai mahasiswa UNP yang telah mengikuti DDTC EIP, Sakinah mengaku mendapatkan pengalaman positif selama menjalani program magang tersebut.
“Saya mendapatkan banyak sekali pengalaman berharga selama magang di DDTC. Satu hal yang paling berkesan adalah DDTC memberikan ruang untuk kita bertumbuh dan belajar. Lingkungannya sangat suportif dan mendorong untuk terus memberikan yang terbaik di pekerjaan,” tuturnya.
Antusiasme peserta juga terlihat dalam sesi diskusi bersama narasumber. Untuk mengapresiasi partisipasi tersebut, DDTC menyiapkan 10 buku terbitan DDTC sebagai hadiah.
Sebanyak 5 buku Lembaga Peradilan Pajak di Indonesia: Persoalan, Tantangan, dan Tinjauan di Beberapa Negara diberikan kepada peserta yang memberikan komentar terbaik. Kemudian, 5 buku Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda: Panduan, Interpretasi, dan Aplikasi (Edisi Kedua) diberikan kepada peserta yang aktif berdiskusi bersama narasumber.
Setelah rangkaian talkshow selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Seleksi Akbar Magang DDTC 2026 yang digelar secara eksklusif bagi mahasiswa FEB UNP.
Sebanyak 95 mahasiswa mengikuti seleksi secara luring mulai pukul 11.00 hingga 16.00 WIB. Mahasiswa yang berhasil lolos dari rangkaian seleksi berkesempatan mengikuti DDTC EIP secara langsung di kantor DDTC Jakarta.
Sekadar informasi, DDTC dan UNP juga pernah menyelenggarakan seleksi magang bagi mahasiswa UNP pada 2024. Kegiatan tersebut sekaligus melanjutkan kolaborasi DDTC dan UNP dalam bidang pendidikan dan pengembangan talenta.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan mengenai dunia kerja, tetapi juga berkesempatan mengikuti seleksi untuk mendapatkan pengalaman profesional melalui program magang DDTC.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut dosen FEB UNP sekaligus Ketua PERTAPSI Wilayah Sumatera Barat dan Jambi Charoline Cheisviyanny, Pembina Himpunan Mahasiswa Departemen Akuntansi Ridha Azka Raga, serta Pembina Kepma FEB UNP Oknaryana.
Hadir pula dosen Akuntansi FEB UNP Rino, Ketua Tax Center UNP Herlina Helmy, Kepala Departemen S2 Prodi Ilmu Akuntansi Nurzi Sebrina, serta dosen FEB UNP Sany Dwita. (rig)
