Berita
Selasa, 19 Oktober 2021 | 12:30 WIB
UU HPP
Selasa, 19 Oktober 2021 | 12:00 WIB
LAPORAN TAHUNAN DJP 2020
Selasa, 19 Oktober 2021 | 11:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Selasa, 19 Oktober 2021 | 11:00 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Review
Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:30 WIB
KONSULTASI PAJAK
Senin, 18 Oktober 2021 | 11:42 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 17 Oktober 2021 | 09:00 WIB
Kepala KPP Madya Dua Jakarta Selatan II Kurniawan:
Rabu, 13 Oktober 2021 | 15:30 WIB
TAJUK PAJAK
Fokus
Literasi
Selasa, 19 Oktober 2021 | 10:05 WIB
SANKSI ADMINISTRASI (7)
Senin, 18 Oktober 2021 | 19:04 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 18 Oktober 2021 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 18 Oktober 2021 | 12:00 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 13 Oktober 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 13 OKTOBER - 19 OKTOBER 2021
Rabu, 06 Oktober 2021 | 08:53 WIB
KURS PAJAK 6-12 OKTOBER 2021
Rabu, 22 September 2021 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 22 - 28 SEPTEMBER 2021
Rabu, 15 September 2021 | 11:00 WIB
STATISTIK FISKAL DAERAH
Komunitas
Senin, 18 Oktober 2021 | 18:54 WIB
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Jum'at, 15 Oktober 2021 | 14:42 WIB
HASIL SURVEI PAJAK KARBON
Kamis, 14 Oktober 2021 | 12:15 WIB
HASIL DEBAT 23 SEPTEMBER - 11 OKTOBER 2021
Senin, 11 Oktober 2021 | 11:05 WIB
AGENDA PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Begini Ketentuan PPN Penjualan Motor atau Mobil Bekas

A+
A-
2
A+
A-
2
Begini Ketentuan PPN Penjualan Motor atau Mobil Bekas

Ilustrasi. 

KENDARAAN bermotor kini menjadi moda transportasi yang sangat dibutuhkan untuk mendukung mobilitas masyarakat. Banyak opsi yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan atas kendaraan bermotor. Salah satunya dengan membeli kendaraan bermotor bekas pakai.

Pembelian melalui pengusaha yang menjajakan kendaraan bermotor bekas tetap terutang pajak pertambahan nilai (PPN). Namun, mekanisme pengkreditan pajak masukan atas kendaraan bermotor bekas berbeda dengan mekanisme pada umumnya.

Lantas, bagaimana sebenarnya ketentuan PPN serta pengkreditan pajak masukan atas penjualan kendaraan bermotor bekas?

Baca Juga: Omzet UMKM di Bawah Rp500 Juta, Tidak Perlu Bayar Pajak Lagi?

Dasar hukum yang mengatur tentang ketentuan PPN atas penjualan kendaraan bermotor bekas tertuang dalam UU PPN, Keputusan Dirjen Pajak No.KEP-238/PJ/2002 (KEP-238/PJ/2002), dan Peraturan Menteri Keuangan No.79/PMK.03/2010 (PMK 79/2010).

Sesuai dengan Pasal 2 ayat (1) KEP-238/PJ/2002, atas penyerahan kendaraan bermotor bekas oleh pengusaha kendaraan bermotor bekas yang semata-mata merupakan barang dagangannya terutang PPN.

Adapun kendaraan bermotor bekas adalah kendaraan bermotor baik roda dua atau lebih yang kondisinya bukan baru. Kendaraan tersebut juga telah terdaftar pada instansi yang berwenang atau memiliki nomor polisi (Pasal 1 angka 1 KEP-238/PJ./2002).

Baca Juga: Ada Stiker Hologram Road Tax, Kendaraan Tak Taat Pajak Bakal Ketahuan

Sementara itu, pengusaha kendaraan bermotor bekas adalah orang pribadi atau badan yang kegiatan usahanya melakukan penjualan kendaraan bermotor bekas. Penjualan kendaraan bekas yang dikenakan PPN adalah penjualan dari pengusaha yang kegiatan usahanya semata-mata menjajakan kendaraan bekas. Simak pula 'Apa Itu PKP Kegiatan Usaha Tertentu?'.

Berdasarkan pada PMK 79/2010, kegiatan usaha yang semata-mata menyerahkan kendaraan bermotor bekas secara eceran termasuk dalam kegiatan usaha tertentu. Untuk itu, besarnya pajak masukan yang dapat dikreditkan harus dihitung menggunakan pedoman penghitungan pengkreditan pajak masukan (Pasal 9 ayat (7a) UU PPN).

Secara lebih terperinci, pajak masukan atas kendaraan bermotor yang dapat dikreditkan adalah sebesar 90% dari pajak keluaran. Sementara itu, pajak keluaran dihitung dengan cara mengalikan tarif 10% dengan peredaran usaha

Baca Juga: Gelar Webinar, USU & Kanwil DJP Sumut I Bahas Pajak Transaksi Digital

Dengan demikian, PPN yang wajib disetor pengusaha pada setiap masa pajak setara dengan 1% dari peredaran usaha. Guna memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut ilustrasi penghitungan PPN dan pengkreditan pajak masukan atas penjualan kendaraan bermotor.

