Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Ekonomi Global dalam Momen Sulit, IMF Soroti Masalah Korupsi

8
8

Managing Director IMF Christine Lagarde saat berbicara di hadapan Kamar Dagang Amerika Serikat, Selasa (2/4/2019).

JAKARTA, DDTCNews – Korupsi menjadi salah satu tantangan yang harus diatasi dengan kemitraan global di tengah makin tidak menentunya cuaca perekonomian global.

Director International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde mengatakan korupsi juga menjadi area yang mendapatkan perhatian lebih dalam kaitannya dengan dampak ekonomi makro pada negara-negara anggota. Pasalnya, biasa suap tahunan saja lebih dari US$1,5 triliun.

“Hampir 2% dari PDB [produk domestik bruto] global. Pencucian uang dan pendanaan terorisme adalah dimensi serius lainnya dari masalah ini, di mana IMF telah bekerja dengan lebih dari seratus negara,” katanya, seperti dikutip dari laman resmi IMF, Selasa (9/4/2019).

Baca Juga: Meleset, Pertumbuhan Ekonomi 2019 Diperkirakan Capai 5,2%

Dari penelitian baru IMF, sambung Lagarde, tingginya biaya korupsi fiskal mengarah pada kerugian besar pendapatan publik. Pada saat yang bersamaan, pengeluaran publik memiliki kualitas yang rendah. Dalam konteks ini, korupsi menurunkan laju pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan ketimpangan.

Kondisi ini pada gilirannya berdampak pada meningkatnya ketidakpercayaan publik. Jika ada yang bertanya adakah harapan dalam memberantas korupsi, Lagarde menegaskan harapan itu ada. IMF, sambungnya, meyakini respons kebijakan yang tepat dapat memberikan perbedaan yang signifikan.

Dalam studi terbaru IMF, papar dia, tingkat korupsi yang rendah berkaitan erat dengan pendapatan pajak yang lebih tinggi. Ada perbedaan yang sangat signifikan hingga 4 poin persentase PDB antarnegara. Tata kelola yang baik juga dikaitkan dengan nilai ujian siswa yang lebih tinggi dan belanja negara yang lebih efisien untuk pembangunan infrastruktur vital.

Baca Juga: IMF Minta Negara Ini Optimalkan Pajak dan Kurangi Utang

Pemberantasan korupsi, sambung Lagarde, akan ada manfaat dari sisi fiskal dan masyarakat secara umum. Transparency International baru-baru ini memperbarui Indeks Persepsi Korupsi dengan patokan 100 adalah ‘sangat bersih’.

“Dengan ukuran itu, dua pertiga dari semua negara mendapat skor di bawah 50. Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki masalah serius dalam mencegah korupsi,” tegasa Lagarde.

Selain masalah korupsi, IMF juga menyoroti kemitraan publik dan swasta untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Langkah ini menjadi bagian dari upaya untuk membuat bumi yang lebih baik bagi generasi penerus.

Baca Juga: BI: Pemangkasan Suku Bunga Acuan Saja Tidak Cukup

“Dalam percakapan saya dengan orang-orang muda di seluruh dunia, saya juga telah belajar bahwa perubahan iklim adalah salah satu dari dua tantangan [selain korupsi] yang mereka anggap paling penting bagi masa depan mereka,” imbuhnya. (kaw)

“Hampir 2% dari PDB [produk domestik bruto] global. Pencucian uang dan pendanaan terorisme adalah dimensi serius lainnya dari masalah ini, di mana IMF telah bekerja dengan lebih dari seratus negara,” katanya, seperti dikutip dari laman resmi IMF, Selasa (9/4/2019).

Baca Juga: Meleset, Pertumbuhan Ekonomi 2019 Diperkirakan Capai 5,2%

Dari penelitian baru IMF, sambung Lagarde, tingginya biaya korupsi fiskal mengarah pada kerugian besar pendapatan publik. Pada saat yang bersamaan, pengeluaran publik memiliki kualitas yang rendah. Dalam konteks ini, korupsi menurunkan laju pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan ketimpangan.

Kondisi ini pada gilirannya berdampak pada meningkatnya ketidakpercayaan publik. Jika ada yang bertanya adakah harapan dalam memberantas korupsi, Lagarde menegaskan harapan itu ada. IMF, sambungnya, meyakini respons kebijakan yang tepat dapat memberikan perbedaan yang signifikan.

Dalam studi terbaru IMF, papar dia, tingkat korupsi yang rendah berkaitan erat dengan pendapatan pajak yang lebih tinggi. Ada perbedaan yang sangat signifikan hingga 4 poin persentase PDB antarnegara. Tata kelola yang baik juga dikaitkan dengan nilai ujian siswa yang lebih tinggi dan belanja negara yang lebih efisien untuk pembangunan infrastruktur vital.

Baca Juga: IMF Minta Negara Ini Optimalkan Pajak dan Kurangi Utang

Pemberantasan korupsi, sambung Lagarde, akan ada manfaat dari sisi fiskal dan masyarakat secara umum. Transparency International baru-baru ini memperbarui Indeks Persepsi Korupsi dengan patokan 100 adalah ‘sangat bersih’.

“Dengan ukuran itu, dua pertiga dari semua negara mendapat skor di bawah 50. Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki masalah serius dalam mencegah korupsi,” tegasa Lagarde.

Selain masalah korupsi, IMF juga menyoroti kemitraan publik dan swasta untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Langkah ini menjadi bagian dari upaya untuk membuat bumi yang lebih baik bagi generasi penerus.

Baca Juga: BI: Pemangkasan Suku Bunga Acuan Saja Tidak Cukup

“Dalam percakapan saya dengan orang-orang muda di seluruh dunia, saya juga telah belajar bahwa perubahan iklim adalah salah satu dari dua tantangan [selain korupsi] yang mereka anggap paling penting bagi masa depan mereka,” imbuhnya. (kaw)

Topik : IMF, Christine Lagarde, korupsi, pencucian uang, pertumbuhan ekonomi
Komentar
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Rabu, 29 Maret 2017 | 15:50 WIB
MALAYSIA
Jum'at, 24 Maret 2017 | 10:56 WIB
AMERIKA SERIKAT
Selasa, 14 Februari 2017 | 11:55 WIB
THAILAND
Senin, 29 Agustus 2016 | 11:02 WIB
INGGRIS
berita pilihan
Sabtu, 10 September 2016 | 14:01 WIB
IRLANDIA
Selasa, 11 Juni 2019 | 16:24 WIB
AUSTRALIA
Rabu, 27 Desember 2017 | 11:18 WIB
INGGRIS
Rabu, 22 Mei 2019 | 14:40 WIB
ITALIA
Kamis, 28 Maret 2019 | 16:54 WIB
SELANDIA BARU
Sabtu, 08 Oktober 2016 | 14:30 WIB
AZERBAIJAN
Minggu, 18 September 2016 | 19:02 WIB
INDIA
Rabu, 06 Desember 2017 | 11:30 WIB
GHANA
Senin, 04 Juni 2018 | 16:38 WIB
YORDANIA
Kamis, 05 Juli 2018 | 10:45 WIB
NIKARAGUA