JAKARTA, DDTCNews - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,38 juta orang pada Agustus 2026.
Jumlah tersebut turun 77.000 orang dibandingkan dengan Agustus 2025. Namun, jika dibandingkan dengan Mei 2026, jumlah pengangguran justru meningkat dari 7,22 juta orang.
"Angkatan kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja menjadi pengangguran, yaitu sebanyak 7,38 juta orang," ujar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud, dikutip pada Sabtu (7/11/2026).
Jumlah pengangguran tersebut setara dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 4,75% dari total angkatan kerja sebanyak 155,37 juta orang. Angka TPT ini lebih rendah dibandingkan dengan Agustus 2025 yang mencapai 4,85%.
"Penurunan tingkat pengangguran terbuka pada Agustus 2026 dibandingkan dengan Agustus 2025 terjadi pada penduduk laki-laki, sedangkan tingkat pengangguran terbuka perempuan justru mengalami peningkatan," paparnya.
Secara keseluruhan, BPS mencatat jumlah penduduk usia kerja di Indonesia mencapai 220,91 juta orang pada Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 155,37 juta orang merupakan angkatan kerja, sedangkan 65,54 juta orang lainnya tergolong bukan angkatan kerja.
Angkatan kerja terdiri atas penduduk yang bekerja dan pengangguran. Adapun jumlah penduduk yang bekerja tercatat sebanyak 147,98 juta orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 99,84 juta orang merupakan pekerja penuh waktu, 35,29 juta orang pekerja paruh waktu, dan 12,84 juta orang setengah pengangguran.
Berdasarkan lapangan usaha, sebagian besar penduduk bekerja di sektor pertanian dengan porsi mencapai 28,20%. Berikutnya, sektor perdagangan besar dan eceran menyerap 17,86% tenaga kerja, sedangkan sektor industri sebesar 13,75%.
Sektor lainnya yang juga menyerap tenaga kerja cukup besar ialah akomodasi dan makan minum sebesar 8,11% serta konstruksi sebesar 6,67%. (dik)