PT. Gelanggang Motor menggelola showroom mobil dan sepeda motor bekas yang sudah dikukuhkan sebagai PKP sejak 14 Januari 2014. Pada Januari 2021, PT. Gelanggang motor menjual 4 unit mobil bekas dengan harga jual seluruhnya senilai Rp600 juta.

Sementara itu, pajak masukan atas perolehan barang kena pajak (BKP) dan jasa kena pajak (JKP) yang berhubungan dengan kegiatan usaha pada Januari 2021 berjumlah Rp40 juta. Dengan demikian, PPN yang wajib disetor masa Januari 2021 adalah:

Baca Juga: UU HPP Atur PPN Final, Begini Masukan Asosiasi UMKM

Pajak keluaran (10% x peredaran usaha)
10% x Rp600.000.000 = Rp60.000.000

Pajak masukan yang dapat dikreditkan
90% x pajak keluaran = Rp54.000.000

PPN yang wajib disetor
pajak keluaran – pajak masukan = Rp6.000.000

Baca Juga: PMK Baru! Kemenkeu Revisi Aturan Jenis Kendaraan yang Dikenai PPnBM

Sementara itu, pajak masukan yang berhubungan dengan kegiatan usaha pada Januari 2021 senilai Rp40 juta tidak dapat dikreditkan (Pasal 3 KEP-238/PJ./2002). Pajak masukan Rp40 juta tersebut juga tidak dapat dibebankan sebagai biaya untuk penghitungan Pajak Penghasilan/PPh (Pasal 6 PMK 79/2010). (kaw)

Topik : PPN, kendaraan bermotor, motor bekas, mobil bekas

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Lans

Rabu, 06 Oktober 2021 | 04:08 WIB
dari contoh di atas, sepertinya lebih beruntung menggunakan mekanisme pengkreditan PM sebesar 90% dari PK ini ya dibandingkan dengan mekanisme normal? karena jika menggunakan mekanisme normal, maka PM yg bisa dikreditkan hanya sebesar 40 jt, sehingga PPN yg seharusnya dibayar sebesar 20 juta, sedang ... Baca lebih lanjut

[email protected]

Selasa, 21 September 2021 | 19:26 WIB
Bagaimana proses pengkreditan pajak masukan periode Januari 2021 yang 40jt, mohon penjelasannya, terima kasih.
1

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 12 Oktober 2021 | 17:00 WIB
KINERJA FISKAL

Ini Alasan Pemerintah Yakin Transisi Konsolidasi Fiskal Berjalan Mulus

Selasa, 12 Oktober 2021 | 16:30 WIB
UU HPP

Ini 5 Jenis Jasa Keuangan yang Bebas PPN dalam UU HPP

Selasa, 12 Oktober 2021 | 16:00 WIB
ARAB SAUDI

Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak, Arab Saudi Amendemen UU PPN

Selasa, 12 Oktober 2021 | 15:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Bonus Demografi Bantu Naikkan Tax Ratio, PPN dan PPh Jadi Andalan

berita pilihan

Selasa, 19 Oktober 2021 | 12:30 WIB
UU HPP

Revisi Pasal 43A UU KUP Atur Tugas PPNS dalam Pemeriksaan Bukper

Selasa, 19 Oktober 2021 | 12:00 WIB
LAPORAN TAHUNAN DJP 2020

DJP: Tindak Pidana Perpajakan Didominasi Faktur Pajak Fiktif

Selasa, 19 Oktober 2021 | 11:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Kasus Melandai, Dana Covid di Daerah Boleh Dibelanjakan untuk Hal Lain

Selasa, 19 Oktober 2021 | 11:00 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL

Airlangga: Anggaran PEN Sudah Terealisasi 57,5%

Selasa, 19 Oktober 2021 | 10:53 WIB
LAPORAN TAHUNAN DJP

Kembangkan Aplikasi Pajak, DJP Lakukan Digitalisasi SP2DK

Selasa, 19 Oktober 2021 | 10:35 WIB
LAPORAN TAHUNAN DJP 2020

Penerimaan Pajak dari Bukper Tembus Rp2 Triliun, Ini Strategi DJP

Selasa, 19 Oktober 2021 | 10:05 WIB
SANKSI ADMINISTRASI (7)

Pencabutan Permohonan Pengurangan atau Penghapusan Sanksi Pajak

Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:30 WIB
KONSULTASI PAJAK

Omzet UMKM di Bawah Rp500 Juta, Tidak Perlu Bayar Pajak Lagi?

Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Ada Stiker Hologram Road Tax, Kendaraan Tak Taat Pajak Bakal Ketahuan

Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:00 WIB
BELGIA

Mitigasi Perubahan Iklim, Penerbangan Jarak Pendek Bakal Dipajaki