Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Sri Mulyani Kantongi Resep Agar Ekonomi Indonesia Kuat Hadapi Gejolak

A+
A-
1
A+
A-
1

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Breakfast Forum Iluni FEB UI, Jumat (9/8/2019). (foto: Kemenkeu)

JAKARTA, DDTCNews – Agar ekonomi Indonesia memiliki daya tahan yang kuat terhadap goncangan dari sisi global, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memiliki ‘resep’ tersendiri.

Menurutnya, ada 4 aspek fundamental yang perlu diperbaiki secara berkelanjutan. Keempat aspek itu adalah produktivitas, daya saing terkait defisit neraca transasksi berjalan, pendalaman pasar keuangan, serta kebijakan struktural untuk memperbaiki investasi.

“Bauran kebijakan tersebut [mencakup 4 aspek] diharapkan akan membuat Indonesia mempunyai resilience dalam menghadapi gejolak global maupun perubahan di dalam negeri,” katanya dalam Breakfast Forum Iluni FEB UI, seperti dikutip dari laman resmi Kemenkeu, Jumat (9/8/2019).

Baca Juga: Apakah Predikat WBK Jamin Tidak Ada Korupsi Lagi? Ini Kata Sri Mulyani

Menurutnya, gejolak baik dari luar maupun domestik sering tidak bisa diprediksi dan dinamis. Dia memberi contoh kondisi krisis keuangan atau kebijakan di negara-negara maju, fluktuasi harga minyak dan komoditas lainnya, perang dagang, tapper tantrum, dan perang mata uang.

Pemerintah, sambungnya, bekerja sama dengan para stakeholders terkait – seperti Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan—untuk melakukan bauran kebijakan yang tepat. Hal ini diyakini mampu memperkuat fundamental ekonomi Indonesia.

Dia menekankan perlunya kemandirian ekonomi yang bersumber dari dalam negeri agar Indonesia mampu bertahan terhadap goncangan. Indonesia, sambungnya, memiliki modal yang sangat menjanjikan dari sisi jumlah penduduk, potensi ekonomi, geografis, dan kekayaan alam.

Baca Juga: Ini Kata Sri Mulyani Soal Penyelundupan Barang dari Luar Negeri

Sri Mulyani juga menjelaskan 4 kontribusi kebijakan fiskal Kemenkeu dalam proses transformasi ekonomi Indonesia. Pertama, alokasi anggaran Pendidikan dalam 10 tahun terakhir sebanyak 20% dari APBN. Hal ini untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan rasio produktivitas.

“Isu kebijakan sektor pendidikan akan kita bahas terus-menerus. Dengan perbaikan kualitas SDM maka Indonesia akan mampu keluar dari middle-income trap dan melakukan transformasi ekonomi,” imbuhnya.

Kedua, peningkatan sistem jaminan kesehatan agar berkelanjutan. Langkah ini ditempuh melalui Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), pelatihan-pelatihan, Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Baca Juga: Masih Ada Oknum yang Korupsi di Ditjen Pajak, Sri Mulyani Jengkel

Ketiga, alokasi anggaran infrastuktur yang tercatat paling besar kedua di dalam APBN setelah pendidikan. Mengingat kebutuhan anggaran infrastruktur yang tinggi, pemerintah juga mendorong kebijakan dengan sektor publik yaitu Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Keempat, reformasi birokrasi. Sri Mulyani mengatakan ekonomi Indonesia pada saat ini memiliki biaya tinggi. Indonesia perlu membuat sistem agar orang-orangnya lebih fokus pada substansi daripada penunjang.

“Inilah tantangan kita, mendesain birokrasi yang lebih efisien,” tuturnya. (kaw)

Baca Juga: Sri Mulyani Tegaskan Tidak Seluruh Eselon III & IV Dihapus, Mengapa?

“Bauran kebijakan tersebut [mencakup 4 aspek] diharapkan akan membuat Indonesia mempunyai resilience dalam menghadapi gejolak global maupun perubahan di dalam negeri,” katanya dalam Breakfast Forum Iluni FEB UI, seperti dikutip dari laman resmi Kemenkeu, Jumat (9/8/2019).

