Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Pemerintah Godok Pajak Kemenangan di Kasino untuk Orang Asing

A+
A-
1
A+
A-
1

Ilustrasi.

TOKYO, DDTCNews – Pemerintah Jepang tengah mempertimbangkan penerapan withholding tax atas kemenangan atas perjudian di kasino yang diterima oleh orang asing yang bukan penduduk (non-resident foreigners).

Mengutip informasi dari Japan Times, salah satu sumber di pemerintahan yang mengetahui rencana tersebut mengatakan pemotongan pajak atas kemenangan orang asing nonresiden itu dilakukan untuk perjudian di casino resorts.

“Pemerintah sedang mempelajari sistem pajaknya. Ini karena melacak warga negara asing setelah mereka meninggalkan negara itu akan sulit. Amerika Serikat, Korea Selatan, dan negara-negara lain menggunakan sistem withholding tax untuk kemenangan di kasino mereka,” ujarnya.

Baca Juga: Pajak Judi Online Disetujui Naik dari 2% ke 5%

Dalam sistem yang direncanakan itu, pemerintah juga mempertimbangkan untuk menambah kewajiban operator kasino. Mereka diminta untuk menyimpan catatan pembelian chip beserta dengan hasil untung—rugi.

Kemenangan di kasino akan dikenakan pajak yang pengenaannya mirip dengan permainan untuk pacuan kuda. Pajak akan dikenakan atas perbedaan antara nilai chip yang dibeli dengan jumlah yang dikonversi kembali menjadi uang tunai.

Kewajiban untuk menyimpan catatan pembelian dan hasil menang-kalah dirancang untuk mencegah pemain berpura-pura dan mengklaim chip yang mereka menangkan adalah yang mereka beli. Ada pula yang meninggalkan beberapa chip untuk teman di dalam kasino untuk mengurangi jumlah kemenangan mereka.

Baca Juga: Pajak Judi Online Dibidik

Proposal akan dimasukkan dalam outline reformasi pajak tahun fiskal 2020 yang akan diselesaikan pada akhir bulan ini. Dengan demikian, kebijakan ini diharapkan bisa terlaksana di bawah reformasi sistem pajak setelah April 2021.

Jepang berencana memilih tiga lokasi untuk membangun integrated resorts. Ini adalah resor kasino yang menggabungkan hotel besar, ruang konferensi, dan area perjudian (gambling areas). Kompleks ini diharapkan mulai beroperasi pada pertengahan 2020.

Ada beberapa kota yang telah mengajukan penawaran. Namun, Hokkaido menarik diri dari perlombaan dengan alasan kekhawatiran lokal tentang dampak lingkungan proyek dengan banyak warga juga menyatakan tidak nyaman atas kecanduan judi serta masalah potensial lainnya. (kaw)

Baca Juga: Pajak Penjualan Naik, Menkeu Jepang: Langkah Tambahan Belum Dibutuhkan

“Pemerintah sedang mempelajari sistem pajaknya. Ini karena melacak warga negara asing setelah mereka meninggalkan negara itu akan sulit. Amerika Serikat, Korea Selatan, dan negara-negara lain menggunakan sistem withholding tax untuk kemenangan di kasino mereka,” ujarnya.

Baca Juga: Pajak Judi Online Disetujui Naik dari 2% ke 5%

Dalam sistem yang direncanakan itu, pemerintah juga mempertimbangkan untuk menambah kewajiban operator kasino. Mereka diminta untuk menyimpan catatan pembelian chip beserta dengan hasil untung—rugi.

Kemenangan di kasino akan dikenakan pajak yang pengenaannya mirip dengan permainan untuk pacuan kuda. Pajak akan dikenakan atas perbedaan antara nilai chip yang dibeli dengan jumlah yang dikonversi kembali menjadi uang tunai.

Kewajiban untuk menyimpan catatan pembelian dan hasil menang-kalah dirancang untuk mencegah pemain berpura-pura dan mengklaim chip yang mereka menangkan adalah yang mereka beli. Ada pula yang meninggalkan beberapa chip untuk teman di dalam kasino untuk mengurangi jumlah kemenangan mereka.

Baca Juga: Pajak Judi Online Dibidik

Proposal akan dimasukkan dalam outline reformasi pajak tahun fiskal 2020 yang akan diselesaikan pada akhir bulan ini. Dengan demikian, kebijakan ini diharapkan bisa terlaksana di bawah reformasi sistem pajak setelah April 2021.

Jepang berencana memilih tiga lokasi untuk membangun integrated resorts. Ini adalah resor kasino yang menggabungkan hotel besar, ruang konferensi, dan area perjudian (gambling areas). Kompleks ini diharapkan mulai beroperasi pada pertengahan 2020.

Ada beberapa kota yang telah mengajukan penawaran. Namun, Hokkaido menarik diri dari perlombaan dengan alasan kekhawatiran lokal tentang dampak lingkungan proyek dengan banyak warga juga menyatakan tidak nyaman atas kecanduan judi serta masalah potensial lainnya. (kaw)

Baca Juga: Pajak Penjualan Naik, Menkeu Jepang: Langkah Tambahan Belum Dibutuhkan
Topik : judi, perjudian, kasino, Jepang
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Rabu, 29 Maret 2017 | 15:50 WIB
MALAYSIA
Jum'at, 24 Maret 2017 | 10:56 WIB
AMERIKA SERIKAT
Selasa, 14 Februari 2017 | 11:55 WIB
THAILAND
Senin, 29 Agustus 2016 | 11:02 WIB
INGGRIS
berita pilihan
Senin, 31 Desember 2018 | 14:35 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 28 Desember 2017 | 17:12 WIB
HONG KONG
Minggu, 30 September 2018 | 20:33 WIB
OECD INCLUSIVE FRAMEWORK ON BEPS
Sabtu, 13 Agustus 2016 | 17:02 WIB
THAILAND
Kamis, 29 September 2016 | 12:01 WIB
INDIA
Rabu, 11 Oktober 2017 | 11:19 WIB
KROASIA
Senin, 29 Oktober 2018 | 11:40 WIB
AUSTRALIA BARAT
Kamis, 24 Oktober 2019 | 16:01 WIB
EODB 2020
Selasa, 25 Juni 2019 | 14:28 WIB
FILIPINA
Selasa, 08 Agustus 2017 | 14:15 WIB
JEPANG