Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Dorong Kepatuhan, Sinergi 3 Ditjen Ini Bidik Penerimaan Rp50 Triliun

1
1

Konferensi pers dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo. (foto: Twitter Kemenkeu)

JAKARTA, DDTCNews – Sinergi antara Ditjen Pajak (DJP), Ditjen Bea dan Cukai (DJBC), serta Ditjen Anggaran (DJA) tidak hanya menyasar kepatuhan wajib pajak. Target setoran tambahan dipasang untuk menambah penerimaan negara.

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan menjelang pertengahan tahun ini, sinergi tiga unit eselon I itu telah menghasilkan penerimaan negara senilai Rp6,5 triliun. Adapun target penerimaan yang dipasang Kemenkeu untuk tahun ini senilai Rp50 triliun.

“Untuk yang tahun lalu saja sinergi antara DJP dan DJBC penerimaannya lebih dari Rp23 triliun. Ini akan terus dilakukan dan menyasar yang berada di luar kelas,” katanya di Kantor Pusat DJP, Selasa (25/6/2019).

Baca Juga: Gedung Pemerintah akan Dilindungi Asuransi

Mardiasmo menekankan aspek penerimaan bukanlah tujuan utama dari kerja sama ini. Kenaikan tingkat kepatuhan wajib pajak dan wajib bayar penerimaan negara bukan pajak (PNBP) menjadi tujuan utama dari sinergi tiga direktorat jenderal tersebut.

Adapun tujuan utama dari sinergi ini adalah menciptakan ketahanan fiskal dengan terjaminnya penerimaan negara baik dari perpajakan dan juga PNBP. Wajib pajak dan wajib bayar PNBP yang masih berseliweran di luar sistem menjadi sasaran utama sinergi program tersebut.

Sementara itu, untuk pelaku usaha yang tercatat dalam sistem dan terbukti patuh, pemerintah akan memberikan fasilitas dan kemudahan. Dengan demikian, melalui sinergi ini dapat meningkatkan basis pajak yang pada akhirnya mengerek naik tax rationasional.

Baca Juga: Realisasi Penerimaan Loyo, Strategi Utang Berubah? Ini Kata Kemenkeu

“Tujuan utama adalah membuat wajib pajak menjadi patuh dengan begitu ketahanan fiskal negara akan semakin kuat. Intinya memudahkan pengusaha dalam menjalankan kewajibannya baik perpajakan maupun pembayaran PNBP,” ungkapnya.

Salah satu sinergi yang dilakukan adalah joint analisis. Ini merupakan kegiatan analisis bersama antara DJP, DJBC dan DJA, untuk melakukan penelitian pemenuhan kewajiban WP dan WB. Pada 2018, kegiatan ini dilaksanakan terhadap 13.748 WP. Kemudian, pada tahun ini ada perluasan kepada 3.390 WP (termasuk WB PNBP), yang dicantumkan dalam Daftar Sasaran Analisis Bersama (DSAB). (kaw)

Baca Juga: SBR007 Tawarkan Kupon 7,5%, Mau?

“Untuk yang tahun lalu saja sinergi antara DJP dan DJBC penerimaannya lebih dari Rp23 triliun. Ini akan terus dilakukan dan menyasar yang berada di luar kelas,” katanya di Kantor Pusat DJP, Selasa (25/6/2019).

Baca Juga: Gedung Pemerintah akan Dilindungi Asuransi

Mardiasmo menekankan aspek penerimaan bukanlah tujuan utama dari kerja sama ini. Kenaikan tingkat kepatuhan wajib pajak dan wajib bayar penerimaan negara bukan pajak (PNBP) menjadi tujuan utama dari sinergi tiga direktorat jenderal tersebut.

Adapun tujuan utama dari sinergi ini adalah menciptakan ketahanan fiskal dengan terjaminnya penerimaan negara baik dari perpajakan dan juga PNBP. Wajib pajak dan wajib bayar PNBP yang masih berseliweran di luar sistem menjadi sasaran utama sinergi program tersebut.

Sementara itu, untuk pelaku usaha yang tercatat dalam sistem dan terbukti patuh, pemerintah akan memberikan fasilitas dan kemudahan. Dengan demikian, melalui sinergi ini dapat meningkatkan basis pajak yang pada akhirnya mengerek naik tax rationasional.

Baca Juga: Realisasi Penerimaan Loyo, Strategi Utang Berubah? Ini Kata Kemenkeu

“Tujuan utama adalah membuat wajib pajak menjadi patuh dengan begitu ketahanan fiskal negara akan semakin kuat. Intinya memudahkan pengusaha dalam menjalankan kewajibannya baik perpajakan maupun pembayaran PNBP,” ungkapnya.

Salah satu sinergi yang dilakukan adalah joint analisis. Ini merupakan kegiatan analisis bersama antara DJP, DJBC dan DJA, untuk melakukan penelitian pemenuhan kewajiban WP dan WB. Pada 2018, kegiatan ini dilaksanakan terhadap 13.748 WP. Kemudian, pada tahun ini ada perluasan kepada 3.390 WP (termasuk WB PNBP), yang dicantumkan dalam Daftar Sasaran Analisis Bersama (DSAB). (kaw)

Baca Juga: SBR007 Tawarkan Kupon 7,5%, Mau?
Topik : penerimaan pajak, Kemenkeu, penerimaan negara
artikel terkait
Senin, 03 Oktober 2016 | 20:23 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Rabu, 21 September 2016 | 08:01 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Selasa, 04 Oktober 2016 | 17:55 WIB
INSENTIF PENDIDIKAN
Selasa, 20 September 2016 | 12:01 WIB
KEBIJAKAN INVESTASI
berita pilihan
Sabtu, 03 November 2018 | 13:40 WIB
WORLDWIDE TAX SYSTEM
Kamis, 22 November 2018 | 16:19 WIB
WORLD TRANSFER PRICING
Jum'at, 25 Agustus 2017 | 12:05 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
Selasa, 10 Oktober 2017 | 16:01 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
Selasa, 02 Agustus 2016 | 20:02 WIB
WIEF KE-12
Selasa, 11 April 2017 | 14:01 WIB
WAMENKEU:
Senin, 05 Juni 2017 | 13:52 WIB
VIETNAM
Rabu, 15 Agustus 2018 | 10:40 WIB
VAT REFUND
Kamis, 16 Agustus 2018 | 17:11 WIB
VAT REFUND
Jum'at, 27 Juli 2018 | 14:59 WIB
UU PNBP