Review
Kamis, 02 Desember 2021 | 14:57 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 01 Desember 2021 | 12:38 WIB
TAJUK PAJAK
Selasa, 30 November 2021 | 08:13 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Minggu, 28 November 2021 | 10:07 WIB
Kepala KPP Pratama Gianyar Moch. Luqman Hakim
Fokus
Data & Alat
Rabu, 01 Desember 2021 | 08:17 WIB
KURS PAJAK 1 DESEMBER - 7 DESEMBER 2021
Rabu, 24 November 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 24 NOVEMBER - 30 NOVEMBER 2021
Rabu, 17 November 2021 | 08:51 WIB
KURS PAJAK 17 NOVEMBER - 23 NOVEMBER 2021
Rabu, 10 November 2021 | 07:33 WIB
KURS PAJAK 10-16 NOVEMBER 2021
Reportase
Perpajakan.id

Hitung-Hitungan Pajak Jadi Ganjalan PSG Pertahankan Kylian Mbappe

A+
A-
0
A+
A-
0
Hitung-Hitungan Pajak Jadi Ganjalan PSG Pertahankan Kylian Mbappe

Pemain sepak bola Prancis Kylian Mbappe melakukan selebrasi setelah mencetak gol kedua saat pertandingan antara Prancis melawan Kazakhstan dalam kualifikasi Piala Dunia di Parc des Princes, Paris, Prancis, Sabtu (13/11/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Gonzalo Fuentes/foc/cfo

PARIS, DDTCNews – Striker Paris Saint-Germain (PSG), Kylian Mbappe, menjadi salah satu nama paling laris dibicarakan di bursa musim panas 2022. Donatello -- julukan Mbappe -- akan habis kontrak bersama PSG pada musim panas mendatang.

PSG disebut sudah ambil ancang-ancang untuk melepas Mbappe jika dirinya benar hengkang dan merapat ke Real Madrid. Kendati begitu, PSG masih berupaya mempertahankan pemain berusia 22 tahun tersebut. Tak cuma Los Blancos yang kukuh menggaet Mbappe. Liverpool juga dikabarkan siap memboyong Mbappe ke Anfield pada tahun depan.

Namun, di balik panasnya bursa transfer pemain tersebut, ada pertimbangan lain yang membuat PSG semakin berat untuk mempertahankan Mbappe. Perhitungan pajak yang perlu dibayarkan klub atas Mbappe ternyata tidak murah.

Baca Juga: Pengenaan Pajak Keuntungan Modal atas Cryptocurrency Akhirnya Ditunda

"Mbappe terikat penuh sebagai residen pada sistem pajak Prancis," sebuat sebuah media lokal, marca.com, dari sumber internal klub, dikutip Senin (22/11/2021).

Kondisi tersebut berbeda dengan atlet kebanyakan yang status residennya dianggap sebagai subjek pajak luar negeri (SPLN). Berdasarkan hukum pajak Prancis, para pemain asing yang berada di negara tersebut selama kurang dari 8 tahun tidak perlu membayar seluruh pajaknya.

Salah satunya yakni Sergio Ramos. PSG berhasil menghindari pembayaran pajak hingga 30% dalam kontrak kerja mereka. Sementara itu, mereka harus membayar penuh pajak Mbappe. Dengan kata lain, PSG akan membayar Mbappe lebih mahal ketimbang pemain lain, bahkan Neymar sekalipun.

Baca Juga: Tegas! Denda Maksimum Bagi Pengelak Pajak Dinaikkan 10 Kali Lipat

Keputusan ini cukup dilematis mengingat usia sang Mbappe yang masih sangat muda. Kehilangan seorang atlet muda akan menjadi kerugian besar bagi dunia sepak bola Prancis.

Hingga kini, PSG masih berupaya memperpanjang kontras atas Mbappe. Nama Mbappe memang sangat lekat dengan Real Madrid. Namun betapapun kuat Los Blancos mencoba menariknya, belum juga ada kesepakatan sampai kini.

Mbappe memang banyak diperebutkan klub sepak bola Eropa. Pemain muda ini memiliki ketajaman dalam menyerang. Dia telah mencatatkan 138 gol dan 69 assit dalam 185 penampilan. Mbappe juga menjadi sosok penting di balik kejayaan Prancis di ajang Piala Dunia 2018. (tradiva sandriana/sap)

Baca Juga: Tarif PPh Badan Naik di 2023, Pengusaha Beri Warning Soal Ini

Topik : pajak internasional, sepak bola, Paris Saint Germain, Prancis, Kylian Mbappe

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 02 Desember 2021 | 19:30 WIB
LAPORAN ASIAN DEVELOPMENT BANK

Tingkatkan Kepatuhan Sukarela Wajib Pajak, Ini Kata ADB

Kamis, 02 Desember 2021 | 19:00 WIB
PAPUA NUGINI

Kebijakan 2022 Ditetapkan, Tarif Cukai Rokok dan Minol Dipangkas

Kamis, 02 Desember 2021 | 18:30 WIB
FILIPINA

Karena Pajak, KPU Didesak Coret Anak Ferdinand Marcos sebagai Capres

Kamis, 02 Desember 2021 | 18:00 WIB
BANGLADESH

Masuk Radar Pajak, Netflix Kini Wajib Setor PPN

berita pilihan

Senin, 06 Desember 2021 | 15:43 WIB
PENANGANAN COVID-19

PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang, Daerah Vaksinasi Rendah Naik 1 Level

Senin, 06 Desember 2021 | 15:27 WIB
INSENTIF PAJAK

Serapan Insentif Perpajakan Sudah Lampaui Pagu, Ini Kata Airlangga

Senin, 06 Desember 2021 | 15:00 WIB
KOREA SELATAN

Pengenaan Pajak Keuntungan Modal atas Cryptocurrency Akhirnya Ditunda

Senin, 06 Desember 2021 | 14:30 WIB
TAIWAN

Tegas! Denda Maksimum Bagi Pengelak Pajak Dinaikkan 10 Kali Lipat

Senin, 06 Desember 2021 | 14:00 WIB
INGGRIS

Tarif PPh Badan Naik di 2023, Pengusaha Beri Warning Soal Ini

Senin, 06 Desember 2021 | 13:33 WIB
PENEGAKAN HUKUM

KPP Pratama Boyolali Lelang 2 Unit Apartemen Wajib Pajak

Senin, 06 Desember 2021 | 13:30 WIB
PROVINSI BENGKULU

Berlaku Hingga 31 Januari 2022, Pemprov Beri Diskon BBNKB untuk Mobil

Senin, 06 Desember 2021 | 13:00 WIB
BANGLADESH

Otoritas Pajak Minta Harga di Label Produk Sudah Termasuk PPN

Senin, 06 Desember 2021 | 12:30 WIB
ALBANIA

Berlaku Mulai Juli 2022, Ketentuan Penghasilan Kena Pajak Direvisi

Senin, 06 Desember 2021 | 12:00 WIB
ARAB SAUDI

Mulai Desember 2021, PKP Wajib Terbitkan Faktur Pajak Digital