Fokus
Literasi
Jum'at, 19 Agustus 2022 | 21:14 WIB
PPH FINAL (9)
Jum'at, 19 Agustus 2022 | 17:00 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 19 Agustus 2022 | 15:30 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 17 Agustus 2022 | 12:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Data & Alat
Rabu, 17 Agustus 2022 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 17 AGUSTUS - 23 AGUSTUS 2022
Rabu, 10 Agustus 2022 | 09:07 WIB
KURS PAJAK 10 AGUSTUS - 16 AGUSTUS 2022
Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 3 AGUSTUS - 9 AGUSTUS 2022
Senin, 01 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KMK 39/2022
Reportase

Atasi Lonjakan Harga, Pemerintah Bebaskan Bea Impor Makanan Pokok

A+
A-
1
A+
A-
1
Atasi Lonjakan Harga, Pemerintah Bebaskan Bea Impor Makanan Pokok

Ilustrasi.

TRIPOLI, DDTCNews – Pemerintah Libya akhirnya mengambil kebijakan untuk merespons lonjakan harga komoditas. Perdana Menteri Libya, Abd Alhamid Aldabaiba memerintahkan jajarannya untuk menyusun mekanisme penurunan harga komoditas. Salah satu caranya, membebaskan bea masuk impor atas komoditas makanan.

Pemerintah berharap melalui kebijakan ini, stok bahan pokok di seluruh negeri kembali stabil dengan harga yang lebih terjangkau. Harga makanan yang melambung di Libya disebabkan pasokan yang tak seimbang terhadap permintaan.

"Langkah ini harus diambil untuk mengurangi beban masyarakat," rilis pemerintah Libya dikutip dari libyaherald.com, Jumat (12/11/2021).

Baca Juga: Perusahaan Ini Minta Insentif Pajak untuk Mobil Listrik Diperpanjang

Sebelumnya, Perdana Menteri Aldabaiba sengaja berkunjung ke beberapa toko di ibu kota untuk memeriksa harga dan stok berbagai macam produk. Dalam kunjungannya, ia mengaku berusaha mendengar setiap keluhan dan masukan dari masyarakat yang ada di sana.

Selaras dengan kunjungan ini, Aldaibaba secara resmi menerbitkan aturan terkait pembebasan bea masuk impor dari makanan dan obat-obatan. Dia meminta bawahannya untuk terus mengawasi dan mengontrol harga di pasar.

Tidak cuma tentang harga, masyarakat juga menyampaikan keluhan mereka tentang kualitas dan ketersediaan barang yang beredar. Salah satu produk yang disoroti PM Libya adalah roti. Apalagi produk tersebut menjadi salah satu makanan pokok di sana. (sap)

Baca Juga: Catat! Pajak Masukan dalam Faktur Telat Upload Tak Dapat Dikreditkan

Topik : pajak internasional, bea masuk, bea impor, PPN, Libya

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:30 WIB
PER-11/PJ/2022

Ada PER-11/PJ/2022, Simak Contoh Pencantuman Alamat PKP Pembeli

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 09:01 WIB
PER-11/PJ/2022

Aturan Soal Faktur Pajak Direvisi, Ketentuan Alamat PKP Pembeli Diubah

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 19:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Ada Pajak Minimum, Beban Pajak Korporasi AS Bakal Tembus US$223 Miliar

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 15:45 WIB
DDTC ACADEMY - INTENSIVE COURSE

Pentingnya Mendalami Pemahaman Pajak Internasional, Termasuk P3B

berita pilihan

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 21:14 WIB
PPH FINAL (9)

Pajak atas Hadiah Undian

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 18:34 WIB
HUT KE-15 DDTC

Perpajakan ID, DDTC Integrasikan Berbagai Dokumen dengan Teknologi

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 18:15 WIB
KOTA TANGERANG

HUT Kemerdekaan RI, Pemkot Berikan Diskon PBB 77% Hingga Akhir Bulan

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 18:00 WIB
MALAYSIA

Perusahaan Ini Minta Insentif Pajak untuk Mobil Listrik Diperpanjang

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 17:30 WIB
KP2KP MARISA

Kantor Pajak Panggil ASN yang Belum Lapor SPT, Beri Peringatan Ini

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 17:00 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Lelang Eksekusi Pajak?

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 16:51 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Subsidi Bebani APBN, Luhut Sebut Harga Pertalite dan Solar akan Naik

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 16:30 WIB
KABUPATEN SUKABUMI

Segara Manfaatkan! Pemutihan Pajak Cuma Sampai 31 September 2022

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 16:15 WIB
PER-11/PJ/2022

Catat! Pajak Masukan dalam Faktur Telat Upload Tak Dapat Dikreditkan

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 16:00 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Wah! Analisis PPATK Sumbang Rp7,4 Triliun ke Penerimaan Pajak