Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Pelaku Industri Tolak Rencana Pengenaan Pajak Tambahan Mobil Baru

0
0

Ilustrasi. 

JAKARTA, DDTCNews – Pelaku industri menolak rencana Pemerintah Negara Bagian Victoria yang akan mengenakan pajak tambahan untuk mobil baru yang memiliki harga jual lebih dari US$100.000 (sekitar Rp1,4 miliar). Pungutan ini di luar goods and services tax (GST) 10% dan pajak mobil mewah 33%.

CEO Australian Automotive Dealer Association (AADA) David Blackhall mengatakan usulan pajak tambahan ini sangat memprihatikan karena industri tengah berada dalam situasi sulit. Industri ritel mobil baru di Victoria telah mengantongi kontrak terbanyak dibandingkan negara bagian lainnya.

“Sangat memprihatinkan bagi industri. Sekarang bukan saatnya untuk ambil pajak, dengan bisnis dan pekerjaan orang dipertaruhkan,” katanya, seperti dikutip pada Rabu (29/5/2019).

Baca Juga: Pemeriksaan Pajak Hasilkan Ratusan Triliun Rupiah

AADA mewakili sekitar 1.500 grup dealer yang mencakup 3.500 showroom mobil baru dan lebih dari 50.000 karyawan secara nasional – termasuk 14.000 pekerja dealer di Victoria. Para pemilik mobil di Victoria, sambungnya, juga telah berkontribusi banyak untuk kas negara lewat GST, pajak tol, dan pajak bahan bakar.

Apalagi, hingga saat ini sudah ada pajak mobil mewah yang dipungut oleh Pemerintah Federal Australia. Pajak tambahan ini, sambungnya, hanya akan menambah biaya kendaraan dengan fitur keselamatan yang canggih dan efisiensi pada penggunaan bahan bakar.

“Ini akan dibingkai sebagai pajak pada kendaraan mewah yang akan jatuh pada orang kaya. Namun, seperti diketahui, kendaraan ini sering dibeli oleh [pelaku atau untuk kepentingan] bisnis. Ini hanya akan membatasi aktivitas ekonomi,” imbuh Blackhall.

Baca Juga: Geber Audit GST, Iras Raup Rp1,8 Triliun

Seperti dilansir caradvice, “tax on a tax on a tax” ini diperkirakan akan diumumkan pada Senin pekan depan sebagai bagian dari anggaran Pemerintah Victoria dan bisa mulai berlaku dalam hitungan beberapa minggu dari awal tahun pembukuan baru mulai 1 Juli.

Penjualan kendaraan bermotor baru di Victoria telah merosot 10% (year to date), sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional 8%. Pemerintah Victoria tengah berupaya mengisi kekurangan yang disebabkan penurunan penerimaan stamp duty sekitar US$5,2 miliar akibat penurunan pasar perumahan.

Dalam perkiraan anggaran yang bocor ke media, Pemerintah Victoria memperkirakan pajak atas kendaraan bermotor baru dengan harga lebih dari US$100.000 akan membawa US$260 juta pada tahun finansial berikutnya.

Baca Juga: Diminta Terapkan Lagi GST, Ini Respons Perdana Menteri Malaysia

Pemerintah Victoria belum menguraikan tarif pajak tambahan untuk kendaraan dengan harga lebih dari US$100.000 tersebut. Namun, ada indikasi kendaraan dengan emisi karbon rendah, motorhomes, produsen utama, dan dealer untuk demonstrasi akan mendapat pembebasan.

Jika rencana ini benar, ada kemungkinan industri mobil dapat menghindari tambahan pajak baru tersebut dengan mendaftarkan kendaraan sebagai model demonstrasi, sebelum menjualnya kepada pelanggan.

Jika dieksekusi, Victoria akan menjadi negara bagian kedua di Australia yang memperkenalkan “tax on a tax on a tax” pada kendaraan dengan harga di atas US$100.000. Queensland memperkenalkan pajak serupa pada 1 Juli 2018.

Baca Juga: Komisaris ATO Dapatkan Akses Dokumen Pribadi Gould

Menjelang pemilihan NSW pada Maret 2019, pihak oposisi mengusulkan pajak tambahan 7% untuk kendaraan lebih dari US$100.000. Namun, rencana tersebut dibatalkan setelah mereka dikalahkan dalam pemilihan. (kaw)

“Sangat memprihatinkan bagi industri. Sekarang bukan saatnya untuk ambil pajak, dengan bisnis dan pekerjaan orang dipertaruhkan,” katanya, seperti dikutip pada Rabu (29/5/2019).

