Review
Rabu, 08 Juli 2020 | 06:06 WIB
PERSPEKTIF
Selasa, 07 Juli 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 07 Juli 2020 | 09:06 WIB
OPINI PAJAK
Selasa, 30 Juni 2020 | 09:33 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Literasi
Kamis, 09 Juli 2020 | 17:15 WIB
KEBERATAN PAJAK (3)
Rabu, 08 Juli 2020 | 18:00 WIB
PROFIL PERPAJAKAN ANDORRA
Rabu, 08 Juli 2020 | 17:54 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 08 Juli 2020 | 17:39 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & alat
Rabu, 08 Juli 2020 | 15:37 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 08 Juli 2020 | 08:29 WIB
KURS PAJAK 8 JULI - 14 JULI 2020
Minggu, 05 Juli 2020 | 14:31 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Kamis, 02 Juli 2020 | 14:26 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Reportase

Ada Sisi Positif dari Kompetisi Pajak Global? Cari Tahu di Buku Ini

A+
A-
1
A+
A-
1
Ada Sisi Positif dari Kompetisi Pajak Global? Cari Tahu di Buku Ini

PAJAK atas penghasilan sudah lama menjadi instrumen kebijakan dalam sistem pajak yang digunakan untuk memperbaiki ketidaksetaraan dan ketidakadilan di masyarakat.

Banyak yang beranggapan bahwa persaingan modal, kependudukan, dan penerimaan pajak yang terbentuk dari struktur desentralisasi akan membuat pemerintah tidak dapat mempertahankan basis pajak dan mencapai tujuan normatif.

Melalui perspektif yang unik tentang pajak internasional, buku yang berjudul ‘International Tax Policy: Between Competition and Cooperation’ karya Tsilly Dagen ini berseberangan dengan pemikiran konvensional mengenai kerjasama multilateral.

Baca Juga: Penyelesaian Keberatan: Permintaan Data/Informasi Wajib Pajak

Dia justru mendukung kompetisi pajak yang terstruktur sebagai cara untuk menghasilkan keadilan dan efisiensi di tataran sistem pajak internasional. Penulis berpendapat bahwa perpajakan internasional seharusnya terdesentralisasi, di mana pemerintah berperan sebagai aktor strategis.

Meskipun banyak tantangan, ditegaskan bahwa pembatasan atas persaingan melalui sentralisasi belum tentu merupakan solusi yang tepat. Sebaliknya, persaingan dapat menciptakan iklim yang kondusif untuk efisiensi dan keadilan global jika dikalibrasi dengan benar, terlepas dari reputasinya yang meragukan.

Penjelasan yang dimuat dalam buku ini tidak hanya menguraikan dampak positif dari persaingan tersebut, tapi juga tetap melihat dampak-dampak negatifnya. Dengan demikian, argumen yang dibangun tidak menjadi bias dan tetap objektif. Terlebih, penulis dengan saksama menganalisis timeframe dari dampak kebijakan dengan sistem masing-masing.

Baca Juga: Tarif PPN Jadi 15%, Otoritas Pajak Temukan Ribuan Pelanggaran

Penulis menganalisis kebijakan pajak internasional dari tujuan normatif dasar atas pajak penghasilan. Kemudian, dijelaskan pula bagaimana persaingan dapat mengubah tujuan tersebut dengan menganalisis strategi yang dimainkan negara-negara di tingkat bilateral maupun multilateral. Lebih lanjut, penulis juga mempertimbangkan biaya dan manfaat dari kerja sama dan persaingan dalam hal efisiensi dan keadilan.

Buku ini dibagi menjadi beberapa pembahasan utama. Pembahasan diawali dengan perspektif mikro mengenai kebijakan pajak di dalam ekonomi tertutup maupun yang terglobalisasi, serta efek kompetisi yang terjadi dalam lingkup global.

Selain itu, pembahasan makro mengenai strategi yang dimainkan diharapkan dapat menjelaskan dinamika unik yang dihasilkan oleh desentralisasi perpajakan internasional.

Baca Juga: Sumbangan Covid-19 dalam Bentuk Jasa Antar Jemput Tenaga Medis

Selanjutnya, pembahasan lebih mengarah pada pendalaman atas peran perjanjian pajak tidak hanya dalam mengatasi pajak berganda, biaya yang ditimbulkan dari perjanjian multilateral, serta permasalahan koordinasi antar yurisdiksi.

Hal yang menarik juga adalah saat penulis mengupas secara dalam alasan mendasar koordinasi yang berkaitan dengan prinsip keadilan global dengan menjabarkan juga negara-negara yang tidak mendapatkan keuntungan dari sistem perpajakan internasional saat ini.

Buku ini ditutup dengan rekomendasi untuk menyempurnakan pasar perpajakan internasional yang didasarkan dari sisi kegagalan pasar, distribusi keadilan, kondisi politik, dan langkah-langkah yang memungkinkan untuk diambil ke depannya.

Baca Juga: OECD: Sumbangan PPh Badan Terhadap Penerimaan Negara Terus Membesar

Bagi yang ingin memahami seluk beluk pajak internasional dari sudut pandang yang tidak lazim, buku ini menyajikan argumen-arguman yang patut dipelajari dan dipertimbangkan. Tertarik membaca bukunya? Buku ini bisa Anda baca di DDTC Library.*

Topik : buku, buku pajak, DDTC, kompetisi pajak, pajak internasional, kebijakan pajak
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
berita pilihan
Kamis, 09 Juli 2020 | 19:38 WIB
INSENTIF PAJAK
Kamis, 09 Juli 2020 | 18:58 WIB
TARIF PPh BADAN
Kamis, 09 Juli 2020 | 18:22 WIB
KINERJA APBN 2020
Kamis, 09 Juli 2020 | 17:15 WIB
KEBERATAN PAJAK (3)
Kamis, 09 Juli 2020 | 16:59 WIB
KINERJA PENERIMAAN PAJAK
Kamis, 09 Juli 2020 | 16:36 WIB
PMK 81/2020
Kamis, 09 Juli 2020 | 16:27 WIB
ARAB SAUDI
Kamis, 09 Juli 2020 | 16:06 WIB
PROVINSI SULAWESI UTARA
Kamis, 09 Juli 2020 | 15:51 WIB
KINERJA FISKAL