Berita
Sabtu, 24 Oktober 2020 | 16:01 WIB
KOTA SUKABUMI
Sabtu, 24 Oktober 2020 | 15:01 WIB
BAHRAIN
Sabtu, 24 Oktober 2020 | 14:11 WIB
PPN PRODUK DIGITAL
Sabtu, 24 Oktober 2020 | 13:23 WIB
PPN PRODUK DIGITAL
Review
Rabu, 21 Oktober 2020 | 14:14 WIB
KONSULTASI PAJAK
Jum'at, 16 Oktober 2020 | 17:13 WIB
ANALISIS PAJAK
Rabu, 14 Oktober 2020 | 14:17 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 07 Oktober 2020 | 14:17 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & alat
Rabu, 21 Oktober 2020 | 17:02 WIB
STATISTIK SISTEM PAJAK
Rabu, 21 Oktober 2020 | 09:24 WIB
KURS PAJAK 21 OKTOBER - 27 OKTOBER 2020
Jum'at, 16 Oktober 2020 | 15:24 WIB
MATRIKS AREA KEBIJAKAN
Rabu, 14 Oktober 2020 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 14 OKTOBER - 20 OKTOBER 2020
Komunitas
Sabtu, 24 Oktober 2020 | 14:47 WIB
TASYA KAMILA:
Sabtu, 24 Oktober 2020 | 14:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Sabtu, 24 Oktober 2020 | 09:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Jum'at, 23 Oktober 2020 | 17:33 WIB
GENE SIMMONS:
Kolaborasi
Selasa, 20 Oktober 2020 | 14:10 WIB
KONSULTASI
Selasa, 20 Oktober 2020 | 09:45 WIB
KONSULTASI
Selasa, 13 Oktober 2020 | 14:13 WIB
KONSULTASI
Selasa, 13 Oktober 2020 | 11:54 WIB
KONSULTASI
Reportase

Resesi Tak Terhindarkan, Ekonomi Diproyeksi Pulih Total pada 2023

A+
A-
2
A+
A-
2
Resesi Tak Terhindarkan, Ekonomi Diproyeksi Pulih Total pada 2023

Ilustrasu. Refleksi kaca deretan gedung bertingkat di Jakarta, Senin (1/6/2020). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj.

JAKARTA, DDTCNews – Pemerintah menilai Indonesia masih berpeluang memulihkan ekonominya seperti kondisi sebelum ada pandemi virus Corona. Peluang itu tetap ada meskipun risiko resesi tidak bisa dihindari.

Sekretaris Eksekutif I Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) Raden Pardede mengatakan resesi sulit dihindari ketika berbagai kegiatan ekonomi tersendat akibat pandemi. Dia memperkirakan ekonomi akan kembali tumbuh seperti sebelum adanya pandemi pada 2023.

"Tahun 2023, kita harus punya target. Kita harus kembali tumbuh seperti pre-Covid," katanya dalam diskusi publik Arah Kebijakan Pemerintah: Keseimbangan Antara Kesehatan dan Ekonomi, Rabu (23/9/2020).

Baca Juga: Melawan Resesi dengan UMKM dan Repatriasi

Raden menilai meskipun tetap minus, pertumbuhan ekonomi kuartal III/2020 akan jauh lebih baik ketimbang kuartal sebelumnya yang minus 5,32%. Pada kuartal III/2020, pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan terkontraksi 2,9% hingga minus 1%. Simak artikel ‘Terbaru, Sri Mulyani Proyeksi Ekonomi Indonesia Masuk Zona Resesi’.

Raden beralasan ada beberapa indikator ekonomi yang mulai menunjukkan perbaikan. Misalnya, dari sektor manufaktur, purchasing managers index (PMI) telah kembali berada di level 50,8 pada Agustus 2020.Perbaikan juga terjadi pada data konsumsi rumah tangga dan penjualan ritel.

Memasuki kuartal IV/2020, Raden optimistis ekonomi akan semakin membaik. Dia beralasan pemerintah telah mengalokasikan dana stimulus senilai total Rp695,2 triliun. Komite PC-PEN juga sedang berupaya keras menyalurkannya untuk memulihkan ekonomi.

Baca Juga: Biayai Penanganan Covid-19, Rasio Utang Tembus 103,5% dari PDB

Raden memberi nama stimulus tersebut sebagai Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK), Jaminan Pengaman Sosial (JPS), dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JSK). Menurutnya, intervensi pemerintah tersebut mampu mengurangi kedalaman resesi atau kontraksi ekonomi.

Di sisi lain, Raden menilai kepercayaan masyarakat juga akan meningkat setelah vaksin virus Corona ditemukan. "Tanpa vaksin ditemukan maka nanti tingkat imunitas atau kepercayaan juga sulit untuk pulih kembali," ujarnya. Simak artikel ‘Di Sidang PBB, Jokowi Sebut Vaksin Covid-19 Jadi Game Changer’. (kaw)

Baca Juga: Kuartal IV/2020, Pemerintah Optimistis Ekonomi Mulai Tumbuh Positif
Topik : perekonomian Indonesia, PDB, resesi, resesi ekonomi, pemulihan ekonomi nasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Mohammad Justine Ceasarea Hasanudin

Rabu, 23 September 2020 | 23:41 WIB
kontraksi ekonomi memang dapat dikurangi dengan intervensi pemerintah. Perlunya pemerintah memperkuat basis fiskal yang lebih efektif dan solutif tidak hanya menjamin jangka pendek dalam menggenjot perekonomian namun juga terhadap sustanibilitas dalam jangka panjang salah satunya dengan dukungan lan ... Baca lebih lanjut
1
artikel terkait
Selasa, 29 September 2020 | 11:27 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Senin, 28 September 2020 | 15:11 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Sabtu, 26 September 2020 | 14:55 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 25 September 2020 | 13:42 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
berita pilihan
Sabtu, 24 Oktober 2020 | 16:01 WIB
KOTA SUKABUMI
Sabtu, 24 Oktober 2020 | 15:01 WIB
BAHRAIN
Sabtu, 24 Oktober 2020 | 14:47 WIB
TASYA KAMILA:
Sabtu, 24 Oktober 2020 | 14:11 WIB
PPN PRODUK DIGITAL
Sabtu, 24 Oktober 2020 | 14:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Sabtu, 24 Oktober 2020 | 13:23 WIB
PPN PRODUK DIGITAL
Sabtu, 24 Oktober 2020 | 13:01 WIB
KEBIJAKAN INVESTASI
Sabtu, 24 Oktober 2020 | 12:01 WIB
PENGHINDARAN PAJAK
Sabtu, 24 Oktober 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Sabtu, 24 Oktober 2020 | 10:01 WIB
BELANJA DAERAH