Fokus
Literasi
Jum'at, 19 Agustus 2022 | 21:14 WIB
PPH FINAL (9)
Jum'at, 19 Agustus 2022 | 17:00 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 19 Agustus 2022 | 15:30 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 17 Agustus 2022 | 12:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Data & Alat
Rabu, 17 Agustus 2022 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 17 AGUSTUS - 23 AGUSTUS 2022
Rabu, 10 Agustus 2022 | 09:07 WIB
KURS PAJAK 10 AGUSTUS - 16 AGUSTUS 2022
Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 3 AGUSTUS - 9 AGUSTUS 2022
Senin, 01 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KMK 39/2022
Reportase

Kerek Penerimaan, Otoritas Ini Naikkan Tarif PPN untuk Beberapa Produk

A+
A-
0
A+
A-
0
Kerek Penerimaan, Otoritas Ini Naikkan Tarif PPN untuk Beberapa Produk

Ilustrasi.

NEW DELHI, DDTCNews – Pemerintah India menaikkan tarif goods and services tax (GST) atau PPN hingga 6% atas beberapa produk tertentu.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menaikkan tarif PPN mulai 18 Juli 2022. Kenaikan tarif GST tidak akan diberlakukan atas seluruh produk, tetapi hanya beberapa jenis barang tertentu yang akan mengalami kenaikan tarif GST.

“India akan menaikkan pajak atas barang dan jasa tertentu, termasuk peralatan dapur menjadi 18% dari 12%,” kata Kementerian Keuangan seperti dikutip dari zawya.com, Senin (4/7/2022).

Baca Juga: Pajak atas Hadiah Undian

Menurut Kemenkeu, kenaikan tarif PPN juga berlaku untuk lampu LED, mesin pertanian, sistem air tenaga surya serta layanan seperti kontrak kerja untuk jalan, proyek irigasi, rumah sakit dan lembaga pendidikan.

Kenaikan tarif GST untuk setiap produk tersebut berbeda-beda. Misal, untuk peralatan dapur, tarif PPN dinaikkan dari 12% menjadi 18%. Selain itu, Dewan GST juga menyetujui kenaikan pajak limbah elektronik dari 5% dari 18%.

Kendati hanya diberlakukan terhadap produk tertentu saja, keputusan pemerintah tersebut dipandang telah mengecewakan berbagai pemangku kepentingan, khususnya dari pelaku usaha dan konsumen, yang tengah menghadapi inflasi.

Baca Juga: Perpajakan ID, DDTC Integrasikan Berbagai Dokumen dengan Teknologi

Pada Mei 2022, indeks harga konsumen (IHK) di negara tersebut meningkat 7,04% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pada April 2022, IHK di India telah menyentuh level tertinggi selama delapan tahun terakhir, yaitu 7,79%.

Survei yang dirilis oleh LocalCircles menyebut sekitar 37% bisnis menghabiskan lebih banyak waktu untuk memenuhi kewajiban PPN dibandingkan dengan periode pra-PPN. Meski demikian, realisasi penerimaan pajak pemerintah terus meningkat signifikan. (rig)

Baca Juga: HUT Kemerdekaan RI, Pemkot Berikan Diskon PBB 77% Hingga Akhir Bulan
Topik : india, tarif pajak, PPN, pajak, pajak internasional, inflasi

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 18 Agustus 2022 | 18:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Gubernur BI Sebut Inflasi Harga Pangan Perlu Diturunkan

Kamis, 18 Agustus 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Tegas! Sri Mulyani Bilang Negara Merdeka Perlu Penerimaan Pajak

Kamis, 18 Agustus 2022 | 17:50 WIB
HUT KE-15 DDTC

Investasi pada SDM, Ikhtiar DDTC Memunculkan Ahli Pajak di Indonesia

Kamis, 18 Agustus 2022 | 17:00 WIB
KPP PRATAMA SUKOHARJO

Lakukan Penagihan Aktif, Kantor Pajak Sita 1 Mobil Milik WP

berita pilihan

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 21:14 WIB
PPH FINAL (9)

Pajak atas Hadiah Undian

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 18:34 WIB
HUT KE-15 DDTC

Perpajakan ID, DDTC Integrasikan Berbagai Dokumen dengan Teknologi

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 18:15 WIB
KOTA TANGERANG

HUT Kemerdekaan RI, Pemkot Berikan Diskon PBB 77% Hingga Akhir Bulan

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 18:00 WIB
MALAYSIA

Perusahaan Ini Minta Insentif Pajak untuk Mobil Listrik Diperpanjang

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 17:30 WIB
KP2KP MARISA

Kantor Pajak Panggil ASN yang Belum Lapor SPT, Beri Peringatan Ini

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 17:00 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Lelang Eksekusi Pajak?

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 16:51 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Subsidi Bebani APBN, Luhut Sebut Harga Pertalite dan Solar akan Naik

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 16:30 WIB
KABUPATEN SUKABUMI

Segara Manfaatkan! Pemutihan Pajak Cuma Sampai 31 September 2022

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 16:15 WIB
PER-11/PJ/2022

Catat! Pajak Masukan dalam Faktur Telat Upload Tak Dapat Dikreditkan

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 16:00 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Wah! Analisis PPATK Sumbang Rp7,4 Triliun ke Penerimaan Pajak