Baca Juga: Pemeriksaan Pajak Hasilkan Ratusan Triliun Rupiah

AADA mewakili sekitar 1.500 grup dealer yang mencakup 3.500 showroom mobil baru dan lebih dari 50.000 karyawan secara nasional – termasuk 14.000 pekerja dealer di Victoria. Para pemilik mobil di Victoria, sambungnya, juga telah berkontribusi banyak untuk kas negara lewat GST, pajak tol, dan pajak bahan bakar.

Apalagi, hingga saat ini sudah ada pajak mobil mewah yang dipungut oleh Pemerintah Federal Australia. Pajak tambahan ini, sambungnya, hanya akan menambah biaya kendaraan dengan fitur keselamatan yang canggih dan efisiensi pada penggunaan bahan bakar.

“Ini akan dibingkai sebagai pajak pada kendaraan mewah yang akan jatuh pada orang kaya. Namun, seperti diketahui, kendaraan ini sering dibeli oleh [pelaku atau untuk kepentingan] bisnis. Ini hanya akan membatasi aktivitas ekonomi,” imbuh Blackhall.

Baca Juga: Geber Audit GST, Iras Raup Rp1,8 Triliun

Seperti dilansir caradvice, “tax on a tax on a tax” ini diperkirakan akan diumumkan pada Senin pekan depan sebagai bagian dari anggaran Pemerintah Victoria dan bisa mulai berlaku dalam hitungan beberapa minggu dari awal tahun pembukuan baru mulai 1 Juli.

Penjualan kendaraan bermotor baru di Victoria telah merosot 10% (year to date), sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional 8%. Pemerintah Victoria tengah berupaya mengisi kekurangan yang disebabkan penurunan penerimaan stamp duty sekitar US$5,2 miliar akibat penurunan pasar perumahan.

Dalam perkiraan anggaran yang bocor ke media, Pemerintah Victoria memperkirakan pajak atas kendaraan bermotor baru dengan harga lebih dari US$100.000 akan membawa US$260 juta pada tahun finansial berikutnya.

Baca Juga: Diminta Terapkan Lagi GST, Ini Respons Perdana Menteri Malaysia

Pemerintah Victoria belum menguraikan tarif pajak tambahan untuk kendaraan dengan harga lebih dari US$100.000 tersebut. Namun, ada indikasi kendaraan dengan emisi karbon rendah, motorhomes, produsen utama, dan dealer untuk demonstrasi akan mendapat pembebasan.

Jika rencana ini benar, ada kemungkinan industri mobil dapat menghindari tambahan pajak baru tersebut dengan mendaftarkan kendaraan sebagai model demonstrasi, sebelum menjualnya kepada pelanggan.

Jika dieksekusi, Victoria akan menjadi negara bagian kedua di Australia yang memperkenalkan “tax on a tax on a tax” pada kendaraan dengan harga di atas US$100.000. Queensland memperkenalkan pajak serupa pada 1 Juli 2018.

Baca Juga: Komisaris ATO Dapatkan Akses Dokumen Pribadi Gould

Menjelang pemilihan NSW pada Maret 2019, pihak oposisi mengusulkan pajak tambahan 7% untuk kendaraan lebih dari US$100.000. Namun, rencana tersebut dibatalkan setelah mereka dikalahkan dalam pemilihan. (kaw)

Topik : Australia, pajak mobil, GST
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Sabtu, 14 September 2019 | 15:45 WIB
ZONE EURO EROPA
Selasa, 23 April 2019 | 11:16 WIB
ZIMBABWE
Senin, 12 September 2016 | 17:01 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 31 Agustus 2017 | 08:54 WIB
ZIMBABWE
berita pilihan
Jum'at, 11 November 2016 | 17:27 WIB
BRASIL
Kamis, 08 Juni 2017 | 14:18 WIB
ARAB SAUDI
Rabu, 05 Oktober 2016 | 12:33 WIB
AFRIKA SELATAN
Jum'at, 21 Oktober 2016 | 10:03 WIB
SUDAN SELATAN
Kamis, 08 Juni 2017 | 16:55 WIB
BANGLADESH
Jum'at, 21 Oktober 2016 | 12:01 WIB
ITALIA
Kamis, 30 Maret 2017 | 11:35 WIB
INDIA
Jum'at, 14 Juli 2017 | 09:33 WIB
PRANCIS
Kamis, 08 Juni 2017 | 18:36 WIB
UNI EMIRAT ARAB
Jum'at, 05 Mei 2017 | 11:39 WIB
ITALIA