Baca Juga: Apakah Predikat WBK Jamin Tidak Ada Korupsi Lagi? Ini Kata Sri Mulyani

Menurutnya, gejolak baik dari luar maupun domestik sering tidak bisa diprediksi dan dinamis. Dia memberi contoh kondisi krisis keuangan atau kebijakan di negara-negara maju, fluktuasi harga minyak dan komoditas lainnya, perang dagang, tapper tantrum, dan perang mata uang.

Pemerintah, sambungnya, bekerja sama dengan para stakeholders terkait – seperti Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan—untuk melakukan bauran kebijakan yang tepat. Hal ini diyakini mampu memperkuat fundamental ekonomi Indonesia.

Dia menekankan perlunya kemandirian ekonomi yang bersumber dari dalam negeri agar Indonesia mampu bertahan terhadap goncangan. Indonesia, sambungnya, memiliki modal yang sangat menjanjikan dari sisi jumlah penduduk, potensi ekonomi, geografis, dan kekayaan alam.

Baca Juga: Ini Kata Sri Mulyani Soal Penyelundupan Barang dari Luar Negeri

Sri Mulyani juga menjelaskan 4 kontribusi kebijakan fiskal Kemenkeu dalam proses transformasi ekonomi Indonesia. Pertama, alokasi anggaran Pendidikan dalam 10 tahun terakhir sebanyak 20% dari APBN. Hal ini untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan rasio produktivitas.

“Isu kebijakan sektor pendidikan akan kita bahas terus-menerus. Dengan perbaikan kualitas SDM maka Indonesia akan mampu keluar dari middle-income trap dan melakukan transformasi ekonomi,” imbuhnya.

Kedua, peningkatan sistem jaminan kesehatan agar berkelanjutan. Langkah ini ditempuh melalui Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), pelatihan-pelatihan, Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Baca Juga: Masih Ada Oknum yang Korupsi di Ditjen Pajak, Sri Mulyani Jengkel

Ketiga, alokasi anggaran infrastuktur yang tercatat paling besar kedua di dalam APBN setelah pendidikan. Mengingat kebutuhan anggaran infrastruktur yang tinggi, pemerintah juga mendorong kebijakan dengan sektor publik yaitu Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Keempat, reformasi birokrasi. Sri Mulyani mengatakan ekonomi Indonesia pada saat ini memiliki biaya tinggi. Indonesia perlu membuat sistem agar orang-orangnya lebih fokus pada substansi daripada penunjang.

“Inilah tantangan kita, mendesain birokrasi yang lebih efisien,” tuturnya. (kaw)

Baca Juga: Sri Mulyani Tegaskan Tidak Seluruh Eselon III & IV Dihapus, Mengapa?
Topik : ketahanan ekonomi, perekonomian Indonesia, Sri Mulyani, kebijakan fiskal
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Jum'at, 06 Desember 2019 | 17:55 WIB
PENGHARGAAN
Jum'at, 06 Desember 2019 | 16:46 WIB
SEA GAMES 2019
Jum'at, 06 Desember 2019 | 11:01 WIB
KEBIJAKAN MONETER
Jum'at, 06 Desember 2019 | 09:15 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
berita pilihan
Senin, 08 April 2019 | 11:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Senin, 08 Juli 2019 | 18:02 WIB
TRANSFER PRICING
Rabu, 20 November 2019 | 17:45 WIB
INVESTASI
Rabu, 02 Oktober 2019 | 19:10 WIB
REFORMASI PAJAK
Rabu, 13 Maret 2019 | 15:39 WIB
TATA PEMERINTAHAN
Sabtu, 24 September 2016 | 12:03 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Jum'at, 23 Desember 2016 | 10:15 WIB
PENAGIHAN PAJAK
Senin, 29 Oktober 2018 | 09:54 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Senin, 09 Januari 2017 | 17:06 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Kamis, 11 Agustus 2016 | 16:52 WIB
KANWIL DJP YOGYAKARTA