Fokus
Literasi
Selasa, 16 Agustus 2022 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 15 Agustus 2022 | 19:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Senin, 15 Agustus 2022 | 12:45 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 12 Agustus 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK DAERAH
Data & Alat
Rabu, 10 Agustus 2022 | 09:07 WIB
KURS PAJAK 10 AGUSTUS - 16 AGUSTUS 2022
Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 3 AGUSTUS - 9 AGUSTUS 2022
Senin, 01 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KMK 39/2022
Rabu, 27 Juli 2022 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 27 JULI - 2 AGUSTUS 2022
Reportase

Pangkas Waktu Pemeriksaan Barang, DJBC dan Pos Indonesia Lakukan Ini

A+
A-
0
A+
A-
0
Pangkas Waktu Pemeriksaan Barang, DJBC dan Pos Indonesia Lakukan Ini

Kantor Ditjen Bea Cukai (DJBC).

JAKARTA, DDTCNews - Ditjen Bea Cukai (DJBC) memberikan asistensi kepada PT Pos Indonesia untuk melakukan simplifikasi tempat penimbunan sementara (TPS) sebagai bagian dari upaya perbaikan manajemen pengelolaan barang pada kantor tukar yang dikelola.

Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan DJBC Hatta Wardhana mengatakan simplifikasi TPS Pos Indonesia merupakan upaya kolaboratif untuk mempercepat alur barang mulai kedatangan hingga pengeluaran barang dari dan ke TPS.

Menurutnya, implementasi simplifikasi tersebut sudah berjalan di kantor tukar Pos Indonesia yang tersebar di 13 wilayah mulai 31 Mei 2022.

Baca Juga: Utang Pajak Dilunasi, Rekening Milik WP Ini Kembali Dibuka Blokirnya

"Dengan simplifikasi yang dilakukan oleh Pos Indonesia, diharapkan mempercepat proses clearance barang kiriman oleh DJBC," katanya, dikutip pada Kamis (23/6/2022).

Hatta menuturkan ketentuan mengenai kawasan pabean dan TPS dengan penerapan National Logistic Ecosystem (NLE) perlu diselaraskan untuk meningkatkan kinerja sistem logistik nasional. Hal itu juga telah diatur dalam PMK 109/2020 tentang Kawasan Pabean dan Tempat Penimbunan Sementara.

Dia menyebut implementasi simplifikasi TPS Pos Indonesia salah satunya dilakukan di lokasi TPS PT Pos Indonesia SPP Jakarta yang telah menangani 80% dari total jumlah proses barang kiriman asal luar negeri.

Baca Juga: Cetak Sejarah, Penerimaan Perpajakan 2023 Tembus Rp2.000 Triliun

Menurutnya, proses persiapan simplifikasi TPS Pos Indonesia dilakukan dari sisi fisik dan teknologi informasi sejak 15 Oktober 2021. Persiapan fisik meliputi renovasi gedung serta pengadaan mesin x-ray, conveyor belt, dan sarana pendukung lainnya.

Sementara itu, persiapan dari teknologi informasi meliputi penyediaan perangkat keras penunjang sampai dengan sistem aplikasi, termasuk proses pecah pos, implementasi TPS online, dan sistem autogate.

Selain itu, telah dipersiapkan juga metode pembayaran untuk penyelesaian bea masuk dan pajak dalam rangka impor (PDRI) berupa penggunaan virtual account yang dapat digunakan pada aplikasi Pospay atau perbankan lainnya.

Baca Juga: Penerimaan 2023 Ditargetkan Rp2.443 T, Jokowi Singgung Reformasi Pajak

Hatta menjelaskan proses monitoring integrasi sistem TPS online dan autogate tersebut akan terus dilakukan secara kolaboratif oleh tim IT dari Pos Indonesia dan Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai.

Secara bersamaan, proses persiapan implementasi simplifikasi TPS Pos Indonesia terkait dengan customs clearance akan dilakukan dengan bantuan asistensi oleh tim Direktorat Teknis Kepabeanan dan Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai.

Dia menilai sentralisasi customs clearance barang kiriman Pos Indonesia akan mampu meningkatkan keamanan barang dan memangkas waktu pemeriksaan oleh DJBC.

Baca Juga: Jokowi Klaim Hilirisasi Nikel Kerek Kinerja Ekspor dan Setoran Pajak

"Kami berharap dapat meningkatkan kualitas pelayanan barang kiriman melalui kerja sama antara DJBC dan Pos Indonesia dalam simplifikasi TPS ini," ujarnya. (rig)

Topik : djbc, barang kiriman, pos indonesia, custom clearence, pemeriksaan, nasional

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Minggu, 14 Agustus 2022 | 08:30 WIB
PELAYANAN KEPABEANAN

Terapkan CEISA 4.0 Secara Penuh di 77 Kantor, Begini Evaluasi DJBC

Minggu, 14 Agustus 2022 | 08:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Siap-Siap! Transaksi SUN Khusus PPS Dibuka Lagi pada 22 Agustus 2022

Minggu, 14 Agustus 2022 | 07:00 WIB
KEBIJAKAN KEPABEANAN

Dukung Energi Terbarukan, Pemerintah Godok Fasilitas Kepabeanan

berita pilihan

Selasa, 16 Agustus 2022 | 18:30 WIB
KPP PRATAMA TANJUNG BALAI KARIMUN

Utang Pajak Dilunasi, Rekening Milik WP Ini Kembali Dibuka Blokirnya

Selasa, 16 Agustus 2022 | 18:03 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Windfall Komoditas Bakal Berakhir, Pajak Hanya Tumbuh 6,7% Tahun Depan

Selasa, 16 Agustus 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Cetak Sejarah, Penerimaan Perpajakan 2023 Tembus Rp2.000 Triliun

Selasa, 16 Agustus 2022 | 17:30 WIB
KPP PRATAMA CILACAP

Utang Pajak Rp1,24 Miliar Belum Dilunasi, Rekening WP Disita Fiskus

Selasa, 16 Agustus 2022 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa Perbedaan Interpretasi dalam Menetapkan Besaran Sanksi Bunga

Selasa, 16 Agustus 2022 | 17:00 WIB
BELANJA PERPAJAKAN

Belanja Perpajakan 2021 Capai Rp309 Triliun, Tumbuh 23 Persen

Selasa, 16 Agustus 2022 | 16:15 WIB
RAPBN 2023

Defisit 2023 Dipatok 2,85% PDB, Jokowi Ungkap Strategi Pembiayaannya

Selasa, 16 Agustus 2022 | 15:30 WIB
RAPBN 2023 DAN NOTA KEUANGAN

Penerimaan 2023 Ditargetkan Rp2.443 T, Jokowi Singgung Reformasi Pajak

Selasa, 16 Agustus 2022 | 15:17 WIB
RAPBN 2023

Jokowi Pasang Target Pertumbuhan Ekonomi 2023 di Level 5,3%

Selasa, 16 Agustus 2022 | 14:55 WIB
RAPBN 2023

Jokowi Sampaikan RAPBN 2023 kepada DPR, Begini Perinciannya