Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Dorong Industri Lokal, Tarif Impor Diturunkan

A+
A-
0
A+
A-
0
Dorong Industri Lokal, Tarif Impor Diturunkan

GUANGZHOU, DDTCNews - Meningkatkan geliat industri domestik tidak selalu dengan melakukan proteksionisme. Hal ini yang berlaku untuk industri perhiasan di Tiongkok.

Minim sumber daya untuk industri perhiasaan membuat otoritas Bea Cukai memangkas bea masuk atas 18 kategori perhiasan. Otoritas kemudian mereklasifikasi ke 18 item tersebut sebagai barang konsumsi sehari-hari.

"Ini adalah pertama kalinya China [telah memotong] tarif impor pada kategori perhiasan dalam beberapa tahun terakhir," kata Manajer Bursa Berlian Guangzhou, Liang Weizhang, Senin (11/6).

Baca Juga: Sri Mulyani: Ekonomi China Melambat 1%, Indonesia Bisa Anjlok 0,6%

Dia menjelaskan kebijakan tersebut bukan hanya sekedar pemangkasan tarif. Dengan mengubah klasifikasi dari barang mewah menjadi kebutuhan sehari-hari akan membuka peluang perusahaan asing melakukan ekspasi di pasar Tiongkok.

"Perubahan ini memberi peluang bagi merek perhiasan asing untuk bergerak lebih jauh ke pasar China," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Presiden dari Bursa Berlian Shenzhen, Julius Zheng menyatakan dengan kebijakan ini akan mendorong masuk bahan mentah ke pasar domestik. Dengan begitu secara langsung dan tidak langsung akan menggerakan industri pemolesan perhisaan domestik.

Baca Juga: Dampak Virus Corona, DJBC Longgarkan Penyerahan SKA Form E dari China

"Tarif yang relatif rendah untuk impor akan membuatnya lebih berharga untuk mengirim batu-baru perhisaan dan kemudian merakitnya di sini," kata Zheng.

Melalui pemangkasan tarif bea masuk ini juga diperkirakan akan mendorong impor perancang model perhiasan. Zheng menyatakan designer asal Italia amat populer di Tiongkok. (Gfa/Amu)

Baca Juga: Imbas Virus Corona, Negara Ini Terancam Resesi?

"Ini adalah pertama kalinya China [telah memotong] tarif impor pada kategori perhiasan dalam beberapa tahun terakhir," kata Manajer Bursa Berlian Guangzhou, Liang Weizhang, Senin (11/6).

Baca Juga: Sri Mulyani: Ekonomi China Melambat 1%, Indonesia Bisa Anjlok 0,6%

Dia menjelaskan kebijakan tersebut bukan hanya sekedar pemangkasan tarif. Dengan mengubah klasifikasi dari barang mewah menjadi kebutuhan sehari-hari akan membuka peluang perusahaan asing melakukan ekspasi di pasar Tiongkok.

"Perubahan ini memberi peluang bagi merek perhiasan asing untuk bergerak lebih jauh ke pasar China," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Presiden dari Bursa Berlian Shenzhen, Julius Zheng menyatakan dengan kebijakan ini akan mendorong masuk bahan mentah ke pasar domestik. Dengan begitu secara langsung dan tidak langsung akan menggerakan industri pemolesan perhisaan domestik.

Baca Juga: Dampak Virus Corona, DJBC Longgarkan Penyerahan SKA Form E dari China

"Tarif yang relatif rendah untuk impor akan membuatnya lebih berharga untuk mengirim batu-baru perhisaan dan kemudian merakitnya di sini," kata Zheng.

Melalui pemangkasan tarif bea masuk ini juga diperkirakan akan mendorong impor perancang model perhiasan. Zheng menyatakan designer asal Italia amat populer di Tiongkok. (Gfa/Amu)

Baca Juga: Imbas Virus Corona, Negara Ini Terancam Resesi?
Topik : china, impor, industri, perhiasan
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Selasa, 05 Maret 2019 | 18:44 WIB
CHINA
Kamis, 15 Februari 2018 | 11:27 WIB
PAJAK MOBIL MEWAH
Selasa, 11 Juli 2017 | 15:01 WIB
UGANDA
Kamis, 13 September 2018 | 09:21 WIB
KENAIKAN TARIF PPH IMPOR
berita pilihan
Kamis, 20 Februari 2020 | 19:36 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Kamis, 20 Februari 2020 | 19:11 WIB
KOTA BOGOR
Kamis, 20 Februari 2020 | 18:03 WIB
ALOKASI DANA TRANSFER
Kamis, 20 Februari 2020 | 17:50 WIB
PROFIL PAJAK KOTA SURABAYA
Kamis, 20 Februari 2020 | 17:15 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Kamis, 20 Februari 2020 | 16:45 WIB
INSENTIF PAJAK
Kamis, 20 Februari 2020 | 16:26 WIB
SELEKSI CALON PROFESIONAL DDTC
Kamis, 20 Februari 2020 | 16:18 WIB
LOMBA MENULIS ARTIKEL PAJAK
Kamis, 20 Februari 2020 | 16:07 WIB
INDEKS KERAHASIAAN FINANSIAL GLOBAL
Kamis, 20 Februari 2020 | 15:57 WIB
PROYEKSI EKONOMI