Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Ini Perkembangan Terkini Realisasi Penyaluran KUR

A+
A-
1
A+
A-
1
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir.

JAKARTA, DDTCNews – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus dilakukan pemerintah. Hingga akhir September 2019, sudah ada senilai Rp115,9 triliun KUR yang telah disalurkan kepada masyarakat.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan nilai penyaluran KUR itu sudah memenuhi 82,79% dari target. Adapun untuk tahun fiskal 2019, target penyaluran KUR ditetapkan senilai Rp140 triliun.

Sementara itu, sejak KUR digulirkan pada Agustus 2015 hingga September 2019, pemerintah telah menyalurkan KUR sebesar Rp449,59 triliun. Nilai penyaluran KUR tersebut diberikan kepada 18 juta debitur.

Baca Juga: Rupiah Masih Melemah Terhadap Dolar AS

“Sejak 2015 Pemerintah memang merubah beberapa kebijakan KUR secara signifikan. Hasilnya pun positif,” katanya di Kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (12/11/2019).

Lebih lanjut, Iskandar menyebutkan kinerja penyaluran KUR tergolong baik dan masih ada ruang untuk terus ditingkatkan. Salah satu indikator masih sehatnya penyaluran KUR adalah tingkat kredit macet atau nonperforming loan/NPL yang rendah. Hingga akhir September 2019, NPL dari pembiayaan KUR sebesar 1,23%.

Angka NPL tersebut, sambung Iskandar, masih lebih baik dari angka NPL nasional yang sebesar 2,6%. Dia menyebutkan capaian itu tidak lepas dari kebijakan pengawasan yang dilakukan pemerintah untuk mengontrol tingkat kredit macet dari penyaluran KUR.

Baca Juga: Duh, Rupiah Kembali Loyo

“Untuk NPL, kita ada komite pengawas. Jadi, ketika NPL di atas 5% maka otomatis kita hentikan dan tidak boleh ada penyaluran KUR. Itu yang buat NPL hanya 1,23% secara keseluruhan [2015-2019],” paparnya.

Adapun sektor usaha yang mendapat penyaluran KUR hingga akhir September 2019 antara lain untuk sektor perdagangan sebesar 50%. Kemudian, sektor pertanian, perburuan dan kehutanan sebesar 26%. Kegiatan jasa sebesar 15%, industri pengolahan 8%, sektor usaha perikanan sebesar 2%, dan konstruksi sebesar 0,1%.

Iskandar menambahkan fokus utama pemerintah dalam penyaluran KUR tahun ini adalah sektor produksi. Target penyaluran KUR diberikan kepada sektor produksi sebesar 60% dari target. Hingga akhir September 2019, penyaluran KUR masih berimbang antara sektor produksi dan nonproduksi sebesar 50%.

Baca Juga: Rupiah Keok Terhadap Dolar AS

“Penyaluran KUR sektor produksi sampai 30 September 2019 mencapai 50,4% dari target minimal 60%," imbuhnya. (kaw)

Sementara itu, sejak KUR digulirkan pada Agustus 2015 hingga September 2019, pemerintah telah menyalurkan KUR sebesar Rp449,59 triliun. Nilai penyaluran KUR tersebut diberikan kepada 18 juta debitur.

Baca Juga: Rupiah Masih Melemah Terhadap Dolar AS

“Sejak 2015 Pemerintah memang merubah beberapa kebijakan KUR secara signifikan. Hasilnya pun positif,” katanya di Kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (12/11/2019).

Lebih lanjut, Iskandar menyebutkan kinerja penyaluran KUR tergolong baik dan masih ada ruang untuk terus ditingkatkan. Salah satu indikator masih sehatnya penyaluran KUR adalah tingkat kredit macet atau nonperforming loan/NPL yang rendah. Hingga akhir September 2019, NPL dari pembiayaan KUR sebesar 1,23%.

Angka NPL tersebut, sambung Iskandar, masih lebih baik dari angka NPL nasional yang sebesar 2,6%. Dia menyebutkan capaian itu tidak lepas dari kebijakan pengawasan yang dilakukan pemerintah untuk mengontrol tingkat kredit macet dari penyaluran KUR.

Baca Juga: Duh, Rupiah Kembali Loyo

“Untuk NPL, kita ada komite pengawas. Jadi, ketika NPL di atas 5% maka otomatis kita hentikan dan tidak boleh ada penyaluran KUR. Itu yang buat NPL hanya 1,23% secara keseluruhan [2015-2019],” paparnya.

Adapun sektor usaha yang mendapat penyaluran KUR hingga akhir September 2019 antara lain untuk sektor perdagangan sebesar 50%. Kemudian, sektor pertanian, perburuan dan kehutanan sebesar 26%. Kegiatan jasa sebesar 15%, industri pengolahan 8%, sektor usaha perikanan sebesar 2%, dan konstruksi sebesar 0,1%.

Iskandar menambahkan fokus utama pemerintah dalam penyaluran KUR tahun ini adalah sektor produksi. Target penyaluran KUR diberikan kepada sektor produksi sebesar 60% dari target. Hingga akhir September 2019, penyaluran KUR masih berimbang antara sektor produksi dan nonproduksi sebesar 50%.

Baca Juga: Rupiah Keok Terhadap Dolar AS

“Penyaluran KUR sektor produksi sampai 30 September 2019 mencapai 50,4% dari target minimal 60%," imbuhnya. (kaw)

Topik : KUR, UMKM, Menko Perekonomian
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Selasa, 12 Desember 2017 | 09:17 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Rabu, 13 Desember 2017 | 09:21 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Jum'at, 03 November 2017 | 09:15 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Senin, 06 November 2017 | 09:19 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
berita pilihan
Selasa, 19 Februari 2019 | 15:58 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Sabtu, 24 Juni 2017 | 10:11 WIB
PENERIMAAN PAJAK 2017
Senin, 07 Oktober 2019 | 17:36 WIB
SE-24/2019
Kamis, 01 Agustus 2019 | 14:11 WIB
TRANSFORMASI PROSES BISNIS
Selasa, 27 Agustus 2019 | 15:35 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Senin, 06 Mei 2019 | 14:30 WIB
PMK 49/2019
Jum'at, 26 Oktober 2018 | 15:43 WIB
PEKAN INKLUSI 2018
Jum'at, 25 Agustus 2017 | 12:05 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
Rabu, 24 Agustus 2016 | 10:48 WIB
RAKORNAS APIP
Senin, 06 Mei 2019 | 18:37 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA