Review
Rabu, 19 Januari 2022 | 15:20 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 14:15 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 11:15 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 10:15 WIB
DIRJEN PERIMBANGAN KEUANGAN ASTERA PRIMANTO BHAKTI:
Fokus
Literasi
Jum'at, 21 Januari 2022 | 19:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 21 Januari 2022 | 17:20 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 21 Januari 2022 | 17:05 WIB
PROFIL PAJAK KOTA TASIKMALAYA
Jum'at, 21 Januari 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 19 Januari 2022 | 09:17 WIB
KURS PAJAK 19 JANUARI - 25 JANUARI 2022
Rabu, 12 Januari 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 JANUARI - 18 JANUARI 2022
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 5 JANUARI - 11 JANUARI 2022
Senin, 03 Januari 2022 | 10:45 WIB
KMK 70/2021
Reportase
Perpajakan.id

Insentif Pajak untuk Importir Minyak Mentah Diperpanjang

A+
A-
0
A+
A-
0
Insentif Pajak untuk Importir Minyak Mentah Diperpanjang

Ilustrasi.

SEOUL, DDTCNews – Pemerintah Korea Selatan memutuskan untuk memperpanjang pemberian insentif pajak selama tiga tahun bagi importir minyak mentah yang diproduksi di negara-negara non-Timur Tengah.

Kementerian Perdagangan, Perindustrian, dan Energi menyebut insentif pajak yang diberikan kepada importir seharusnya berakhir pada tahun ini, tetapi diperpanjang menjadi 3 tahun. Nanti, pemerintah akan segera merevisi aturan terkait.

“Pemerintah akan merevisi peraturan terkait agar insentif tersebut berlaku hingga akhir 2024,” kata salah seorang pejabat di Kementerian Perdagangan, Perindustrian, dan Energi seperti dilansir koreatimes.co.kr, Selasa (23/11/2021).

Baca Juga: Ada Soal Insentif Pajak, Jokowi Rilis Perpres Pengembangan Wirausaha

Pemerintah mengambil langkah tersebut karena mengalami kelangkaan atas produk diesel exhaust fuel (DEF) yang dikenal juga sebagai cairan urea. Kelangkaan terjadi setelah China melarang impor batubara asal Australia yang mana cairan urea dihasilkan.

Pemerintah China melakukan larangan tersebut sebagai balasan atas sikap Australia yang pernah menyalahkan China atas pandemi Covid-19. Sementara itu, Korea hampir secara eksklusif bergantung pada China untuk urea murah.

Saat ini, pemerintah memberikan insentif pajak senilai KRW16 atau Rp191,91 per liter untuk minyak mentah yang diimpor dari Amerika Serikat, Eropa, Afrika, dan wilayah-wilayah lain yang bukan dari Timur Tengah.

Baca Juga: Banyak Fraud, Uni Eropa Ingin Ubah Ketentuan PPN

Untuk diketahui, pemerintah berencana mengakhiri program insentif pajak sesuai jadwal. Insentif ini akan diperkenalkan kembali setelah tinjauan efisiensi, sebagaimana didukung studi yang ditugaskan oleh kementerian oleh lembaga yang dikelola negara.

Namun, kelangkaan DEF menyebabkan pemerintah memutuskan untuk menempatkan prioritas yang lebih besar pada keamanan energi. Data dari Korea Petroleum Association menunjukkan 69% minyak mentah yang diimpor oleh Korea berasal dari Timur Tengah.

Di sisi lain, operator kilang minyak skeptis tentang peralihan insentif pajak atas minyak mentah yang diproduksi oleh negara non-Timur Tengah. Menurut salah satu pejabat industri, minyak mentah Timur Tengah memiliki kualitas yang baik dan biaya pengiriman yang lebih rendah. (vallen/rig)

Baca Juga: Kejar Penerimaan Rp850 Miliar, Pembayaran Pajak Online Dioptimalkan

Topik : korea selatan, insentif pajak, impor minyak mentah, pajak, pajak internasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Sabtu, 22 Januari 2022 | 17:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Jokowi Jamin Perbaikan Iklim Usaha Terus Dilakukan

Sabtu, 22 Januari 2022 | 15:00 WIB
JERMAN

100 Miliarder Dunia Minta Dipajaki Lebih Tinggi, Ada Apa?

Sabtu, 22 Januari 2022 | 14:00 WIB
THAILAND

Bebani APBN, Insentif PBB Disetop Tahun Ini

Sabtu, 22 Januari 2022 | 13:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Sanksi Administrasi Pajak Dipangkas, Wamenkeu: Agar WP Lebih Patuh

berita pilihan

Senin, 24 Januari 2022 | 11:30 WIB
ORI021

Pemerintah Tawarkan ORI021 dengan Kupon 4,9%, Tertarik?

Senin, 24 Januari 2022 | 11:00 WIB
PERPRES 2/2022

Ada Soal Insentif Pajak, Jokowi Rilis Perpres Pengembangan Wirausaha

Senin, 24 Januari 2022 | 10:30 WIB
BELGIA

Banyak Fraud, Uni Eropa Ingin Ubah Ketentuan PPN

Senin, 24 Januari 2022 | 10:00 WIB
KOTA BALIKPAPAN

Kejar Penerimaan Rp850 Miliar, Pembayaran Pajak Online Dioptimalkan

Senin, 24 Januari 2022 | 09:25 WIB
DATA PPS HARI INI

Data 23 Januari 2022: Sudah 6.867 Wajib Pajak Ikut PPS

Senin, 24 Januari 2022 | 08:39 WIB
SUSUNAN DALAM SATU NASKAH KETENTUAN PERPAJAKAN

Unduh di Sini! Susunan Dalam Satu Naskah Ketentuan PPS Dirilis

Senin, 24 Januari 2022 | 08:15 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

Soal Pajak Penghasilan Selain Uang atau Natura, Wamenkeu Pastikan Ini

Minggu, 23 Januari 2022 | 15:00 WIB
KP2KP MOJOSARI

Lapor SPT Tahunan Lebih Awal, Tiga Pengusaha Dapat Apresiasi

Minggu, 23 Januari 2022 | 13:00 WIB
KOTA SURAKARTA

Siap-Siap! SPPT Pajak Bumi dan Bangunan Langsung Dikirim ke Rumah