Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Haruskah Robot Bayar Pajak?

0
0

STRASBOURG, DDTCNews – Parlemen Eropa mengajukan usulan draf  kepada Komisi Eropa agar memaksa pemilik robot canggih untuk membayar pajak atau jaminan sosial. Hal ini dilakukan sebagai proteksi bila penggunaan robot canggih mulai menggantikan pekerjaan manusia dalam jumlah besar.

Parlemen Eropa menyadari akan adanya tantangan-tantangan bagi hukum dan etika yang harus dibentuk dengan semakin modernnya industri artificial intelligence (kecerdasan buatan). Usulan draf tersebut akan mengatur hukum dan etika guna mengontrol dan memperkecil konsekuensi yang mungkin ditimbulkan.

“Dalam jangka waktu beberapa dekade, ini (artificial intelligence) akan melampaui kapasitas intelektual manusia, dan jika kita tidak menyiapkan kontrol yang tepat maka akan membahayakan keberlangsungan hidup manusia,” ungkap Parlemen Eropa dalam draf itu.

Baca Juga: Tax Havens, Mesin Global Pelanggaran HAM Internasional

Usulan ini memberikan serangkaian rekomendasi untuk mempersiapkan Eropa dalam memasuki sebuah revolusi industri baru ini. Dalam usulan itu dijelaskan bahwa robot harus terdaftar, dan harus ada hukum tertulis yang mengatur mengenai pembatasan penggunaan mesin/robot agar tidak menyebabkan manusia kehilangan pekerjaan.

Kontak antara manusia dan robot juga harus diatur dalam regulasi, dengan menitik beratkan pada keamanan, privasi, integritas, martabat dan otonomi manusia. “Beberapa usulan lainnya juga berguna untuk melindungi kemungkinan meningkatnya jumlah pengangguran manusia,” ujar Parlemen Eropa seperti dilansir money.cnn.com.

Kode moral dari penggunaan robot yang ditulis oleh penulis cerita science fiction Isaac Asimov, juga perlu digarisbawahi. Asimov menyatakan bahwa robot tidak boleh membahayakan manusia dan harus mematuhi perintah dari penciptanya.

Baca Juga: Anggota Parlemen Chicago Bakal Ajukan Pajak Robot

Usulan draf ini ditulis oleh salah seorang anggota Parlemen Eropa dari Luksemburg, Mady Delvaux, dan  dikabarkan akan dibahas pada tahun ini. Persetujuannya akan dilakukan secara simbolis, namun masih menunggu keputusan dari Komisi Eropa. (Amu)

“Dalam jangka waktu beberapa dekade, ini (artificial intelligence) akan melampaui kapasitas intelektual manusia, dan jika kita tidak menyiapkan kontrol yang tepat maka akan membahayakan keberlangsungan hidup manusia,” ungkap Parlemen Eropa dalam draf itu.

Baca Juga: Tax Havens, Mesin Global Pelanggaran HAM Internasional

Usulan ini memberikan serangkaian rekomendasi untuk mempersiapkan Eropa dalam memasuki sebuah revolusi industri baru ini. Dalam usulan itu dijelaskan bahwa robot harus terdaftar, dan harus ada hukum tertulis yang mengatur mengenai pembatasan penggunaan mesin/robot agar tidak menyebabkan manusia kehilangan pekerjaan.

Kontak antara manusia dan robot juga harus diatur dalam regulasi, dengan menitik beratkan pada keamanan, privasi, integritas, martabat dan otonomi manusia. “Beberapa usulan lainnya juga berguna untuk melindungi kemungkinan meningkatnya jumlah pengangguran manusia,” ujar Parlemen Eropa seperti dilansir money.cnn.com.

Kode moral dari penggunaan robot yang ditulis oleh penulis cerita science fiction Isaac Asimov, juga perlu digarisbawahi. Asimov menyatakan bahwa robot tidak boleh membahayakan manusia dan harus mematuhi perintah dari penciptanya.

Baca Juga: Anggota Parlemen Chicago Bakal Ajukan Pajak Robot

Usulan draf ini ditulis oleh salah seorang anggota Parlemen Eropa dari Luksemburg, Mady Delvaux, dan  dikabarkan akan dibahas pada tahun ini. Persetujuannya akan dilakukan secara simbolis, namun masih menunggu keputusan dari Komisi Eropa. (Amu)

Topik : berita pajak internasional, pajak internasional, pajak robot
artikel terkait
Kamis, 14 Juli 2016 | 11:33 WIB
INGGRIS
Kamis, 14 Juli 2016 | 14:26 WIB
INGGRIS
Rabu, 22 Juni 2016 | 10:18 WIB
SPANYOL
Kamis, 23 Juni 2016 | 10:06 WIB
INGGRIS
berita pilihan
Jum'at, 15 Februari 2019 | 16:51 WIB
AUSTRALIA
Jum'at, 15 Februari 2019 | 15:40 WIB
SELANDIA BARU
Jum'at, 15 Februari 2019 | 15:30 WIB
UNI EMIRAT ARAB
Jum'at, 15 Februari 2019 | 14:45 WIB
BELANDA
Kamis, 14 Februari 2019 | 18:08 WIB
INGGRIS
Kamis, 14 Februari 2019 | 14:39 WIB
AMERIKA SERIKAT
Kamis, 14 Februari 2019 | 13:00 WIB
INGGRIS
Kamis, 14 Februari 2019 | 11:59 WIB
FILIPINA
Kamis, 14 Februari 2019 | 10:16 WIB
PAJAK DIGITAL
Rabu, 13 Februari 2019 | 19:15 WIB
GHANA