JAKARTA, DDTCNews – Sebanyak 100 artikel yang telah tayang dalam Lomba Menulis Artikel Pajak DDTCNews 2026 kini memasuki tahap penilaian oleh dewan juri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 50 artikel terbaik akan dipilih sebagai pemenang lomba.
Penilaian oleh dewan juri berlangsung pada 26 Oktober hingga 1 November 2026. Dalam proses tersebut, identitas peserta tidak akan diungkapkan kepada juri sehingga penilaian dapat berfokus pada kualitas dan substansi artikel.
Untuk menentukan para pemenang, DDTCNews menghadirkan 3 juri yang memiliki latar belakang keahlian di bidang hukum pajak, administrasi fiskal, serta kebijakan perpajakan. Berikut profil singkat masing-masing juri.
Pertama, Prof. Adrianto Dwi Nugroho, S.H., Adv., LL.M., LL.D. saat ini menjabat sebagai Guru Besar Fakultas Hukum UGM dengan kepakaran di bidang hukum pajak perusahaan.
Sebagai akademisi hukum pajak, Adrianto aktif melakukan penelitian dan publikasi terkait dengan perkembangan regulasi perpajakan, termasuk isu pajak ekonomi digital, insentif perpajakan, hingga aspek hukum dalam sistem pajak internasional.
Kedua, Dr. Neni Susilawati, S.Sos., M.A., CertDA., CSRS. saat ini menjabat sebagai Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Fiskal Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI), sekaligus peneliti di Klaster Riset Governansi dan Akuntabilitas Perpajakan (GAP) FIA UI serta Tax Centre UI.
Bidang penelitiannya mencakup PPh orang pribadi, pemotongan dan pemungutan PPh, perilaku wajib pajak, administrasi perpajakan, serta kebijakan perpajakan. Hasil penelitiannya telah dipublikasikan dalam jurnal nasional dan internasional bereputasi serta prosiding internasional.
Ketiga, B. Bawono Kristiaji, S.E., M.S.E., M.Sc. IBT., BKP., ADIT saat ini menjabat sebagai Senior Partner DDTC Fiscal Research & Advisory dengan pengalaman di bidang keuangan publik, kebijakan pajak, dan transfer pricing.
Bawono dikenal sebagai penulis dan kontributor buku di bidang perpajakan. Beberapa isu perpajakan yang diulas Bawono antara lain pajak minimum global, studi komparasi pajak penghasilan, base erosion and profit shifting (BEPS), dan lain sebagainya.
Dalam menentukan artikel terbaik, terdapat 4 aspek penilaian. Pertama, bahasa dan teknik penulisan dengan bobot 30%. Kedua, kekuatan, kebaruan, dan argumentasi gagasan dengan bobot 50%.Adapun 2 aspek lainnya adalah jumlah pembaca (hits) dengan bobot 10% serta waktu pengiriman artikel dengan bobot 10%.
Perlu diketahui, sebanyak 100 artikel yang memasuki tahap penjurian merupakan hasil seleksi redaksi dari total 476 naskah yang diterima dalam Lomba Menulis Artikel Pajak DDTCNews 2026. Seluruh artikel tersebut telah ditayangkan secara bertahap sejak 18 Agustus hingga 23 Oktober 2026.
Lomba tahun ini mengusung tema Meneguhkan Pajak sebagai Kesepakatan Bersama. Melalui tema tersebut, peserta diajak menyampaikan gagasan mengenai penguatan kepercayaan publik, kepastian hukum, partisipasi masyarakat, transparansi pengelolaan pajak, serta perbaikan administrasi perpajakan.
Sebanyak 50 artikel terbaik yang terpilih nantinya akan memperoleh penghargaan dengan total hadiah mencapai Rp100 juta. Selain uang tunai, para pemenang juga akan mendapatkan buku terbitan DDTC serta akses Perpajakan DDTC Lite selama 1 tahun.
Tak hanya itu, seluruh artikel pemenang akan dihimpun dalam buku seri Gagasan Perpajakan yang diterbitkan oleh DDTC. Penerbitan buku tersebut diharapkan dapat memperluas penyebarluasan gagasan para peserta sekaligus memperkaya referensi perpajakan di Indonesia.
Bagi pembaca yang ingin menyimak berbagai gagasan tersebut, seluruh artikel yang telah ditayangkan dapat diakses melalui kanal Lomba Menulis DDTCNews 2026. Pengumuman pemenang Lomba Menulis Artikel Pajak DDTCNews 2026 dijadwalkan berlangsung pada November 2026. (rig)
