Fokus
Literasi
Jum'at, 14 Januari 2022 | 21:24 WIB
PROFIL PAJAK KOTA PADANG
Jum'at, 14 Januari 2022 | 20:45 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 14 Januari 2022 | 20:36 WIB
KAMUS KEBIJAKAN FISKAL
Kamis, 13 Januari 2022 | 16:37 WIB
TAX ALLOWANCE (3)
Data & Alat
Rabu, 12 Januari 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 JANUARI - 18 JANUARI 2022
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 5 JANUARI - 11 JANUARI 2022
Senin, 03 Januari 2022 | 10:45 WIB
KMK 70/2021
Rabu, 29 Desember 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 29 DESEMBER 2021 - 4 JANUARI 2022
Reportase
Perpajakan.id

Sri Mulyani Estimasi Pertumbuhan Ekonomi 2021 Paling Tinggi 4 Persen

A+
A-
2
A+
A-
2
Sri Mulyani Estimasi Pertumbuhan Ekonomi 2021 Paling Tinggi 4 Persen

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis (25/11/2021).

JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada tahun ini akan berada pada kisaran 3,5% sampai dengan 4,0%.

Sri Mulyani mengatakan proyeksi tersebut telah mencerminkan optimisme setelah ekonomi Indonesia dihantam Covid-19 varian Delta. Namun, proyeksi tersebut masih lebih rendah dari target dalam UU APBN sebesar 5%.

"Kami memperkirakan di dalam keseluruhan tahun ini, pertumbuhannya ada di 3,5% hingga 4%," katanya dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis (25/11/2021).

Baca Juga: BPS: Jumlah Penduduk Miskin September 2021 Capai 26,5 Juta Orang

Sri Mulyani menuturkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 4% akan tercapai apabila ekonomi kuartal IV/2021 mampu tumbuh di atas 5%. Dia meyakini angka tersebut akan terlampaui lantaran sejumlah indikator telah menunjukkan perbaikan.

Indikator tersebut di antaranya mobilitas masyarakat yang melampaui level pra-pandemi, surplus neraca perdagangan yang menyentuh rekor, serta data indikator konsumsi dan produksi dengan penguatan solid.

Dalam sisa waktu sekitar sebulan ini, Sri Mulyani memperkirakan konsumsi masyarakat akan terus menguat seiring dengan kondisi pandemi yang relatif terjaga. Demikian pula mengenai aktivitas ekonomi yang diprediksi relatif stabil.

Baca Juga: Insentif Masih Dibutuhkan, Keringanan PPN Diperpanjang Hingga Maret

Dari sisi net ekspor, pemerintah memprediksi masih akan besar pada kuartal IV/2021 karena ditopang tingginya permintaan dan harga komoditas global.

Namun, lanjut menkeu, pemerintah tetap mewaspadai risiko ketidakpastian global terutama dari rebalancing China, tapering off Amerika Serikat, dan disrupsi suplai global. Demikian pula tentang ancaman lonjakan kasus Covid-19, seperti yang kini terjadi di sejumlah negara di Eropa.

"Kinerja perekonomian yang positif ini diharapkan akan meningkatkan kembali kurva pemulihan ekonomi Indonesia yang lebih kuat dibandingkan dengan situasi kuartal III," ujarnya.

Baca Juga: DJP Mulai Kirim Email Blast Soal PPS ke Wajib Pajak, Begini Isinya

Pada kuartal I/2021, pertumbuhan ekonomi tercatat minus 0,7%. Ekonomi kemudian tumbuh 7,1% pada kuartal II/2021, yang sekaligus menandai Indonesia keluar dari resesi. Pada kuartal III/2021, ekonomi tercatat tumbuh 3,5%. (rig)

Topik : menkeu sri mulyani, pertumbuhan ekonomi, ekonomi, PDB, apbn 2021, nasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Sabtu, 15 Januari 2022 | 09:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Kemenkeu: Indonesia Berbeda, Saat Krisis Malah Mereformasi Pajak

berita pilihan

Senin, 17 Januari 2022 | 16:00 WIB
ANGKA KEMISKINAN

BPS: Jumlah Penduduk Miskin September 2021 Capai 26,5 Juta Orang

Senin, 17 Januari 2022 | 14:45 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

DJP Mulai Kirim Email Blast Soal PPS ke Wajib Pajak, Begini Isinya

Senin, 17 Januari 2022 | 14:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Enam Kondisi Bukti Pot/Put Unifikasi Tetap Perlu Dibuat

Senin, 17 Januari 2022 | 13:57 WIB
PMK 186/2021

Terbit PMK Baru Soal Pengawasan Akuntan Publik, Ini yang Diatur

Senin, 17 Januari 2022 | 13:51 WIB
KEBIJAKAN MONETER

Turun, Utang Luar Negeri Indonesia Rp5.965 Triliun Per November 2021

Senin, 17 Januari 2022 | 13:30 WIB
SWISS

Adopsi Pajak Minimum Global, Konstitusi Bakal Diamendemen

Senin, 17 Januari 2022 | 13:00 WIB
AUSTRALIA

Omzet Menurun, Pengusaha Pub Minta Keringanan Cukai