Review
Rabu, 08 Februari 2023 | 11:44 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 07 Februari 2023 | 08:00 WIB
MENDESAIN PAJAK NATURA DAN KENIKMATAN (5)
Kamis, 02 Februari 2023 | 17:05 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 01 Februari 2023 | 08:00 WIB
MENDESAIN PAJAK NATURA DAN KENIKMATAN (4)
Fokus
Data & Alat
Rabu, 08 Februari 2023 | 10:00 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 08 Februari 2023 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 8 FEBRUARI 2023 - 14 FEBRUARI 2023
Rabu, 01 Februari 2023 | 10:00 WIB
KMK 6/2023
Rabu, 01 Februari 2023 | 09:31 WIB
KURS PAJAK 1 FEBRUARI - 7 FEBRUARI 2023
Reportase

Keyakinan Konsumen Merosot di November, Tertekan Persepsi Penghasilan

A+
A-
0
A+
A-
0
Keyakinan Konsumen Merosot di November, Tertekan Persepsi Penghasilan

Pedagang melayani pembeli di pasar Legi Parakan, Temanggung, Jawa Tengah, Sabtu (26/11/2022). ANTARA FOTO/Anis Efizudin/nym.

JAKARTA, DDTCNews - Bank Indonesia (BI) merilis hasil survei konsumen edisi November 2022. Keyakinan konsumen tercatat mengalami penurunan, dari 120,3 pada Oktober menjadi 119,1 pada November. Kendati begitu, BI menyebutkan situasi ini masih mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi yang terjaga.

Penurunan indeks keyakinan konsumen ditopang oleh indeks ekspektasi konsumen (IEK) dan indeks kondisi ekonomi saat ini (IKE) yang juga melemah. IEK pada November 2022 tercatat 127,9, turun dari capaian pada Oktober senilai 128,3. Sementara IKE turun menjadi 110,3 pada November, dari 112,3 pada bulan sebelumnya.

"IKE masih berada di area optimis meski sedikit menurun, sejalan dengan penurunan indeks penghasilan saat ini, ketersediaan lapangan kerja, maupun pembelian barang tahan lama," ujar Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam siaran pers, dikutip pada Kamis (8/12/2022).

Baca Juga: Menyiapkan TP Doc 2023 dari Awal Tahun, Ternyata Ini Keuntungannya

Berdasarkan data November 2022, optimisme konsumen terlihat paling stabil untuk responden dengan tingkat pengeluaran di atas Rp5 juta per bulan. Sementara pada kelompok pengeluaran lebih rendah, tingkat optimismenya tercatat menurun.

Jika dilihat dari faktor usia, optimisme paling stabil dialami responden kelompok 20-30 tahun. Kelompok umur 41-50 tahun bahkan mengalami peningkatan optimisme.

Indeks kondisi ekonomi saat ini (IKE), sebagai penopang indeks keyakinan konsumen, tercatat mengalami penurunan performa pada November 2022. Tiga komponen pendukungnya mengalami pelemahan, yakni penghasilan saat ini, ketersediaan lapangan kerja, dan pembelian durable goods.

Baca Juga: Orang Kaya Cuma Bayar Pajak 8%, Biden Usulkan Pengenaan Pajak Minimum

"Pada November 2022, persepsi konsumen terhadap penghasilan saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu terpantau menurun pada hampir seluruh kategori pengeluaran. Penurunan terbesar pada responden dengan tingkat pengeluaran Rp3,4 juta hingga Rp4 juta," tulis Bank Indonesia dalam rilisnya.

Khusus untuk indeks ketersediaan lapangan kerja, penurunan paling signifikan terjadi untuk kelompok pendidikan sarjana. Sementara itu, kelompok pendidikan pascasarjana justru mengalami peningkatan skor. (sap)

Baca Juga: Berperan Dominan di PDB, Industri Beri Porsi Besar ke Penerimaan Pajak

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : indeks keyakinan konsumen, BI, pertumbuhan ekonomi, belanja rumah tangga

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 31 Januari 2023 | 10:05 WIB
KEBIJAKAN EKONOMI

Hadapi Risiko Ekonomi Global 2023, Pemerintah Bertumpu pada Konsumsi

Selasa, 31 Januari 2023 | 10:00 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Ternyata Kelompok Ini Boleh Tidak Lapor SPT Tahunan! Apa Kriterianya?

Senin, 30 Januari 2023 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Barang di Batam Lebih Murah karena Bebas Pajak? Ternyata Ini Faktanya

Senin, 30 Januari 2023 | 15:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Hati-Hati Modus Baru Penipuan, Ancam Potong Pajak Autodebet Rekening

berita pilihan

Rabu, 08 Februari 2023 | 19:00 WIB
PROVINSI JAWA BARAT

Mudahkan Pegawai Pabrik Bayar PKB, Pemprov Jabar Hadirkan Samsat Kawin

Rabu, 08 Februari 2023 | 18:58 WIB
SENGKETA PAJAK

Ini Data Jumlah Berkas Sengketa yang Masuk Pengadilan Pajak

Rabu, 08 Februari 2023 | 18:00 WIB
PROVINSI LAMPUNG

Siap-Siap! Pemutihan Pajak Kendaraan Bakal Digelar Mulai April 2023

Rabu, 08 Februari 2023 | 17:30 WIB
KP2KP SAMBAS

NPWP 15 Digit Tak Berlaku Mulai 2024, Ini Langkah-Langkah Validasi NIK

Rabu, 08 Februari 2023 | 17:15 WIB
BINCANG ACADEMY

Menyiapkan TP Doc 2023 dari Awal Tahun, Ternyata Ini Keuntungannya

Rabu, 08 Februari 2023 | 16:54 WIB
PMK 177/2022

Begini Ketentuan Tindak Lanjut Pemeriksaan Bukper di PMK 177/2022

Rabu, 08 Februari 2023 | 16:45 WIB
KPP PRATAMA MAJENE

Gandeng Pemda, DJP Bisa Lacak WP yang Omzetnya Tembus Rp500 Juta

Rabu, 08 Februari 2023 | 16:30 WIB
SENGKETA PAJAK

Penyelesaian Sengketa di Pengadilan Pajak, Putusan ‘Menolak’ Naik 41%

Rabu, 08 Februari 2023 | 16:30 WIB
AMERIKA SERIKAT

Orang Kaya Cuma Bayar Pajak 8%, Biden Usulkan Pengenaan Pajak Minimum

Rabu, 08 Februari 2023 | 16:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK DAERAH

Bakal Segera Terbit, DJPK Sebut RPP Pajak Daerah Sudah Diharmonisasi